<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>nurulnoer.com &#187; My Family</title>
	<atom:link href="http://www.nurulnoer.com/category/my-family/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nurulnoer.com</link>
	<description>It's truth, it's whole truth, and nothing but the truth. Written by me as a woman, a spouse, and a mom.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Jun 2010 15:22:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Siklus</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/03/siklus/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/03/siklus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 22:01:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Family]]></category>
		<category><![CDATA[My Kids]]></category>
		<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=513</guid>
		<description><![CDATA[Kesibukan yang luar biasa kadang membuat kita lupa untuk menikmati hidup. Tadi pagi aku berjalan santai bersama anak-anak setelah, seingatku, nyaris 2 bulan lebih kami banyak berdiam diri di rumah dan hanya keluar ketika akhir pekan. 
Hangat rasanya diterpa mentari jam 10 pagi yang kebetulan tak bersinar terlalu garang. Kami berjalan santai sambil bercerita. Tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kesibukan yang luar biasa kadang membuat kita lupa untuk menikmati hidup. Tadi pagi aku berjalan santai bersama anak-anak setelah, seingatku, nyaris 2 bulan lebih kami banyak berdiam diri di rumah dan hanya keluar ketika akhir pekan. </p>
<p>Hangat rasanya diterpa mentari jam 10 pagi yang kebetulan tak bersinar terlalu garang. Kami berjalan santai sambil bercerita. Tentang daun dan rumput. Tentang tanah dan kupu-kupu. Tentang matahari dan bunga. Sepertinya aku yang mengajari mereka, malaikat-malaikat kecilku: Aslam, Halim dan Nuri yang tengah tenang dalam buaian. Tapi nyatanya justru aku yang banyak belajar. Aku bercerita tentang warna daun yang hijau, yang di sela-selanya ada daun yang telah kuning menua. Dan ada pula daun yang telah gugur ke atas tanah: rapuh, coklat, mengering. Tanpa sadar aku telah belajar tentang siklus hidup itu sendiri. Bagaimana kita kanak-kanak, remaja, dewasa, menua, hingga akhirnya ajal pun tiba. </p>
<p>Dadaku menghangat. Mataku berkaca. Aku terharu. Betapa Allah menaburkan tamsil pada segala sesuatu yang hadir di dunia ini. Kisah hidup daun itu sejatinya adalah kisah hidup kita juga. </p>
<p>Kita hidup dalam masa yang amat singkat: lahir, dewasa, menua. Tamsil itu telah nyata ada dalam Kitab-Nya, tapi amat sedikit orang yang mau mengambil pelajaran darinya. </p>
<p>Lumayan juga ‘oleh-oleh’ hasil jalan santai kami siang ini. Selain beberapa cemilan ringan dan minuman dingin, sedikit bekalan ajaran tauhid untuk anak-anak, aku juga membawa pulang segenggam pelajaran hidup. </p>
<p>Friday, February 05, 2010, 23.03<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/03/freed/" title="Freed">Freed</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/ask-me-to-write-not-to-speak/" title="Ask Me to Write, Not to Speak">Ask Me to Write, Not to Speak</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/01/pesan-untuk-anakku/" title="Pesan untuk Anakku">Pesan untuk Anakku</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/03/infotainment/" title="Infotainment">Infotainment</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/08/tanpa-tk/" title="Tanpa TK">Tanpa TK</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/03/siklus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesan untuk Anakku</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/01/pesan-untuk-anakku/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/01/pesan-untuk-anakku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 21:27:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Family]]></category>
		<category><![CDATA[My Kids]]></category>
		<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=507</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja di tivi kudengar berita miris tentang seorang bapak memperkosa anak angkatnya karena menonton film porno. I sudden remember about all my children. Aku resah gelisah mencemaskan bagaimana mereka melewatkan masa puber nanti dengan konsisten berpegang pada aturan Allah. 
Hampir 8 tahun usia anak tertuaku sekarang. Waktu terbang begitu cepat. Sebagai orangtua kadang kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru saja di tivi kudengar berita miris tentang seorang bapak memperkosa anak angkatnya karena menonton film porno. I sudden remember about all my children. Aku resah gelisah mencemaskan bagaimana mereka melewatkan masa puber nanti dengan konsisten berpegang pada aturan Allah. </p>
<p>Hampir 8 tahun usia anak tertuaku sekarang. Waktu terbang begitu cepat. Sebagai orangtua kadang kita tergagap menghadapi perkembangan anak-anak yang begitu pesat. Bekalan belum cukup tapi perjalanan harus berlanjut. Masa terus dipergilirkan. Masa mereka akan berbeda dari masa kita. Mungkin dahulu waktu kita kecil, belum ada orang gila yang tega menyisipkan film porno dalam film anak-anak. Mungkin dahulu waktu kita remaja, belum lazim koneksi internet yang mudah diakses setiap orang. Tapi lihat sekarang? Semua hal yang ingin kamu cari ada di dunia maya itu, Anakku. Maka pesan Bunda untukmu: pilihlah input yang baik, sehingga yang keluar darimu adalah output yang baik. Jaga dirimu dari segala hal yang sia-sia dan merusak otakmu. Bergaullah dengan teman yang positif yang dapat menjagamu dari perilaku yang merugikan orang lain. Betapa banyaknya orang yang keberadaannya di dunia ini bernilai negatif hanya karena mereka salah dalam menentukan pilihan. Mereka salah dalam memilih apa yang mereka tonton, baca, dengar, gauli, sehingga otak mereka rusak dan tidak dapat berpikir hal lain selain keburukan. Gunakan