<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>nurulnoer.com &#187; My Self</title>
	<atom:link href="http://www.nurulnoer.com/category/my-self/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nurulnoer.com</link>
	<description>It's truth, it's whole truth, and nothing but the truth. Written by me as a woman, a spouse, and a mom.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jan 2012 10:34:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Freed</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/03/freed/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/03/freed/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 22:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[Ini bukan merk mobil, hanya sebuah pernyataan pembebasan diri. Bukan juga kata perpisahan, hanya pengasingan diri sementara waktu. Aku mulai lelah bergaul di dunia maya. Banyak yang harus dibenahi. Sekarang saatnya &#8216;turun mesin&#8217;, overhauled, semadhi or whatever you wanna call. Menarik diri, berkontemplasi, memunguti apa yang terserak. 
Lebih hangat di hati bermain bersama anak-anak. Berjalan-jalan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini bukan merk mobil, hanya sebuah pernyataan pembebasan diri. Bukan juga kata perpisahan, hanya pengasingan diri sementara waktu. Aku mulai lelah bergaul di dunia maya. Banyak yang harus dibenahi. Sekarang saatnya &#8216;turun mesin&#8217;, overhauled, semadhi or whatever you wanna call. Menarik diri, berkontemplasi, memunguti apa yang terserak. </p>
<p>Lebih hangat di hati bermain bersama anak-anak. Berjalan-jalan, menemani bermain, membacakan buku dan bercerita. Waktu bagai berlari. Bertemu Senin tiba-tiba sampai ke Minggu. Anak bungsuku tak terasa sudah 4 bulan usianya. Aku tak mau kehilangan momen-momen berharga itu. Aku akan berusaha sebisa mungkin mengaktifkan dan menguatkan myelin mereka dengan pendampingan yang aktif. Apa guna seorang ibu berada di rumah kalau tidak hadir jiwa, raga dan pikiran? </p>
<p>Aku mencermati bahwa anak-anak tak butuh mainan mahal. Mereka bahagia selama ada orang tua yang menemani dan mencurahkan seluruh perhatian. Tidak asik sendiri dengan aneka gadget super canggih sementara anak terdiam melongo tanpa ditemani. Mudah-mudahan Allah mangampuni kesalahanku yang lalu. Semoga DIA Ta&#8217;ala berkenan mengajari dan membimbingku dalam mendidik anak-anakku. Sungguh mereka adalah anugrah yang tak layak disia-siakan dan dirawat &#8217;seadanya&#8217;. Rasanya aku sudah berusaha semaksimal mungkin selama ini. Aku hanya harus memilah lagi mana yang seharusnya menjadi prioritas, dan mana yang hanya selingan saja. Dan tentu saja, urusan anak bukan sesuatu yang pantas jadi sekadar selingan. Keluarga harus selalu jadi prioritas. </p>
<p>So, this is not goodbye. You can poke me or just stopping by to say hi when you want to hear from me, my dear friends&#8230; </p>
<p>Ditulis di Sidoarjo, Thursday, February 11, 2010, 05.15-06.00, tepat ketika Nuri ulang bulan ke-4.<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/06/miris/" title="Miris">Miris</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/06/memulai-dengan-sederhana/" title="Memulai dengan Sederhana">Memulai dengan Sederhana</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/dosa-ga-benjol/" title="Dosa Ga Benjol">Dosa Ga Benjol</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/08/cerita-lama-tentang-aku-dan-dia/" title="Cerita Lama tentang Aku dan Dia">Cerita Lama tentang Aku dan Dia</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/06/reason-of-living/" title="Reason of Living">Reason of Living</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/03/freed/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siklus</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/03/siklus/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/03/siklus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 22:01:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Family]]></category>
		<category><![CDATA[My Kids]]></category>
		<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=513</guid>
		<description><![CDATA[Kesibukan yang luar biasa kadang membuat kita lupa untuk menikmati hidup. Tadi pagi aku berjalan santai bersama anak-anak setelah, seingatku, nyaris 2 bulan lebih kami banyak berdiam diri di rumah dan hanya keluar ketika akhir pekan. 
