<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>nurulnoer.com &#187; Refleksi</title>
	<atom:link href="http://www.nurulnoer.com/category/refleksi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nurulnoer.com</link>
	<description>It's truth, it's whole truth, and nothing but the truth. Written by me as a woman, a spouse, and a mom.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Jun 2010 15:22:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Freed</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/03/freed/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/03/freed/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 22:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[Ini bukan merk mobil, hanya sebuah pernyataan pembebasan diri. Bukan juga kata perpisahan, hanya pengasingan diri sementara waktu. Aku mulai lelah bergaul di dunia maya. Banyak yang harus dibenahi. Sekarang saatnya &#8216;turun mesin&#8217;, overhauled, semadhi or whatever you wanna call. Menarik diri, berkontemplasi, memunguti apa yang terserak. 
Lebih hangat di hati bermain bersama anak-anak. Berjalan-jalan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini bukan merk mobil, hanya sebuah pernyataan pembebasan diri. Bukan juga kata perpisahan, hanya pengasingan diri sementara waktu. Aku mulai lelah bergaul di dunia maya. Banyak yang harus dibenahi. Sekarang saatnya &#8216;turun mesin&#8217;, overhauled, semadhi or whatever you wanna call. Menarik diri, berkontemplasi, memunguti apa yang terserak. </p>
<p>Lebih hangat di hati bermain bersama anak-anak. Berjalan-jalan, menemani bermain, membacakan buku dan bercerita. Waktu bagai berlari. Bertemu Senin tiba-tiba sampai ke Minggu. Anak bungsuku tak terasa sudah 4 bulan usianya. Aku tak mau kehilangan momen-momen berharga itu. Aku akan berusaha sebisa mungkin mengaktifkan dan menguatkan myelin mereka dengan pendampingan yang aktif. Apa guna seorang ibu berada di rumah kalau tidak hadir jiwa, raga dan pikiran? </p>
<p>Aku mencermati bahwa anak-anak tak butuh mainan mahal. Mereka bahagia selama ada orang tua yang menemani dan mencurahkan seluruh perhatian. Tidak asik sendiri dengan aneka gadget super canggih sementara anak terdiam melongo tanpa ditemani. Mudah-mudahan Allah mangampuni kesalahanku yang lalu. Semoga DIA Ta&#8217;ala berkenan mengajari dan membimbingku dalam mendidik anak-anakku. Sungguh mereka adalah anugrah yang tak layak disia-siakan dan dirawat &#8217;seadanya&#8217;. Rasanya aku sudah berusaha semaksimal mungkin selama ini. Aku hanya harus memilah lagi mana yang seharusnya menjadi prioritas, dan mana yang hanya selingan saja. Dan tentu saja, urusan anak bukan sesuatu yang pantas jadi sekadar selingan. Keluarga harus selalu jadi prioritas. </p>
<p>So, this is not goodbye. You can poke me or just stopping by to say hi when you want to hear from me, my dear friends&#8230; </p>
<p>Ditulis di Sidoarjo, Thursday, February 11, 2010, 05.15-06.00, tepat ketika Nuri ulang bulan ke-4.<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/04/malik-bin-dinar/" title="Malik bin Dinar">Malik bin Dinar</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/01/happy-mothers-day-2/" title="Happy Mother&#8217;s Day">Happy Mother&#8217;s Day</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/friday-june-24-2005-2005/" title="Friday, June 24, 2005, 20.05">Friday, June 24, 2005, 20.05</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/04/tanpa-asisten/" title="Tanpa Asisten">Tanpa Asisten</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/08/triple-the-happiness/" title="Triple The Happiness">Triple The Happiness</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/03/freed/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siklus</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/03/siklus/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/03/siklus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 22:01:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Family]]></category>
		<category><![CDATA[My Kids]]></category>
		<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=513</guid>
		<description><![CDATA[Kesibukan yang luar biasa kadang membuat kita lupa untuk menikmati hidup. Tadi pagi aku berjalan santai bersama anak-anak setelah, seingatku, nyaris 2 bulan lebih kami banyak berdiam diri di rumah dan hanya keluar ketika akhir pekan. 