masa mudamu untuk hal-hal yang bermanfaat. Kendalikan hormon masa muda yang meletup-letup dengan menyalurkannya ke berbagai aktivitas positif. Jadikan Al-Quran dan sunnah Nabi sebagai pegangan hidup. Yakin pada diri sendiri dan jangan melulu tunduk pada apa kata orang. Tanyalah nuranimu sebelum bertindak. Bila baik, maka berkeras hatilah melaksanakannya. Bila buruk, maka berusaha kuatlah menghindarinya. Ada Bunda dan Ayah di sini yang bersedia menjadi temanmu manakala kau butuh teman. Kami berusaha untuk tidak menghakimimu bila suatu saat kau membuat pilihan yang salah. Karena kesalahan ada agar kita dapat belajar tentang yang benar. Tapi jangan juga kau marah pada kami bila apa yang kami pikir benar ternyata tidak benar bagimu, karena sebagai orangtua, kami pun masih harus banyak belajar. Kehidupan adalah sekolah yang tak mengenal kata lulus, Anakku. Aku, ayahmu, kamu dan semua orang adalah murid sekolah kehidupan yang harus terus belajar sampai tiba hari diperhitungkan amal-amal. </p>
<p>Thursday, January 14, 2010, 03.15<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/05/bosan/" title="Bosan">Bosan</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/11/focusing-on-what-important/" title="Focusing on What Important">Focusing on What Important</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/life-seeking-4/" title="Life Seeking (4)">Life Seeking (4)</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/humble-secuplik-tentang-dia/" title="Humble (Secuplik Tentang Dia)">Humble (Secuplik Tentang Dia)</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/09/si-kriwil/" title="Si Kriwil">Si Kriwil</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/01/pesan-untuk-anakku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Happy Mother&#8217;s Day</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/01/happy-mothers-day-2/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/01/happy-mothers-day-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 21:16:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Family]]></category>
		<category><![CDATA[My Kids]]></category>
		<category><![CDATA[My Self]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=501</guid>
		<description><![CDATA[Life is so full of surprices especially when you are a mom, taking a snap of nap and leaving your toddler alone. Here&#8217;s my today story. Sebelum tidur siang sebentar aku membuatkan susu untuk dua balitaku, Aslam dan Halim. &#8220;Bunda, tidur sebentar ya Nak. Kalo pipis siram yang banyak ya. Jangan berantem terus ya.&#8221;
Dan ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Life is so full of surprices especially when you are a mom, taking a snap of nap and leaving your toddler alone. Here&#8217;s my today story. Sebelum tidur siang sebentar aku membuatkan susu untuk dua balitaku, Aslam dan Halim. &#8220;Bunda, tidur sebentar ya Nak. Kalo pipis siram yang banyak ya. Jangan berantem terus ya.&#8221;</p>
<p>Dan ketika baru saja bangun, selalu ada saja &#8216;kejutan&#8217; yang kudapati. Hari ini adalah bongkahan p*p yang tersebar di beberapa tempat. Kalau aku kilas balik kejadian yang dulu-dulu, kejutannya bisa beraneka macam. Pernah aku mendapati sofa yang penuh berlumur debu dan tanah, serbuk minuman yang berserakan lengket karena tercampur dengan air seni, atau bak mandi yang putih butek (bukan bening) karena dituangi hampir sebotol bedak, dan lain sebagainya.</p>
<p>It&#8217;s never been easy of becoming a mom. Tapi dalam kebanyakan kasus itu, karena tubuhku sudah segar sehabis istirahat, maka aku bisa membereskan semuanya dengan tenang. Yang membuat uring-uringan adalah ketika aku lelah misal karena keasyikan terlalu lama duduk di depan komputer. Too much of doing something can surely makes your life imbalance.</p>
<p>Aku menulis ini dalam rangka merayakan Hari Ibu yang tepat jatuh tanggal 22 Desember. Selamat Hari Ibu, semua. Selamat menikmati suka duka menjalani peran mulia ini&#8230;</p>
<p>Surabaya, Tuesday, Dec 22, 2009, 12.35<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/04/cinta-dan-pernikahan/" title="Cinta dan Pernikahan">Cinta dan Pernikahan</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/06/makan-tuh-gengsi/" title="Makan tuh Gengsi!">Makan tuh Gengsi!</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/08/beli-suasana/" title="Beli Suasana">Beli Suasana</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/03/25-random-things-about-me/" title="25 Random Things About Me">25 Random Things About Me</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/muqollibal-quluub/" title="Muqollibal quluub">Muqollibal quluub</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/01/happy-mothers-day-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Happy Mother&#8217;s Day</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2009/12/happy-mothers-day/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2009/12/happy-mothers-day/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 16:04:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Family]]></category>
		<category><![CDATA[My Self]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[Life is so full of surprices especially when you are a mom, taking a snap of nap and leaving your toddler alone. Here&#8217;s my today story. Sebelum tidur siang sebentar aku membuatkan susu untuk dua balitaku, Aslam dan Halim. &#8220;Bunda, tidur sebentar ya Nak. Kalo pipis siram yang banyak ya. Jangan berantem terus ya.&#8221;
Dan ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Life is so full of surprices especially when you are a mom, taking a snap of nap and leaving your toddler alone. Here&#8217;s my today story.</em> Sebelum tidur siang sebentar aku membuatkan susu untuk dua balitaku, Aslam dan Halim. &#8220;Bunda, tidur sebentar ya Nak. Kalo pipis siram yang banyak ya. Jangan berantem terus ya.&#8221;</p>