Hangat rasanya diterpa mentari jam 10 pagi yang kebetulan tak bersinar terlalu garang. Kami berjalan santai sambil bercerita. Tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kesibukan yang luar biasa kadang membuat kita lupa untuk menikmati hidup. Tadi pagi aku berjalan santai bersama anak-anak setelah, seingatku, nyaris 2 bulan lebih kami banyak berdiam diri di rumah dan hanya keluar ketika akhir pekan. </p>
<p>Hangat rasanya diterpa mentari jam 10 pagi yang kebetulan tak bersinar terlalu garang. Kami berjalan santai sambil bercerita. Tentang daun dan rumput. Tentang tanah dan kupu-kupu. Tentang matahari dan bunga. Sepertinya aku yang mengajari mereka, malaikat-malaikat kecilku: Aslam, Halim dan Nuri yang tengah tenang dalam buaian. Tapi nyatanya justru aku yang banyak belajar. Aku bercerita tentang warna daun yang hijau, yang di sela-selanya ada daun yang telah kuning menua. Dan ada pula daun yang telah gugur ke atas tanah: rapuh, coklat, mengering. Tanpa sadar aku telah belajar tentang siklus hidup itu sendiri. Bagaimana kita kanak-kanak, remaja, dewasa, menua, hingga akhirnya ajal pun tiba. </p>
<p>Dadaku menghangat. Mataku berkaca. Aku terharu. Betapa Allah menaburkan tamsil pada segala sesuatu yang hadir di dunia ini. Kisah hidup daun itu sejatinya adalah kisah hidup kita juga. </p>
<p>Kita hidup dalam masa yang amat singkat: lahir, dewasa, menua. Tamsil itu telah nyata ada dalam Kitab-Nya, tapi amat sedikit orang yang mau mengambil pelajaran darinya. </p>
<p>Lumayan juga ‘oleh-oleh’ hasil jalan santai kami siang ini. Selain beberapa cemilan ringan dan minuman dingin, sedikit bekalan ajaran tauhid untuk anak-anak, aku juga membawa pulang segenggam pelajaran hidup. </p>
<p>Friday, February 05, 2010, 23.03<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/11/jin-kura-kura/" title="Jin Kura-kura">Jin Kura-kura</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/tragic-story-sebuah-rekaan-based-on-a-true-story/" title="Tragic Story: Sebuah Rekaan based on A True Story">Tragic Story: Sebuah Rekaan based on A True Story</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/apalah-arti-sebuah-nama/" title="Apalah Arti Sebuah Nama">Apalah Arti Sebuah Nama</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/06/ah-masku-tersayang/" title="&#8220;Ah, Masku Tersayang&#8230;&#8221;">&#8220;Ah, Masku Tersayang&#8230;&#8221;</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/03/plin-plan/" title="Plin Plan">Plin Plan</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/03/siklus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OWN The NOW</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/03/own-the-now/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/03/own-the-now/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 22:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=511</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kebijaksanaan terbesar dalam pembelajaran kehidupan adalah bagaimana menjadi ‘manusia hari ini’. Sepemahamanku per saat ini, itu berarti menjadi total dan fokus pada segala apa yang dihadirkan Allah pada saat ini. Menjalani itu sungguh bukan hal yang mudah. Pikiran senantiasa berlari dengan betikan ide yang berganti demikian cepat, switching in nano seconds perhaps. Sehingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu kebijaksanaan terbesar dalam pembelajaran kehidupan adalah bagaimana menjadi ‘manusia hari ini’. Sepemahamanku per saat ini, itu berarti menjadi total dan fokus pada segala apa yang dihadirkan Allah pada saat ini. Menjalani itu sungguh bukan hal yang mudah. Pikiran senantiasa berlari dengan betikan ide yang berganti demikian cepat, <em>switching in nano seconds perhaps</em>. Sehingga kadang kita lupa pada ‘sekarang’ dan terus-menerus mengejar ‘nanti’. Belum apa-apa sudah mencemaskan yang terjadi esok sehingga melemahkan upaya kita untuk berbuat yang terbaik hari ini. Belum apa-apa sudah kuatir ini itu sehingga luput mensyukuri segala nikmat hari ini. </p>
<p>Kearifan ajaran Nabi SAW sebenarnya mengajarkan tentang ini semua. Bagaimana untuk sholat yang khusyu’ dengan pikiran hanya tertumpu pada Allah semata (tidak sepertiku yang dalam sholat masih berpikir sehabis ini mau berbuat apa). Nabi mencontohkan bagaimana menghadapkan seluruh tubuh dan wajah ketika berbicara dengan orang lain sehingga lawan bicara sampai-sampai merasa bahwa dialah orang yang paling dicintai Nabi. Tidak sepertiku yang sering ‘menyambi’ anak dengan keasikan pada aktivitasku sendiri. Sering abai menyimak obrolan mereka dengan seksama dan tidak menghadirkan diriku utuh saat tengah bermain bersama mereka. Suka lupa bagaimana <em>really enjoying time with them without worrying other stuff</em>. Suka lupa memasang wajah ceria dan penuh senyum pada anak-anak karena ruwet dengan segudang urusan hari ini.</p>
<p>Nabi mengajarkan untuk tidak berpanjang angan-angan karena manusia yang hidup pagi ini tidak sedikitpun boleh merasa aman bahwa ia akan tetap hidup nanti sore. Absurd memang bagaimana kita mencemaskan tingginya biaya pendidikan perguruan tinggi anak-anak kita sementara mereka masuk TK saja belum. Akhirnya kita tak pernah lepas dari kekhawatiran akan nasib masa depan dan sulit untuk menikmati karunia hidup saat ini.</p>
<p>Ini PR sekolah kehidupan yang tak pernah usai selama nyawa masih dikandung badan: <em>how to live your precious life with a self consciousness</em><strong>.</p>
