<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Triple The Happiness</title>
	<atom:link href="http://www.nurulnoer.com/2007/08/triple-the-happiness/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nurulnoer.com/2007/08/triple-the-happiness/</link>
	<description>It's truth, it's whole truth, and nothing but the truth. Written by me as a woman, a spouse, and a mom.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Nov 2011 19:32:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Poppie</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2007/08/triple-the-happiness/comment-page-1/#comment-71</link>
		<dc:creator>Poppie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2007 08:36:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatansinurul.blog.friendster.com/2007/08/triple-the-happiness/#comment-71</guid>
		<description>Dnikmati selagi bisa dinikmati!
Jaman ketika saya mulai bekerja sebagai staff pengajar... tidak terlalu dituntut seperti sekarang. Saya masih bisa mengatur jam mengajar saya sehingga waktu anak2 berangkat sekolah, saya masih di rumah. Bagitupun ketika mereka pulang sekolah, saya sudah di rumah dan makan malam saya masih bisa makan bersama mereka kecuali di-saat2 saya harus ikut sidang sarjana. Padahal saya mengajar di 3 perguruan tinggi (1 sebagai dosen tetap dan 2 sebagai dosen &#039;biasa di luar&#039; ha ha ha).
Alm.suami ketika itu lebih sibuk, lha wong jadi week end husband sih!! Pulang ke rumah Jum&#039;at malam, sabtu dan minggu seharian di lapangan golf....
Ketika anak2 sudah besar dan pergi jauh dari kita (2 di Melb, 1 di Belanda), mulailah suami merasa kesepian. Apalagi alm.sudah gak bisa lagi keluar kota se-enaknya akibat stroke yang diderita (meskipun kemudian sembuh). Bisa seharian hari Sabtu dan minggu nilponin anak2nya karena kesepian itu....
Saya gak tau apakah alm. bisa menikmati hari2 akhirnya dikelilingi anak2, mantu2 dan cucunya karena mendapat serangan brain stem stroke. Tapi saya bersyukur anak2 tetapi menyayangi ayahnya sampai detik2 terakhir. Bahkan anak tertua (laki satu2nya) mengorbankan hidupnya yang sudah mapan di Melb. dan mulai dari nol di Bandung ini untuk dapat menemani saya.......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dnikmati selagi bisa dinikmati!<br />
Jaman ketika saya mulai bekerja sebagai staff pengajar&#8230; tidak terlalu dituntut seperti sekarang. Saya masih bisa mengatur jam mengajar saya sehingga waktu anak2 berangkat sekolah, saya masih di rumah. Bagitupun ketika mereka pulang sekolah, saya sudah di rumah dan makan malam saya masih bisa makan bersama mereka kecuali di-saat2 saya harus ikut sidang sarjana. Padahal saya mengajar di 3 perguruan tinggi (1 sebagai dosen tetap dan 2 sebagai dosen &#8216;biasa di luar&#8217; ha ha ha).<br />
Alm.suami ketika itu lebih sibuk, lha wong jadi week end husband sih!! Pulang ke rumah Jum&#8217;at malam, sabtu dan minggu seharian di lapangan golf&#8230;.<br />
Ketika anak2 sudah besar dan pergi jauh dari kita (2 di Melb, 1 di Belanda), mulailah suami merasa kesepian. Apalagi alm.sudah gak bisa lagi keluar kota se-enaknya akibat stroke yang diderita (meskipun kemudian sembuh). Bisa seharian hari Sabtu dan minggu nilponin anak2nya karena kesepian itu&#8230;.<br />
Saya gak tau apakah alm. bisa menikmati hari2 akhirnya dikelilingi anak2, mantu2 dan cucunya karena mendapat serangan brain stem stroke. Tapi saya bersyukur anak2 tetapi menyayangi ayahnya sampai detik2 terakhir. Bahkan anak tertua (laki satu2nya) mengorbankan hidupnya yang sudah mapan di Melb. dan mulai dari nol di Bandung ini untuk dapat menemani saya&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