<p>Dan ketika baru saja bangun, selalu ada saja &#8216;kejutan&#8217; yang kudapati. Hari ini adalah bongkahan p*p yang tersebar di beberapa tempat. Kalau aku kilas balik kejadian yang dulu-dulu, kejutannya bisa beraneka macam. Pernah aku mendapati sofa yang penuh berlumur debu dan tanah, serbuk minuman yang berserakan lengket karena tercampur dengan air seni, atau bak mandi yang putih butek (bukan bening) karena dituangi hampir sebotol bedak, dan lain sebagainya.</p>
<p><em>It&#8217;s never been easy of becoming a mom. </em>Tapi dalam kebanyakan kasus itu, karena tubuhku sudah segar sehabis istirahat, maka aku bisa membereskan semuanya dengan tenang. Yang membuat uring-uringan adalah ketika aku lelah misal karena keasyikan terlalu lama duduk di depan komputer. <em>Too much of doing something can surely makes your life imbalance.</em></p>
<p>Aku menulis ini dalam rangka merayakan Hari Ibu yang tepat jatuh tanggal 22 Desember. Selamat Hari Ibu, semua. Selamat menikmati suka duka menjalani peran mulia ini&#8230;</p>
<p>Surabaya, Tuesday, Dec 22, 2009, 12.35<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/04/nova-bu-rieny-dan-konsultasi-psikologi/" title="NOVA, Bu Rieny, dan Konsultasi Psikologi">NOVA, Bu Rieny, dan Konsultasi Psikologi</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/07/personal-life-plan/" title="Life Plan">Life Plan</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/09/7-september-8-tahun-lalu/" title="7 September, 8 Tahun Lalu">7 September, 8 Tahun Lalu</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/05/penurunan-iq-ibu-benarkah/" title="Penurunan IQ Ibu, Benarkah?">Penurunan IQ Ibu, Benarkah?</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/07/how-i-manage-my-routines/" title="How I Manage My Routines">How I Manage My Routines</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2009/12/happy-mothers-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lost Tempered</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2009/06/lost-tempered/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2009/06/lost-tempered/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 12:28:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Family]]></category>
		<category><![CDATA[My Kids]]></category>
		<category><![CDATA[My Self]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[Anak-anakku bermain bagai tak ada lelahnya hari ini. Berulang kali aku gagal menyuruh mereka tidur siang seperti biasanya. Sampai masuk petang, mereka masih asik bermain bagai tak kenal kantuk. Main air di kamar mandi. Menceburkan lego ke dalam kloset dan bak mandi. Setelah kumarahi dan kuminta keluar, arena bermain pindah ke halaman berpasir. Kenakalan khas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anak-anakku bermain bagai tak ada lelahnya hari ini. Berulang kali aku gagal menyuruh mereka tidur siang seperti biasanya. Sampai masuk petang, mereka masih asik bermain bagai tak kenal kantuk. Main air di kamar mandi. Menceburkan lego ke dalam kloset dan bak mandi. Setelah kumarahi dan kuminta keluar, arena bermain pindah ke halaman berpasir. Kenakalan khas anak-anak sebenarnya, tapi entah kesambet setan mana, aku langsung keras membentak mereka: “Ayo tidur !! Dari tadi Bunda suruh tidur ga ada yang mau tidur…”  Aku mulai bertanduk. Kemarahanku mengeskalasi begitu cepat. Aslam kurenggut keras dan kupaksa pipis, lalu kugendong ke atas kasur. Halim pun demikian. Ia menangis keras dan bergegas turun segera setelah kuangkat ke kasur. Tapi kuangkat lagi ke tempat tidur meski ia terus meronta. Alfath dengan ketakutan juga ikut naik tanpa dikomando. Mas yang sedang di ruang atas langsung turun demi mendengar kegaduhan itu. Ia segera berinisiatif mengambil alih anak-anak dan mengeloni mereka, sementara aku secepat kilat menyambar sapu dan membersihkan seluruh rumah. Benar saja, mungkin karena kelelahan, dalam lima menit semua langsung terlelap. Mas lalu berbaik hati turun tangan mencuci piring (mudah-mudahan bukan karena takut pada istri yang sedang panas, karena sungguh aku tak memintanya melakukan itu). Dalam sekejap semua beres karena aku bekerja bagai kesetanan. Menyapu lantas mengepel bersih semua. Setelah itu langsung Sholat Maghrib.</p>
<p>Dalam sholat aku menangis menyadari kekasaranku pada buah hatiku. Menyesali renggutan kasar dan bentakan yang tak sepantasnya mereka terima. Aku lantas mengunci pintu. Ingin menikmati tangisku sendiri dengan memandangi, mengelus dan menciumi mereka. Tak kubukakan pintu meski Mas mengetuk ingin masuk. Duh, wajah-wajah polos dan lugu itu…ampuni aku ya Allah, telah mengkhianati amanah yang Kau anugrahkan padaku. Zalim sekali diri ini.</p>
<p>Penyesalan memang selalu datang terlambat. Ya Allah… aku sungguh berdosa telah menyakiti hati mereka, telah menorehkan luka di jiwa bening mereka. Kata orang, penyesalan mendalam itu datang terutama ketika memandangi wajah damai anak-anak saat tertidur lelap. Dan itu juga yang kurasakan. Kupandangi wajah polos mereka satu persatu. Ya Allah…betapa jahatnya aku. Padahal jika mereka sakit, aku akan menangisinya dan bahkan rela bertukar tempat dan menanggung rasa sakit yang mereka derita. Tapi kenapa kini, justru aku yang menorehkan sakit yang meski tak tampak zhahirnya tapi pasti membekas dalam pada jiwa mereka. Allah…ampuni aku. Maafkan Bunda ya anak-anakku sayang. Mudah-mudahan lain kali, kasih sayang dan akal sehat Bunda akan mengalahkan kemarahan Bunda.</p>