<p>Sunday, January 31, 2010, 01.47<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/06/miris/" title="Miris">Miris</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/04/nova-bu-rieny-dan-konsultasi-psikologi/" title="NOVA, Bu Rieny, dan Konsultasi Psikologi">NOVA, Bu Rieny, dan Konsultasi Psikologi</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/wednesday-june-29-2005-0148/" title="Wednesday, June 29, 2005. 01.48">Wednesday, June 29, 2005. 01.48</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/01/tentang-usia-sekolah-part-ii/" title="Tentang Usia Sekolah (Part II)">Tentang Usia Sekolah (Part II)</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/11/jin-kura-kura/" title="Jin Kura-kura">Jin Kura-kura</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/03/own-the-now/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Plin Plan</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/03/plin-plan/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/03/plin-plan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 21:56:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Self]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[Lately I feel very thin. Suka kurang fokus dan bagai lemah tanpa daya. Bisa dikira sebabnya apa kan? Terlalu letih lelah kurang tidur kurang makan banyak kerja. I think I am forcing my self too much. Overload. Overwhelmed.
Kalau siang ketika keadaan rumah tengah huru hara berantakan aku ingin sekali memanggil assistant on demand yang pernah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lately I feel very thin. Suka kurang fokus dan bagai lemah tanpa daya. Bisa dikira sebabnya apa kan? Terlalu letih lelah kurang tidur kurang makan banyak kerja. I think I am forcing my self too much. Overload. Overwhelmed.</p>
<p>Kalau siang ketika keadaan rumah tengah huru hara berantakan aku ingin sekali memanggil assistant on demand yang pernah sekali datang ke rumah. Tapi dia tidak bisa dihubungi siang hari karena tidak memegang HP. HP ada di tangan suaminya. Ketika malam ketika HPnya nyambung, keadaan rumahku sudah rapi sehingga niat minta bantuan pupus lagi. Begitu terus selama berhari-hari. Berbulan-bulan sampai akhirnya hingga kini aku masih saja sendiri.</p>
<p>Entah kenapa, aku harus berpikir berulang kali ketika akan memencet tombol HP untuk minta bantuan. Bukan, bukan karena sayang pada rupiah yang akan keluar. Tapi -this is my bad- agak sulit menerima cara kerja orang lain. Semua harus pake &#8216;cara gue&#8217;. Which is impossible kecuali aku bisa menduplikasi diri dengan mengkloning. Pepatah Arab yang pernah kupelajari di pesantren dulu mengatakan bahwa: man tholaba akhon bilaa &#8216;aibin baqiya bilaa akhin. Barang siapa mencari teman yang tak bercela cacat maka mustahil akan menemukan teman. Yaa&#8230;demikianlah kira-kira keadaanku.</p>
<p>Padahal banyak rencana-rencana masa depan yang ingin aku wujudkan, yang pastinya agak sulit terlaksana bila kondisiku masih terus begini. Mas berulang kali bilang, delegasikan pekerjaan yang bisa dikerjakan orang lain. Tapi kok ya susah. Aku suka kesal bila melihat cucian yang sedikit bernoda karena, misalnya, ART kurang kuat menyikat. Padahal &#8216;kesalahan&#8217; serupa sering aku perbuat dan aku tidak menjadi kesal karenanya (mana mungkin kesal pada diri sendiri?). I have to learn a lot to let go. Not to be so perfectionist. Tapi kok ya susah. Ini perjuanganku sekarang.</p>
<p>Aku mencermati bahwa diriku termasuk tipe &#8216;all or none&#8217;. Kukerjakan total atau tidak sama sekali. Kalau sedang rajin semua kukerjakan dengan rapi detil. Tapi kalau sedang malas, bisa tak kulirik sama sekali.<br />
Kalau rajin semua baju kucuci manual. Kalo malas, bahkan clodi pun sekarang masuk ke mesin.</p>
<p>Aku tahu aku bukan pemalas. Aku sudah sangat kuat berusaha. Tapi memang beban kerjaku kelewat berat. Aku tahu itu. Tapi tetap saja ego yang menang. Merasa bisa meng-handle semua sendiri. I really have to learn to let go.</p>
<p>Jadi sampai sekarang masih plin plan. Pake ART, ngga, pake, ngga, tokek, tokek. Haha&#8230;</p>
<p>Sunday, January 17, 2010, 21.13<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/09/being-with-you/" title="Being With You">Being With You</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/08/beli-suasana/" title="Beli Suasana">Beli Suasana</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/06/istimewa/" title="Istimewa">Istimewa</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/10/premonition/" title="Premonition">Premonition</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/05/jalan-santai-minggu-pagi/" title="Jalan Santai Minggu Pagi">Jalan Santai Minggu Pagi</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/03/plin-plan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesan untuk Anakku</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/01/pesan-untuk-anakku/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/01/pesan-untuk-anakku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 21:27:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Family]]></category>
		<category><![CDATA[My Kids]]></category>
		<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=507</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja di tivi kudengar berita miris tentang seorang bapak memperkosa anak angkatnya karena menonton film porno. I sudden remember about all my children. Aku resah gelisah mencemaskan bagaimana mereka melewatkan masa puber nanti dengan konsisten berpegang pada aturan Allah. 
