27 Jun 2010 Teman Hidup
 |  Category: My Husband

Saat aku menulis ini, teman hidupku tengah beratus kilometer jaraknya. Mengemban tugas mulia yang diamanahkan di pundaknya. Kami berkembang dan mengejar mimpi bersama. Membesarkan anak-anak sebaik yang kami mampu. Mengasihi mereka dengan segenap kasih yang kami punya. Memberi kenangan indah bermakna dalam lembaran album kehidupan mereka.

Agak sulit membayangkan bagaimana hidup sendiri tanpa separuh nyawaku. Sunyi. Sendiri. Sepi. Bagai dunia kehilangan separo warna cerianya.

Padamu Sayang, kuabdikan diriku utuh.

Tulisan Lainnya

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses

  1. wah mantaB… tulisannya .. :)

  2. Cie cie cie.., LDR nih ceritanya bu…,

Leave a Reply » Log in