<p>Saturday, June 06, 2009, 22.06<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/03/plin-plan/" title="Plin Plan">Plin Plan</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/09/selamat-ulang-tahun-anakku/" title="Selamat Ulang Tahun Anakku">Selamat Ulang Tahun Anakku</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/friday-march-42005-0315/" title="Friday, March 4,2005, 03.15">Friday, March 4,2005, 03.15</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/08/cerita-lama-tentang-aku-dan-dia/" title="Cerita Lama tentang Aku dan Dia">Cerita Lama tentang Aku dan Dia</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/06/fitrah/" title="Fitrah">Fitrah</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2009/06/lost-tempered/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suatu Sore yang Cerah</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2009/06/suatu-sore-yang-cerah/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2009/06/suatu-sore-yang-cerah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 11:25:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Family]]></category>
		<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=438</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja saya akan menuntaskan mengepel bagian belakang rumah, Si Bungsu yang tadinya asik main di luar langsung menghambur menaiki sofa dengan membawa pistol mainan yang penuh pasir. Tak lama Aslam, Si Tengah, ingin ikut masuk dengan kaki berpasir pekat. Sebelum itu terjadi saya keburu menghalaunya dengan suara keras dan menyuruhnya untuk cuci kaki di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru saja saya akan menuntaskan mengepel bagian belakang rumah, Si Bungsu yang tadinya asik main di luar langsung menghambur menaiki sofa dengan membawa pistol mainan yang penuh pasir. Tak lama Aslam, Si Tengah, ingin ikut masuk dengan kaki berpasir pekat. Sebelum itu terjadi saya keburu menghalaunya dengan suara keras dan menyuruhnya untuk cuci kaki di keran luar dan lalu segera masuk ke kamar mandi. </p>
<p>“Duh capeknya…!” Padahal tadinya mau selonjoran sebentar meluruskan kaki sambil menikmati lantai yang bersih dan wangi. Lima menit pun tak apalah. Mumpung mereka masih asik main di luar.</p>
<p>Setelah itu Si 3,5 Tahun dan Si 2 Tahun  saya biarkan main air sebentar di kamar mandi sembari saya menuntaskan mengepel. Selesai memandikan dan memakaikan baju saya mengunci kamar sebentar agar bisa tenang Sholat Ashar karena belakangan Halim suka sekali menaiki punggung ketika sujud.</p>
<p>Usai sholat saya merenung sebentar dan mencoba berpikir jernih. Lantas pikiran waras datang. <strong>Kalau ingin mengeluh, memang banyak hal yang bisa dikeluhkan. Tapi kalau saja kita ingin bersyukur, maka sungguh lebih banyak hal lagi yang bisa disyukuri</strong>. <em>Shit happens, indeed. But it’s OK.</em></p>
<p>Setelah sholat, ada rencana untuk mengajak mereka ke luar. Sore hari begini, atau sering juga pagi hari, kadangkala saya mengajak anak-anak bersepeda mengelilingi komplek mencari angin. Biasanya lantas mampir ke mini market depan perumahan untuk membeli cemilan lalu mencari tempat duduk yang nyaman untuk menikmatinya bersama-sama. Ya, kalau mau bersyukur memang banyak hal yang bisa (bahkan harus) disyukuri. Toh, saya masih bisa menghabiskan waktu bersama anak-anak. Kala jenuh, bisa bermain di luar. Kalau ingin jajan, bisa jajan tanpa harus memikirkan soal uang. Sementara ada ibu lain yang harus  bekerja di luar demi memenuhi ekonomi keluarga. Harus kehilangan sebagian waktu bersama anak-anak karena terpaksa. Tentu ibu-ibu yang bekerja demi aktualisasi diri saya kecualikan dari konteks ini.<br />
Kalaupun saat ini keadaan memaksa saya untuk mengerjakan  pekerjaan rumah sendiri tanpa asisten, toh sudah ada alat-alat modern yang memudahkan. Ada mesin cuci untuk mencuci baju. <em>Things can be a lot worse</em>. Kalau mesin cuci rusak memang mau tak mau harus mencuci sendiri. Tapi toh nasib saya masih lebih baik daripada ibu-ibu yang terpaksa harus mencucikan baju orang lain dari rumah ke rumah?</p>
<p>Sekali lagi, banyak hal yang harus disyukuri.</p>
<p>Akhirnya sore ini kami tak jadi ke luar. Sore yang cerah ini saya habiskan di rumah saja dengan menulis ini sambil menyuapi anak-anak. Sebelum ide menulis kabur (seperti yang seringkali terjadi bila tidak segera menuliskannya). Pun mereka sedang asik main bertiga di rumah sambil nonton Spongebob. Si Kecil lalu minta susu. Si Sulung meminta es teh manis dan Si Tengah minta dibikinkan keduanya. Dan saya melayaninya dengan tenang di sela-sela menulis. </p>
<p><em>Friday, June 05, 2009, 16.57</em><br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/08/cerita-lama-tentang-aku-dan-dia/" title="Cerita Lama tentang Aku dan Dia">Cerita Lama tentang Aku dan Dia</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/11/melek-asi/" title="Melek ASI">Melek ASI</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/03/how-happy-are-you/" title="How Happy Are You?">How Happy Are You?</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/11/focusing-on-what-important/" title="Focusing on What Important">Focusing on What Important</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/06/syalom-in-the-home/" title="Syalom in The Home">Syalom in The Home</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2009/06/suatu-sore-yang-cerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalan Santai Minggu Pagi</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2009/05/jalan-santai-minggu-pagi/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2009/05/jalan-santai-minggu-pagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 20:40:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Family]]></category>
		<category><![CDATA[My Marriage]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[Hari Minggu pagi aku dan Mas jalan santai  berdua saja. Mumpung ada ayah ibuku yang tengah bertandang ke sini yang bisa menjaga anak-anak. Ternyata begitu menyegarkannya aktivitas sederhana itu. Menyegarkan badan, menyegarkan jiwa, menyegarkan pikiran, juga menyegarkan hubungan kami berdua.