Hampir 8 tahun usia anak tertuaku sekarang. Waktu terbang begitu cepat. Sebagai orangtua kadang kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru saja di tivi kudengar berita miris tentang seorang bapak memperkosa anak angkatnya karena menonton film porno. I sudden remember about all my children. Aku resah gelisah mencemaskan bagaimana mereka melewatkan masa puber nanti dengan konsisten berpegang pada aturan Allah. </p>
<p>Hampir 8 tahun usia anak tertuaku sekarang. Waktu terbang begitu cepat. Sebagai orangtua kadang kita tergagap menghadapi perkembangan anak-anak yang begitu pesat. Bekalan belum cukup tapi perjalanan harus berlanjut. Masa terus dipergilirkan. Masa mereka akan berbeda dari masa kita. Mungkin dahulu waktu kita kecil, belum ada orang gila yang tega menyisipkan film porno dalam film anak-anak. Mungkin dahulu waktu kita remaja, belum lazim koneksi internet yang mudah diakses setiap orang. Tapi lihat sekarang? Semua hal yang ingin kamu cari ada di dunia maya itu, Anakku. Maka pesan Bunda untukmu: pilihlah input yang baik, sehingga yang keluar darimu adalah output yang baik. Jaga dirimu dari segala hal yang sia-sia dan merusak otakmu. Bergaullah dengan teman yang positif yang dapat menjagamu dari perilaku yang merugikan orang lain. Betapa banyaknya orang yang keberadaannya di dunia ini bernilai negatif hanya karena mereka salah dalam menentukan pilihan. Mereka salah dalam memilih apa yang mereka tonton, baca, dengar, gauli, sehingga otak mereka rusak dan tidak dapat berpikir hal lain selain keburukan. Gunakan masa mudamu untuk hal-hal yang bermanfaat. Kendalikan hormon masa muda yang meletup-letup dengan menyalurkannya ke berbagai aktivitas positif. Jadikan Al-Quran dan sunnah Nabi sebagai pegangan hidup. Yakin pada diri sendiri dan jangan melulu tunduk pada apa kata orang. Tanyalah nuranimu sebelum bertindak. Bila baik, maka berkeras hatilah melaksanakannya. Bila buruk, maka berusaha kuatlah menghindarinya. Ada Bunda dan Ayah di sini yang bersedia menjadi temanmu manakala kau butuh teman. Kami berusaha untuk tidak menghakimimu bila suatu saat kau membuat pilihan yang salah. Karena kesalahan ada agar kita dapat belajar tentang yang benar. Tapi jangan juga kau marah pada kami bila apa yang kami pikir benar ternyata tidak benar bagimu, karena sebagai orangtua, kami pun masih harus banyak belajar. Kehidupan adalah sekolah yang tak mengenal kata lulus, Anakku. Aku, ayahmu, kamu dan semua orang adalah murid sekolah kehidupan yang harus terus belajar sampai tiba hari diperhitungkan amal-amal. </p>
<p>Thursday, January 14, 2010, 03.15<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/06/master-of-ceremony/" title="Master of Ceremony">Master of Ceremony</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/03/infotainment/" title="Infotainment">Infotainment</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/07/my-new-bike/" title="My New Bike">My New Bike</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/pembantu-juga-manusia/" title="Pembantu Juga Manusia">Pembantu Juga Manusia</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/01/part-of-my-2010-resolutions/" title="Part of My 2010 Resolutions">Part of My 2010 Resolutions</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/01/pesan-untuk-anakku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Part of My 2010 Resolutions</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/01/part-of-my-2010-resolutions/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/01/part-of-my-2010-resolutions/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 21:25:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=505</guid>
		<description><![CDATA[Pikiran yang mengusikku belakangan adalah aku terlalu berlebih-lebihan dalam banyak hal. Aku memperhatikan bahwa kebutuhan dasar manusia sebenarnya sedikit saja bila ia tidak rakus dan bisa menahan diri. Misalnya dalam soal pakaian. Aku memperhatikan bahwa yang baju harian yang dikenakan anakku hanya itu-itu saja, mungkin hanya berputar-putar di 4 baju teratas dari tumpukan bajunya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pikiran yang mengusikku belakangan adalah aku terlalu berlebih-lebihan dalam banyak hal. Aku memperhatikan bahwa kebutuhan dasar manusia sebenarnya sedikit saja bila ia tidak rakus dan bisa menahan diri. Misalnya dalam soal pakaian. Aku memperhatikan bahwa yang baju harian yang dikenakan anakku hanya itu-itu saja, mungkin hanya berputar-putar di 4 baju teratas dari tumpukan bajunya yang seabreg. Kering pake, kering pake. Ada orang bilang justru baju rombeng-rombeng yang nyaman dipakai karena dingin dan adem. Lantas baju lainnya kebanyakan hanya menganggur saja. </p>
