24 Nov 2018 Meracau
 |  Category: My Self, Refleksi, Uncategorized  | Leave a Comment

Pengen curhat random ke Allah malam ini.
Hati bercakap berjuta rasa dan bahasa malam ini.
Tapi rasa yang terasa hanya haru dan haru.
Speechless. Tak mampu berkata-kata.

Berpikir tentang sholatku yang seringnya hanya 5 waktu yang wajib saja. Dhuha banyak bolong. Tahajjud apalagi. Selalu kalah dengan kemalasan dan rasa kantuk. Yang 5 waktu itu saja banyak salah dan kurangnya. Jauh dari khusyu’, sering lupa rokaat, pikiran melantur kemana-mana, dikerjakan di waktu yang molor.

Berpikir tentang ghill yang susah dihilangkan dari hati. Ga usah disebutin, membuka aib diri sendiri. Cukup diriku dan Allah yang tau.

Berpikir tentang suka kurang baktinya ke suami, ke orang tua, ke mertua. Kurang ‘rasa melayani dan mengayomi’nya ke anak. Kurang perhatiannya ke teman dan sodara.

Berpikir tentang pemuasan hasrat keduniawian. Tentang liburan. Tentang makanan. Tentang pakaian. Tentang perhiasan. Tentang barang-barang.

Belakangan suka ngerasa hidup manusia itu sebentar banget ya sebenernya. Seperti baru kemarin momong Alfath bayi, eh tahun depan dia udah kuliah. Udah punya KTP.

Haduuh sedih deh kalo inget belum punya bekal apa-apa di akhirat. Cuma berharap kasih sayang dan pengampunan Allah aja.

Inget kata-kata Mursyid kemarin dulu. Di akhirat nanti, di hari yang berat kelak, saat meniti Shirothol Mustaqiim, permohonan hamba cuma: “sallimniy….sallimniy…”
Ya Allah selamatkan aku…selamatkan aku…

Duh😥😢😭

Pantes Allah negur

‘wa tadhhakuuna wa laa tabkuun?’

‘dan kenapa kalian tertawa saja dan tidak menangis?’

Duh😥😢😭

Bukannya anti politik dan tidak peduli pada lingkungan sekitar, tapi males ah nyimak obrolan tentang genderuwo, sontoloyo dan boyolali yang bising di tipi.

Bagi Allah apa yang kita nyatakan dan sembunyikan dalam hati sama saja. Terang semua bagi Dia. Jadi harusnya diri ini malu kalo punya pikiran jahat ke orang. Malu kalo ada rasa iri dengki. Malu kalo punya angan-angan panjang yang ga ada ujungnya.

Duh😥😢😭

Udah ah sampai sini aja sesi meracau malam ini. Si Bayi nangis….

06 Nov 2018 Tuhan (33)
 |  Category: Uncategorized  | One Comment

Mengharap perjumpaan dengan-Mu
Mana mungkin dengan membawa segala sesuatu yang kotor?
Mengharap berada di Sisi-Mu Yang Maha Suci, mana mungkin dengan membawa segala iri dengki?
Keinginan-keinginan yang tidak Haqq
Harapan-harapan yang tidak Haqq
Amal-amal yang tidak Haqq

O Tuhanku,
Apa kehidupan ini cuma lompatan dari pemenuhan satu keinginan ke keinginan yang lain?

O Tuhanku,
Apakah kehidupan ini cuma riuh rendah dari pembicaraan satu ke pembicaraan lain?

Ya Allah
Tariklah aku kepada-Mu
Jadikan aku cenderung pada-Mu
Jadikan aku gandrung akan-Mu

Tapi bagaimana,
Dengan gelapnya hati ini,
Keinginan-Mu akanku tak dapat kubaca
Titah khusus-Mu akanku gelap saja bagiku

Tuntunlah aku Rabbku
Tunjukilah aku

30 Oct 2018 Tuhan (32)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Berjalan di dunia ini dengan hati dan pikiran selalu kepada-Mu itu susah sekali. Semua yang tampak dan ada di dunia ini bagai saringan super halus untuk memurnikan Cinta kepada-Mu.
Dengan hawa nafsu yang berkuasa bagai raja. Dengan berjuta ingin ini dan itu. Lalu jalan murni menuju-Mu pun terlupa.

Masa lalu, aku tak bisa mengubah masa lalu. Dengan berbagai kekeliruan, kebusukan dan kelalaian di dalamnya. Masa depan, aku pun tak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Hanya hari ini yang aku punya. Hanya rasa ingin kembali yang samar ini yang aku punya sekarang. Bisakah menjadi penyelamat di hari yang berat nanti? Hari dimana tidak berguna harta dan anak kecuali yang datang kepada-Mu dengan qolbun salim.

30 Oct 2018 Tuhan (31)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Wahai Rabb Haadiy
Sudilah beri contekan
Tentang apa misi hidupku
Sehingga lulus aku dalam
Jalani ujian kehidupan

Maafkanlah jawaban salah
Lipatgandakan nilai yang Kau perkenan

26 Oct 2018 Tuhan (30)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Menengok puluhan tahun ke belakang
Rasanya seperti kemarin
Apa yang tersisa hari ini?
Rasa gembira, tidak terasa gembira lagi hari ini
Rasa sedih, tidak terasa sedihnya lagi hari ini
Rasa bangga,
Ah, bangga karena apa?

Perjalanan hidup belakangan sering terkilas bagai ingatan hilang timbul.
Membayangkan hari demi hari yang berlalu nanti akan diputar lagi secara rinci. Tanpa sembunyi.

Di masa itu, hakim yang menghakimi hanya Dia Al-Hakim. Lalu apa guna penilaian-penilaian manusia, jika Kita tidak mengambil Hati-Nya?

Keberserahdirian dan kerendahatian pada-Nya adalah kunci. Allah aku berserah pada-Mu.