Setiap orang yang sudah berumah tangga pasti sesekali merasakan  kejenuhan dalam hubungan mereka, anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Minggu pagi aku dan Mas jalan santai  berdua saja. Mumpung ada ayah ibuku yang tengah bertandang ke sini yang bisa menjaga anak-anak. Ternyata begitu menyegarkannya aktivitas sederhana itu. Menyegarkan badan, menyegarkan jiwa, menyegarkan pikiran, juga menyegarkan hubungan kami berdua.</p>
<p>Setiap orang yang sudah berumah tangga pasti sesekali merasakan  kejenuhan dalam hubungan mereka, anak kadang menyita seluruh fokus dalam kehidupan sehingga kita lalu kehilangan waktu untuk pribadi, kehilangan waktu sebagai pribadi.</p>
<p>Pagi itu, dengan santai kami membicarakan rencana-rencana kami ke depan. Apa yang Mas ingin lakukan, bagaimana kira-kira cara mewujudkan rencana itu. Apa yang ingin kulakukan dan suamiku lantas memberi masukan bagaimana melakukannya. Yang mengejutkan adalah, di luar kebiasaan, kami sama sekali tidak memperbincangkan soal anak. Hanya tentang diri kami sendiri. And we not feel sorry about that. Bahkan merasa harus melakukannya secara berkala, artinya melepaskan topik tentang anak dari hidup kami sesekali. Dan kurasa itu bukanlah sifat egois. Bagaimanapun orang tua adalah pribadi yang harus bertumbuh secara utuh, terlepas dari peran mereka sebagai ‘ayah’ dan ‘ibu’. </p>
<p>Salah satu cara orang tua mengayomi dan membuat anak merasa aman adalah dengan menunjukkan hubungan kasih sayang yang kuat di antara mereka. Tapi kadang kesibukan menggerus sedikit demi sedikit hubungan itu. Seolah ‘aku’ dan ‘kamu’ tiada dan harus selalu melebur menjadi ‘kita’.</p>
<p>Sungguh menyegarkan bicara hati ke hati seperti ini. Menukik ke dalam jiwa. Karena seringkali yang kami perbincangkan hanya soal keseharian yang bersifat permukaan saja. Seperti, “Apa kegiatan di kantor hari ini?” atau “Bagaimana anak-anak hari ini?”, “Mau jalan-jalan kemana kita weekend besok?” Dan banyak lagi soal keseharian lainnya. Itu masih bagus karena berarti masih terbangun komunikasi dalam rumah tangga dan tidak saling cuek satu sama lain, tapi kurasa sesekali, kita harus menukik lebih dalam dari itu.</p>
<p><em>Written: Monday, May 24, 2009, 02.46</em> </p>
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/06/what-do-i-expect-from-a-child/" title="What Do I Expect from A Child&#8230;">What Do I Expect from A Child&#8230;</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/02/welcome-to-nurulnoercom/" title="Welcome to nurulnoer.com">Welcome to nurulnoer.com</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/tahapan-hidup/" title="Tahapan Hidup">Tahapan Hidup</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/06/ah-masku-tersayang/" title="&#8220;Ah, Masku Tersayang&#8230;&#8221;">&#8220;Ah, Masku Tersayang&#8230;&#8221;</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/04/nova-bu-rieny-dan-konsultasi-psikologi/" title="NOVA, Bu Rieny, dan Konsultasi Psikologi">NOVA, Bu Rieny, dan Konsultasi Psikologi</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2009/05/jalan-santai-minggu-pagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup Kami di Surabaya</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2009/05/hidup-kami-di-surabaya/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2009/05/hidup-kami-di-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 22:15:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=431</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa, hampir 2,5 tahun kami bermukim di Kota Pahlawan ini. Kota yang terkenal dengan hawa panasnya yang menyengat. Sejauh ini, kami sekeluarga cukup merasa betah dan nyaman berada di sini. Meskipun  nyaris tidak ada sanak saudara yang mendampingi, dan ada kerinduan pada kampung halaman yang sesekali menyelinap di hati.