<p>Peter Walsh, organizational expert yang sering menjadi nara sumber di Oprah Show, juga pengarang buku “It’s All Too Much” mengatakan bahwa, coba lihat isi lemari Anda. Apa yang tidak pernah Anda pakai selama setahun terakhir singkirkanlah. Bisa dengan menyumbangkannya atau menjualnya (kalau di AS garage sale adalah hal yang lumrah). Bila anda membeli 1 baju baru, maka 1 baju lama harus keluar. Aku berpikir sekarang ini justru orang Barat yang mengikuti wisdom of Islam, mengikuti sunnah Rasulullah. Aku pernah membaca bahwa Umar bin Khattab ra. hanya mempunyai 4 helai pakaian. Bila Beliau mendapat 1 baju, maka 1 baju lamanya diberikan kepada yang lebih butuh. </p>
<p>Resolusi 2010 ku adalah aku harus lebih banyak berbagi. Agar kecintaanku pada dunia bisa pupus sedikit demi sedikit. Belakangan nafsu belanjaku terutama dalam hal pakaian memang agak memudar. Sebenarnya dari dulu pun aku bukan orang yang segitunya dalam hal pakaian, tapi sekarang ini lebih ga bernafsu lagi. Yang ada saja sudah banyak, buat apa menambah yang baru lagi? So you are right, aku sama sekali bukan teman belanja yang asik. Yang doyan ngalor ngidul belanja mata di gerai pakaian dan factory outlet. Bukan di situ tempatku. </p>
<p>Sumbangkanlah apa yang berlebih. Karena apa yang menurutmu sampah, bisa jadi adalah harta karun di tangan orang lain. Buat apa menyimpan apa yang tak terpakai, lebih baik jadi bekal di negeri akhirat kelak. Lebih banyak berbagi, adalah part of my 2010 resolutions. </p>
<p>Monday, January 04, 2010, 02.15<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/dosa-ga-benjol/" title="Dosa Ga Benjol">Dosa Ga Benjol</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/06/life-seeking-3/" title="Life Seeking 3">Life Seeking 3</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/05/bosan/" title="Bosan">Bosan</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/11/focusing-on-what-important/" title="Focusing on What Important">Focusing on What Important</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/05/jalan-santai-minggu-pagi/" title="Jalan Santai Minggu Pagi">Jalan Santai Minggu Pagi</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/01/part-of-my-2010-resolutions/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masalahku adalah Jalan Rejeki Bagi Orang Lain</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/01/masalahku-adalah-jalan-rejeki-bagi-orang-lain/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/01/masalahku-adalah-jalan-rejeki-bagi-orang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 21:22:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=503</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu minggu  lalu, mesin cuci kami rusak. Penyebabnya sepele saja. Paginya aku mencuci keset biru tebal berserabut. Karena sekarang musim penghujan, maka menurut perkiraanku keset tebal itu akan lama kering bila dicuci manual saja tanpa pengering. Ternyata tanpa disangka, kerontokan serabutnya sangat parah. Terbukti dari air bilasan penuh bulu yang keluar. Benar saja, setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu minggu  lalu, mesin cuci kami rusak. Penyebabnya sepele saja. Paginya aku mencuci keset biru tebal berserabut. Karena sekarang musim penghujan, maka menurut perkiraanku keset tebal itu akan lama kering bila dicuci manual saja tanpa pengering. Ternyata tanpa disangka, kerontokan serabutnya sangat parah. Terbukti dari air bilasan penuh bulu yang keluar. Benar saja, setelah mesin berhenti ternyata air masih menggenang di dalam. Pasti ada saluran yang mampat. Siang itu, kami memanggil tukang servis langganan yang sudah kami percaya. Bapak ini tampaknya penjual jasa yang jujur. Tidak mengatakan rusak apa-apa yang memang tidak rusak. Karena ada sebagian teknisi yang nakal, &#8216;memanfaatkan&#8217; ketidakmengertian customer soal mesin dengan menggonta ganti spare part yang sebenarnya tidak perlu diganti.</p>
<p>Aku jadi berpikir, betapa sempurnanya Allah mengatur pembagian rejeki makhluk-Nya. Jalannya sangat bermacam dan berliku. Siapa yang menggerakkan hatiku untuk mencuci keset pagi itu kalau bukan Allah?<br />
Instead of ngomel karena rusaknya mesin merepotkan kerjaku, aku mencoba melihat dari perspektif lain bahwa itu adalah jalan rejeki bagi orang lain. Sejumlah uang mungkin tak seberapa artinya bagi kita, tapi bisa jadi itu adalah uang makan beberapa hari bagi orang lain.</p>
<p>Maka  kini aku belajar untuk tidak mengeluh. Bila suatu saat kacamataku bengkok karena dimainkan anak-anak. Bila suatu saat sendalku putus di tengah jalan. Bila rumput di halamanku tumbuh sangat subur dalam waktu cepat. Bila suatu saat hariku kacau dan aku butuh bantuan orang lain. Aku harus selalu ingat bahwa masalahku adalah jalan rejeki bagi orang lain.</p>
<p>Sunday, January 3, 2010, 17.45<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/11/what-is-the-hardest-part-of-having-a-baby/" title="What Is The Hardest Part of Having A Baby?">What Is The Hardest Part of Having A Baby?</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/dosa-ga-benjol/" title="Dosa Ga Benjol">Dosa Ga Benjol</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/01/happy-mothers-day-2/" title="Happy Mother&#8217;s Day">Happy Mother&#8217;s Day</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/01/tentang-usia-sekolah-part-ii/" title="Tentang Usia Sekolah (Part II)">Tentang Usia Sekolah (Part II)</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/04/malik-bin-dinar/" title="Malik bin Dinar">Malik bin Dinar</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/01/masalahku-adalah-jalan-rejeki-bagi-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Happy Mother&#8217;s Day</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/01/happy-mothers-day-2/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/01/happy-mothers-day-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 21:16:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Family]]></category>
		<category><![CDATA[My Kids]]></category>
		<category><![CDATA[My Self]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=501</guid>
		<description><![CDATA[Life is so full of surprices especially when you are a mom, taking a snap of nap and leaving your toddler alone. Here&#8217;s my today story. Sebelum tidur siang sebentar aku membuatkan susu untuk dua balitaku, Aslam dan Halim. &#8220;Bunda, tidur sebentar ya Nak. Kalo pipis siram yang banyak ya. Jangan berantem terus ya.&#8221;
Dan ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Life is so full of surprices especially when you are a mom, taking a snap of nap and leaving your toddler alone. Here&#8217;s my today story. Sebelum tidur siang sebentar aku membuatkan susu untuk dua balitaku, Aslam dan Halim. &#8220;Bunda, tidur sebentar ya Nak. Kalo pipis siram yang banyak ya. Jangan berantem terus ya.&#8221;</p>
<p>Dan ketika baru saja bangun, selalu ada saja &#8216;kejutan&#8217; yang kudapati. Hari ini adalah bongkahan p*p yang tersebar di beberapa tempat. Kalau aku kilas balik kejadian yang dulu-dulu, kejutannya bisa beraneka macam. Pernah aku mendapati sofa yang penuh berlumur debu dan tanah, serbuk minuman yang berserakan lengket karena tercampur dengan air seni, atau bak mandi yang putih butek (bukan bening) karena dituangi hampir sebotol bedak, dan lain sebagainya.</p>
<p>It&#8217;s never been easy of becoming a mom. Tapi dalam kebanyakan kasus itu, karena tubuhku sudah segar sehabis istirahat, maka aku bisa membereskan semuanya dengan tenang. Yang membuat uring-uringan adalah ketika aku lelah misal karena keasyikan terlalu lama duduk di depan komputer. Too much of doing something can surely makes your life imbalance.</p>
<p>Aku menulis ini dalam rangka merayakan Hari Ibu yang tepat jatuh tanggal 22 Desember. Selamat Hari Ibu, semua. Selamat menikmati suka duka menjalani peran mulia ini&#8230;</p>
<p>Surabaya, Tuesday, Dec 22, 2009, 12.35<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/11/jin-kura-kura/" title="Jin Kura-kura">Jin Kura-kura</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/02/surat-surat-itu-1/" title="Surat-Surat Itu&#8230; (1)">Surat-Surat Itu&#8230; (1)</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/01/masalahku-adalah-jalan-rejeki-bagi-orang-lain/" title="Masalahku adalah Jalan Rejeki Bagi Orang Lain">Masalahku adalah Jalan Rejeki Bagi Orang Lain</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/06/suatu-sore-yang-cerah/" title="Suatu Sore yang Cerah">Suatu Sore yang Cerah</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/03/own-the-now/" title="OWN The NOW">OWN The NOW</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/01/happy-mothers-day-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cita-cita yang Tak Pernah Padam</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/01/cita-cita-yang-tak-pernah-padam/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/01/cita-cita-yang-tak-pernah-padam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 21:57:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Self]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=496</guid>
		<description><![CDATA[Cita-citaku yang tak pernah padam adalah aku ingin sekali menjadi penulis dengan karya yang diterbitkan. Aku tak pernah berniat menjadi pedagang seperti yang sementara ini sibuk kulakoni. Aku tak pernah berniat jadi guru seperti yang pernah kujalani beberapa tahun yang lalu. Setelah kucermati benar-benar, aku hanya ingin menjadi penulis. 