Honestly, I can’t say that [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak terasa, hampir 2,5 tahun kami bermukim di Kota Pahlawan ini. Kota yang terkenal dengan hawa panasnya yang menyengat. Sejauh ini, kami sekeluarga cukup merasa betah dan nyaman berada di sini. Meskipun  nyaris tidak ada sanak saudara yang mendampingi, dan ada kerinduan pada kampung halaman yang sesekali menyelinap di hati.</p>
<p><em>Honestly, I can’t say that I love Surabaya more than Jakarta</em>. Jakarta, sebagai kampung halamanku, pastinya punya tempat tersendiri yang istimewa di hatiku. Jakarta dengan segala kesibukan dan hiruk-pikuk kehidupannya yang sangat metropolis itu. Jakarta yang tak pernah absen dari kemacetan. Jakarta yang langganan banjir di beberapa tempat bila musim penghujan tiba. Jakarta yang diklaim sebagai tempat yang paling enak dan gampang buat cari duit. </p>
<p><em>But I can’t complain also about Surabaya</em>. Surabaya adalah kota besar juga sehingga boleh dikata hampir semua yang ada di Jakarta, pasti ada pula di Surabaya. Dalam segi fasilitas, Surabaya tidak kalah dibanding Jakarta. Ditambah nilai plus bahwa, di Surabaya jarang kutemui kemacetan seperti yang lazim ada di Jakarta. Di Surabaya, biaya tol, bensin, dan parkir dapat kami tekan dengan jumlah yang signifikan di banding di Jakarta. Setelah, kupikir-pikir, kualitas hidup kami pun lebih baik dibanding waktu tinggal di Jakarta.</p>
<p>Bagi sebagian orang, hidup di Jakarta bisa berarti tua di jalan. Karena sedimikian banyaknya waktu yang dihabiskan sehari-hari untuk pergi dari rumah ke tempat kerja. Suamiku sempat mengalaminya. Waktu itu sempat selama hampir 6 bulan Mas harus pulang pergi Depok-Cikarang yang memakan waktu tempuh 2-2,5 jam sekali jalan. Berarti kira-kira 5 jam dalam sehari waktu yang dihabiskan di jalan menuju tempat kerja. Pergi pada 5.30 pagi dan baru kembali ke rumah paling cepat pukul 8 malam. Itu pun jarang, yang sering adalah pukul 9 ke atas. Dengan jadwal seperti itu, apa yang bisa diharapkan dari intensitas pertemuan dengan anak? Bahkan mencari waktu pun susah. Harus pergi begitu pagi, dan kembali ke rumah begitu larut. Pergi ketika anak masih terpejam dan kembali saat anak sudah tertidur pulas. Aku rasa, bukan kualitas hidup seperti itu yang kami inginkan. Hidup memang harus bekerja, tapi hidup (harusnya) ga melulu tentang kerja.  Anak memang butuh uang, tapi tak hanya uang. Anak  juga butuh waktu, perhatian, dan kasih sayang.</p>
<p>Sekarang di Surabaya ini, waktu tempuh suamiku ke kantor hanya 15 menit. Dia biasanya pergi jam 7 pagi dan kembali ke rumah sehabis Sholat Maghrib di kantor. Kadang memang lebih lama, tergantung kesibukan kerjanya. Tapi kadang juga lebih cepat. Tapi secara umum, kualitas dan kuantitas waktu pertemuan dengan anak jauh lebih baik. Karena stamina tubuh tidak terkuras di jalan, di rumah masih merasa segar untuk bermain dengan anak-anak. Sungguh membahagiakan melihat anak-anak bercanda suka ria di tempat tidur bersama ayahnya. Sebuah kebahagian masa kecil yang tak terbeli dan takkan pernah kembali.</p>
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/12/god-bless-you-my-dear/" title="God Bless You, My Dear &#8230;">God Bless You, My Dear &#8230;</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/wednesday-june-29-2005-0148/" title="Wednesday, June 29, 2005. 01.48">Wednesday, June 29, 2005. 01.48</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/08/aslamku/" title="Aslamku">Aslamku</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/01/tentang-usia-sekolah-part-i/" title="Tentang Usia Sekolah (Part I)">Tentang Usia Sekolah (Part I)</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/06/fitrah/" title="Fitrah">Fitrah</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2009/05/hidup-kami-di-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanpa Asisten</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2009/04/tanpa-asisten/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2009/04/tanpa-asisten/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 02:38:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Family]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa, sudah hampir 2 minggu sejak aku ‘kehilangan’ PRT ku yang sejak 2 tahun lebih ini menjadi bagian keluarga kami. Mulanya aku cukup shock dengan kepergiannya yang sangat mendadak, yang bahkan tidak kuduga 1 jam sebelumnya. Tiba-tiba she got all her things packed, ready to go. Maka kemudian aku tertatih menyesuaikan diri lagi.
Along the [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak terasa, sudah hampir 2 minggu sejak aku ‘kehilangan’ PRT ku yang sejak 2 tahun lebih ini menjadi bagian keluarga kami. Mulanya aku cukup shock dengan kepergiannya yang sangat mendadak, yang bahkan tidak kuduga 1 jam sebelumnya. Tiba-tiba <em>she <em>got all her things packed, ready to go</em></em>. Maka kemudian aku tertatih menyesuaikan diri lagi.</p>
<p><em>Along the way</em>, sampai saat ini, sudah 2 orang datang menawarkan diri untuk membantuku setengah hari tanpa menginap. Yang satu menawarkan untuk bekerja kira-kira 2-3 jam sampai pekerjaan seperti mencuci, menyetrika, dan beres-beres selesai. Sedangkan yang satu lagi, yang baru malam tadi datang kepadaku, menawarkan setengah hari penuh dari siang sampai sore hari. Hmm…tawaran yang menarik. <em>Suprisingly</em>, ketika penawaran itu datang, aku justru ragu dan mempertanyakan diri lagi apakah aku benar-benar telah sangat membutuhkan jasa mereka. Sejauh ini aku merasa masih cukup enjoy dengan kesendirianku. Anak bungsuku sudah cukup besar (26 bulan), sehingga  sudah bisa kutinggal bermain sendiri bersama abangnya, sementara aku mengerjakan pekerjaan rumah. Yang masih merepotkan hanya masalah BAB dan BAK yang masih suka sembarangan. Aku sering menaturnya setidaknya sejam sekali. Tapi ketika tiba ‘hari-hari hujan’ alias hari di mana dia sering sekali BAK dan aku mulai merasa stress ketika berualang kali harus membersihkannya, aku menyiasatinya dengan memakaikannya pospak. Sesekali saja.</p>