Sudah sejak lama sekali aku menulis. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cita-citaku yang tak pernah padam adalah aku ingin sekali menjadi penulis dengan karya yang diterbitkan. Aku tak pernah berniat menjadi pedagang seperti yang sementara ini sibuk kulakoni. Aku tak pernah berniat jadi guru seperti yang pernah kujalani beberapa tahun yang lalu. Setelah kucermati benar-benar, aku hanya ingin menjadi penulis. </p>
<p>Sudah sejak lama sekali aku menulis. Mulai dari diary kecil-kecilan sejak SD. Lalu diary berisi roman picisan ketika memasuki saat puber ketika Tsanawiyah (SMP). Lalu diary tentang segala pernak-pernik kehidupan dan pencarian jati diri di SMA. Di SMA juga aku mulai aktif menulis di Sie Penerbitan ROHIS yang menerbitkan bulletin Islam. Seingatku, dulu aku nyaris tak pernah belajar kecuali menyendiri mengutak-atik kata untuk tulisan yang akan diterbitkan sebulan sekali.</p>
<p>Masuk jenjang kuliah pun kurang lebih sama. Aku bergabung menjadi bagian redaksi di sebuah bulletin bernafaskan Islam bernama Filosofia, yang digagas oleh seorang teman yang akhirnya menjadi suamiku sekarang. Bulletin itu dicetak terbatas untuk kalangan mahasiswa UI waktu itu.</p>
<p>Ketika menikah aku sempat vakum menulis diary. Baru ketika memasuki 2004 aku mulai menulis lagi. Kali ini medianya berpindah. Tidak lagi menulis di buku, tapi langsung di komputer. </p>
<p>Aku menemukan bahwa menulis bisa menjadi terapi yang luar biasa efektif bagiku. It’s just like my own little sanctuary. Tempatku berteduh sejenak dari hiruk pikuk dunia yang meletihkan. Kepenatan dan kesusahan dalam hidup bisa mendadak menguap begitu aku terhanyut dalam menulis. Aku bisa terkikik sendiri bak orang sinting atau malah menangis berderai air mata saat menulis. </p>
<p>Tahun 2007 aku mulai terhubung dengan dunia internet. Waktu itu yang tengah marak adalah Friendster. Maka aku mulai mempublish satu persatu tulisanku diblog Friendster. Tak dinyana sambutannya positif. Beberapa teman menyarankan untuk dibukukan. Setiap kali ada yang mengatakan bahwa tulisanku bagus, or at least it means something to them, semangatku untuk membuat buku langsung terbakar. Tapi mungkin aku kurang gigih dan berkeras hati untuk serius mewujudkan itu. Kesibukan dan rutinitas sehari-hari seringkali mengubur mimpi itu.</p>
<p>Tahun 2008 aku akhirnya mengirimkan naskah ke sebuah penerbit yang gencar menerbitkan buku-buku Islam. Tapi responnya nihil. Mungkin naskahku cuma menjadi onggokan kertas di atas meja mereka (atau mungkin malah sudah berakhir di tempat sampah?) Akhirnya mimpi itu terkubur lagi.</p>
<p>Baru-baru ini ada beberapa teman lagi yang menyemangatiku. Mereka mengatakan bahwa mereka adalah pembaca setia tulisanku dan lagi-lagi menyarankan agar aku membukukan tulisanku. Duh, tersanjung rasanya. Tanpa maksud bangga diri dan besar kepala, tapi aku berangan seandainya tulisanku ini diterbitkan dan dibaca oleh lebih banyak orang, mungkin ada yang merasa terinspirasi dengan cerita keseharianku sebagai diri pribadi, wanita, istri dan ibu. As simple as that.</p>
<p>Belakangan aku mulai mensearching tentang percetakan indie. Yang membantu menerbitkan buku secara independen. Tapi sejauh ini belum ada respon jelas. Sebenarnya aku sangat ingin serius menggarap proyek buku ini. Sebelum niat ini kembali redup dan padam. Tapi tampaknya saat ini aku belum bisa berharap banyak. Suamiku punya rencana dan mimpi sendiri yang tak tega kuganggu gugat. Aku pun tenggelam dalam kesibukan mengurus keempat anak kami yang masih kecil. Sebenarnya aku sangat berharap 2010 ini bisa menjadi tahun di mana aku berhasil mewujudkan mimpiku. Hanya Allah tempatku berharap. As a wise man says: &#8220;Jangan pernah berhenti berharap! Mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari&#8230;&#8221;</p>
<p>Tuesday, January 05, 2010, 04.05</p>
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/new-year%e2%80%99s-eve-jan-12005-140/" title="New Year’s Eve, Jan 1,2005 ; 1.40">New Year’s Eve, Jan 1,2005 ; 1.40</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/ask-me-to-write-not-to-speak/" title="Ask Me to Write, Not to Speak">Ask Me to Write, Not to Speak</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/06/makan-tuh-gengsi/" title="Makan tuh Gengsi!">Makan tuh Gengsi!</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/01/awas-mitos-selingkuh/" title="Awas Mitos Selingkuh!">Awas Mitos Selingkuh!</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/04/am-i-a-good-mother/" title="Am I a Good Mother?">Am I a Good Mother?</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/01/cita-cita-yang-tak-pernah-padam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Happy Mother&#8217;s Day</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2009/12/happy-mothers-day/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2009/12/happy-mothers-day/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 16:04:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Family]]></category>
		<category><![CDATA[My Self]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[Life is so full of surprices especially when you are a mom, taking a snap of nap and leaving your toddler alone. Here&#8217;s my today story. Sebelum tidur siang sebentar aku membuatkan susu untuk dua balitaku, Aslam dan Halim. &#8220;Bunda, tidur sebentar ya Nak. Kalo pipis siram yang banyak ya. Jangan berantem terus ya.&#8221;
Dan ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Life is so full of surprices especially when you are a mom, taking a snap of nap and leaving your toddler alone. Here&#8217;s my today story.</em> Sebelum tidur siang sebentar aku membuatkan susu untuk dua balitaku, Aslam dan Halim. &#8220;Bunda, tidur sebentar ya Nak. Kalo pipis siram yang banyak ya. Jangan berantem terus ya.&#8221;</p>
<p>Dan ketika baru saja bangun, selalu ada saja &#8216;kejutan&#8217; yang kudapati. Hari ini adalah bongkahan p*p yang tersebar di beberapa tempat. Kalau aku kilas balik kejadian yang dulu-dulu, kejutannya bisa beraneka macam. Pernah aku mendapati sofa yang penuh berlumur debu dan tanah, serbuk minuman yang berserakan lengket karena tercampur dengan air seni, atau bak mandi yang putih butek (bukan bening) karena dituangi hampir sebotol bedak, dan lain sebagainya.</p>
<p><em>It&#8217;s never been easy of becoming a mom. </em>Tapi dalam kebanyakan kasus itu, karena tubuhku sudah segar sehabis istirahat, maka aku bisa membereskan semuanya dengan tenang. Yang membuat uring-uringan adalah ketika aku lelah misal karena keasyikan terlalu lama duduk di depan komputer. <em>Too much of doing something can surely makes your life imbalance.</em></p>
<p>Aku menulis ini dalam rangka merayakan Hari Ibu yang tepat jatuh tanggal 22 Desember. Selamat Hari Ibu, semua. Selamat menikmati suka duka menjalani peran mulia ini&#8230;</p>
<p>Surabaya, Tuesday, Dec 22, 2009, 12.35<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/06/makan-tuh-gengsi/" title="Makan tuh Gengsi!">Makan tuh Gengsi!</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/my-worry/" title="My Worry">My Worry</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/tak-habis-pikir-1/" title="Tak Habis Pikir (1)">Tak Habis Pikir (1)</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/03/plin-plan/" title="Plin Plan">Plin Plan</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/09/si-kriwil/" title="Si Kriwil">Si Kriwil</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2009/12/happy-mothers-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