<p>Ada masanya ketika aku mudah sekali stress ketika tak ada bantuan asisten sama sekali. Seingatku mungkin pada saat anak keduaku masih berusia beberapa bulan. Rasanya seperti dalam keadaan ‘red alert’ setiap saat. Sangat susah untuk sejenak merasa santai tanpa dikejar-kejar pekerjaan rumah yang menyusul satu setelah yang lain. Seingatku aku tak bisa tidur nyenyak sebelum semua pekerjaan beres. Dan itu artinya mugkin saja aku masih  memaksakan diri untuk menyetrika pada jam 11 atau 12 malam, ketika sebenarnya badan sudah remuk redam.</p>
<p>But I take it more easy now. Aku menyempatkan diri untuk istirahat siang hari manakala memang merasa butuh untuk istirahat. Masa bodolah dengan pekerjaan yang segunung dan rumah yang berantakan bak kapal pecah. Toh ketika badan ini sudah segar setelah istirahat, semua insya Allah akan kuselesaikan juga dengan cepat, efektif dan efisien. Anak-anakku juga selamat dari omelanku yang rentan keluar terutama ketika badan sudah capek. Dan sekarang, aku bisa tidur malam dengan nyenyak bahkan ketika masih banyak piring kotor tergeletak <em>in my kitchen sink</em>, atau banyak baju kusut di bak setrika. Meskipun kadang-kadang akan kuselesaikan juga setelah bangun tidur jam 2 atau jam 3 dini hari. Dengan catatan kalau memang mata ini bisa terbuka dan sedang tidak merasa malas. <em>By the way</em>, aku memang pasti terbangun setiap malam rata-rata setiap 1- 1,5 jam sekali untuk membuat susu untuk bungsuku yang semalaman bisa minum sampai 8 botol. <em>And guess what</em>, seseorang memang bisa <em>be pushed to the limit </em>ketika dalam keadaan terdesak. Dulu, aku selalu melaundry bed coverku. Sekarang hitung punya hitung sudah 4 kali aku mencucinya sendiri. <em>Literally by my own hand</em>, karena memang mesin cuciku tengah rusak. Meski secara simpel saja yaitu dengan merendamnya dengan pewangi. Karena tidak terlalu kotor, hanya terkena sedikit rembesan pipis dari  diapers Halim yang sudah kepenuhan.</p>
<p><em>Well,</em> sampai saat ini, setidaknya sampai hamilku belum besar, insya Allah aku masih sanggup bekerja sendiri. Masa’ sih punya 3 anak aja ga bisa, sedangkan nenekku yang beranak 13 saja bisa. </p>
<p><em>By the way</em>, aku masih sempat buka facebook dan YM sesekali kok sebagai pelepas lelah. Just enjoy…</p>
<p><em>Sunday, April 26, 2009, 02.59</em><br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/01/pesan-untuk-anakku/" title="Pesan untuk Anakku">Pesan untuk Anakku</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/life-seeking-4/" title="Life Seeking (4)">Life Seeking (4)</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/10/all-i-can-eat/" title="All I Can Eat?">All I Can Eat?</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/06/have-you-comb-your-hair-today/" title="Have You Comb Your Hair Today?">Have You Comb Your Hair Today?</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/07/how-i-manage-my-routines/" title="How I Manage My Routines">How I Manage My Routines</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2009/04/tanpa-asisten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Our Very First Home</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2008/07/our-very-first-home/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2008/07/our-very-first-home/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 05:32:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatansinurul.blog.friendster.com/2008/07/our-very-first-home/</guid>
		<description><![CDATA[Home is where your heart belongs to. Nice quotes. Entah aku lupa pernah baca di FS nya siapa. Hayo&#8230;yang ngerasa boleh ngaku. Aku emang nyontek kok. 
Kalo home seperti makna di atas insya Allah sudah aku punyai sejak lama. In my little happy family. Maksudku sekarang adalah home secara fisik loh.
Setelah selama ini setia menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Home is where your heart belongs to. </em>Nice quotes. Entah aku lupa pernah baca di FS nya siapa. Hayo&#8230;yang ngerasa boleh ngaku. Aku emang nyontek kok. </p>
<p>Kalo <em>home </em>seperti makna di atas insya Allah sudah aku punyai sejak lama. <em>In my little happy family</em>. Maksudku sekarang adalah <em>home </em>secara fisik loh.</p>
<p>Setelah selama ini setia menjadi kontraktor, akhirnya kami memutuskan -dan alhamdulillah diberi kemampuan- untuk memiliki rumah sendiri <em>(finally!). </em>Setelah melalui beberapa proses yang agak berbelit, akhirnya terlaksanalah akad kredit pada 23 April 2008. Jadi sejauh ini berarti kami sudah mencicil sebanyak 3 kali. Tinggal 117 bulan lagi sisa cicilan (waks, ini mah banyakan yg belum ya&#8230;Still a long way to go <img src='http://www.nurulnoer.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ). Baru lunas pas anakku remaja nanti. Ya&#8230;mudah-mudahan kalo ada rejeki bisa dipercepat pelunasannya. Aamiin&#8230;</p>
<p>So, tanpa banyak kata lagi, inilah potonya sodara-sodara&#8230;.</p>
<p><a href="http://catatansinurul.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/rumah_edit_2.JPG"><img height="75" alt="Rumah_edit_2" src="http://catatansinurul.blogs.friendster.com/my_blog/images/rumah_edit_2.JPG" width="100" border="0" /></a> <a href="http://catatansinurul.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/rmh_edit_2.JPG"><img height="75" alt="Rmh_edit_2" src="http://catatansinurul.blogs.friendster.com/my_blog/images/rmh_edit_2.JPG" width="100" border="0" /></a> </p>
</p>
<p>Sebuah rumah yang mungil saja. Aslinya tipe 36/91. Tapi oleh yang empunya dulu sudah ditutup belakang dan ditingkat dengan tambahan 2 kamar di atas dan sebuah kamar mandi. Ini rumah seken yang masih terbilang baru. Bangunan tahun 2005. Harganya sih banyak yang bilang termasuk murah. Dengan renovasi seperti itu loh. Masih di bawah 200 lah. Jadi total ada 3+1 kamar tidur dan 2 kamar mandi. Ya&#8230;sementara ini cukup memadai lah untuk keluarga kecil kami. </p>
<p>Tapi rumah ini sampai sekarang belum kami tempati. Masih perlu dirapikan di sana sini. Contohnya ini nih. Tangganya belum dipasangi railing oleh yg empunya dulu.<a href="http://catatansinurul.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/dsc04842edit.JPG"><img height="75" alt="Dsc04842edit" src="http://catatansinurul.blogs.friendster.com/my_blog/images/dsc04842edit.JPG" width="100" border="0" /></a> </p>
<p>Gak safe banget kan buat anak-anak. Jadilah kita nempa railing dulu. Elah dalah ternyata setelah jadi, hasilnya tidak seperti harapan. Masih nyelos banget jerujinya. Sama juga boonk. Dasar! Siapa sih nih yang milih model&#8230;?! <em>(padaal gw sendiri, wakaka&#8230;Dasar dodol).</em></p>
<p><a href="http://catatansinurul.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/tangga_1_edit.JPG"><img height="75" alt="Tangga_1_edit" src="http://catatansinurul.blogs.friendster.com/my_blog/images/tangga_1_edit.JPG" width="100" border="0" /></a> <a href="http://catatansinurul.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/dsc05147_edit.JPG"><img height="75" alt="Dsc05147_edit" src="http://catatansinurul.blogs.friendster.com/my_blog/images/dsc05147_edit.JPG" width="100" border="0" /></a> </p>
<p>Asli deh, pas baru liat waktu belum kepasang, langsung berasa ilfil. Soalnya setelah dites dengan nyuruh Alfath mencoba lewat, langsung nyeplos aja tuh. Apalagi buat 2 krucil yang masih imut-imut. Langsung deh ilang napsu mengingat uang 3 juta lenyap tanpa sesuai harapan. Waduh, nasi dah jadi bubur, mo nempa yang baru ga mungkin kan. Emang kebanyakan duit apa. Tapi alhamdulillah, ternyata tukang nya terima complainan kita dan masih nerima perbaikan. Akhirnya dibetulin deh. dan yang paling penting: <strong><em>Free of Charge</em></strong>. Emang paling enak dapet gratisan. Jadilah hasilnya seperti ini, ga keliatan seperti tambelan kan&#8230;?!</p>
<p><a href="http://catatansinurul.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/dsc05223edit.JPG"><img height="75" alt="Dsc05223edit" src="http://catatansinurul.blogs.friendster.com/my_blog/images/dsc05223edit.JPG" width="100" border="0" /></a> <a href="http://catatansinurul.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/dsc05225edit.JPG"><img height="75" alt="Dsc05225edit" src="http://catatansinurul.blogs.friendster.com/my_blog/images/dsc05225edit.JPG" width="100" border="0" /></a> </p>
<p>Alhamdulillah&#8230;.sekarang aman deh.</p>
</p>
<p>Sementara itu, tukang cet yang satu ini agaknya sudah menyerah dan meninggalkan pekerjaan untuk diselesaikan oleh yang expert alias tukang bangunan aseli. Capek bo, udah bolak-balik tapi ga kelar-kelar. Kalo misua sih udah nyerah dari kapan tau. Katanya ga worthed banget ngecat sendiri, yang ada waktu luang untuk main bersama anak-anak di waktu libur jadi kebuang.</p>
<p>Kalo yang mau liat hasil cat an ku ini nih. Sayang cuma dikit gambarnya. Soalnya males banget harus resize gambar mulu. Gini nih punya kamera kecanggihan dengan spek melebihi kebutuhan. Pixelnya rapet banget shg filenya jadi besar dan susah di-upload. Makanya udah lama banget ga pernah upload foto yang sebenernya bejibun di komputer.</p>
<p><a href="http://catatansinurul.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/dsc05074edit.JPG"><img height="75" alt="Dsc05074edit" src="http://catatansinurul.blogs.friendster.com/my_blog/images/dsc05074edit.JPG" width="100" border="0" /></a>&nbsp; Ini yg warnanya norak banget adalah kamar Apat and the gank. Abisnya dia sendiri yang milih. Kupilihin yg lebih soft ga mau.</p>
<p><a href="http://catatansinurul.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/dsc05133edit_1.JPG"><img height="75" alt="Dsc05133edit_1" src="http://catatansinurul.blogs.friendster.com/my_blog/images/dsc05133edit_1.JPG" width="100" border="0" /></a> Ini kamar orang tua yang agak norak dikit. Ceritanya mau eksperimen dengan kamar yang <em><strong>bukan putih</strong></em> seperti kebiasaan sebelumnya.</p>
<p><a href="http://catatansinurul.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/ruang_tamu_edit_1.JPG"><img height="75" alt="Ruang_tamu_edit_1" src="http://catatansinurul.blogs.friendster.com/my_blog/images/ruang_tamu_edit_1.JPG" width="100" border="0" /></a> Untuk ruang tamu, ga berani eksperimen macem-macem dah. Cukup dengan Light Ivory Catylac ajah.Ntar mau warna macem-macem malah kebanting karena ruangannya cuma seiprit. </p>
<p>Ya lumayanlah untuk rumah pertama di daerah yang rencananya adalah (bukan) persinggahan terakhir. </p>
<p><em><span style="font-size: 0.8em">*Masih merasa bahwa Jakarta lah rumahku.</span></em></p>
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/05/jalan-santai-minggu-pagi/" title="Jalan Santai Minggu Pagi">Jalan Santai Minggu Pagi</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/09/7-september-8-tahun-lalu/" title="7 September, 8 Tahun Lalu">7 September, 8 Tahun Lalu</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/a-story/" title="A Story">A Story</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/05/penurunan-iq-ibu-benarkah/" title="Penurunan IQ Ibu, Benarkah?">Penurunan IQ Ibu, Benarkah?</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/03/a-tiny-little-thing-about-us/" title="A Tiny Little Thing About Us">A Tiny Little Thing About Us</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2008/07/our-very-first-home/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