Hangat rasanya diterpa mentari jam 10 pagi yang kebetulan tak bersinar terlalu garang. Kami berjalan santai sambil bercerita. Tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kesibukan yang luar biasa kadang membuat kita lupa untuk menikmati hidup. Tadi pagi aku berjalan santai bersama anak-anak setelah, seingatku, nyaris 2 bulan lebih kami banyak berdiam diri di rumah dan hanya keluar ketika akhir pekan. </p>
<p>Hangat rasanya diterpa mentari jam 10 pagi yang kebetulan tak bersinar terlalu garang. Kami berjalan santai sambil bercerita. Tentang daun dan rumput. Tentang tanah dan kupu-kupu. Tentang matahari dan bunga. Sepertinya aku yang mengajari mereka, malaikat-malaikat kecilku: Aslam, Halim dan Nuri yang tengah tenang dalam buaian. Tapi nyatanya justru aku yang banyak belajar. Aku bercerita tentang warna daun yang hijau, yang di sela-selanya ada daun yang telah kuning menua. Dan ada pula daun yang telah gugur ke atas tanah: rapuh, coklat, mengering. Tanpa sadar aku telah belajar tentang siklus hidup itu sendiri. Bagaimana kita kanak-kanak, remaja, dewasa, menua, hingga akhirnya ajal pun tiba. </p>
<p>Dadaku menghangat. Mataku berkaca. Aku terharu. Betapa Allah menaburkan tamsil pada segala sesuatu yang hadir di dunia ini. Kisah hidup daun itu sejatinya adalah kisah hidup kita juga. </p>
<p>Kita hidup dalam masa yang amat singkat: lahir, dewasa, menua. Tamsil itu telah nyata ada dalam Kitab-Nya, tapi amat sedikit orang yang mau mengambil pelajaran darinya. </p>
<p>Lumayan juga ‘oleh-oleh’ hasil jalan santai kami siang ini. Selain beberapa cemilan ringan dan minuman dingin, sedikit bekalan ajaran tauhid untuk anak-anak, aku juga membawa pulang segenggam pelajaran hidup. </p>
<p>Friday, February 05, 2010, 23.03<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/06/master-of-ceremony/" title="Master of Ceremony">Master of Ceremony</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/04/adaptadaptadapt/" title="Adapt&#8230;Adapt&#8230;Adapt&#8230;">Adapt&#8230;Adapt&#8230;Adapt&#8230;</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/05/penurunan-iq-ibu-benarkah/" title="Penurunan IQ Ibu, Benarkah?">Penurunan IQ Ibu, Benarkah?</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/11/jin-kura-kura/" title="Jin Kura-kura">Jin Kura-kura</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/06/lost-tempered/" title="Lost Tempered">Lost Tempered</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/03/siklus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OWN The NOW</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/03/own-the-now/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/03/own-the-now/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 22:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=511</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kebijaksanaan terbesar dalam pembelajaran kehidupan adalah bagaimana menjadi ‘manusia hari ini’. Sepemahamanku per saat ini, itu berarti menjadi total dan fokus pada segala apa yang dihadirkan Allah pada saat ini. Menjalani itu sungguh bukan hal yang mudah. Pikiran senantiasa berlari dengan betikan ide yang berganti demikian cepat, switching in nano seconds perhaps. Sehingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu kebijaksanaan terbesar dalam pembelajaran kehidupan adalah bagaimana menjadi ‘manusia hari ini’. Sepemahamanku per saat ini, itu berarti menjadi total dan fokus pada segala apa yang dihadirkan Allah pada saat ini. Menjalani itu sungguh bukan hal yang mudah. Pikiran senantiasa berlari dengan betikan ide yang berganti demikian cepat, <em>switching in nano seconds perhaps</em>. Sehingga kadang kita lupa pada ‘sekarang’ dan terus-menerus mengejar ‘nanti’. Belum apa-apa sudah mencemaskan yang terjadi esok sehingga melemahkan upaya kita untuk berbuat yang terbaik hari ini. Belum apa-apa sudah kuatir ini itu sehingga luput mensyukuri segala nikmat hari ini. </p>
<p>Kearifan ajaran Nabi SAW sebenarnya mengajarkan tentang ini semua. Bagaimana untuk sholat yang khusyu’ dengan pikiran hanya tertumpu pada Allah semata (tidak sepertiku yang dalam sholat masih berpikir sehabis ini mau berbuat apa). Nabi mencontohkan bagaimana menghadapkan seluruh tubuh dan wajah ketika berbicara dengan orang lain sehingga lawan bicara sampai-sampai merasa bahwa dialah orang yang paling dicintai Nabi. Tidak sepertiku yang sering ‘menyambi’ anak dengan keasikan pada aktivitasku sendiri. Sering abai menyimak obrolan mereka dengan seksama dan tidak menghadirkan diriku utuh saat tengah bermain bersama mereka. Suka lupa bagaimana <em>really enjoying time with them without worrying other stuff</em>. Suka lupa memasang wajah ceria dan penuh senyum pada anak-anak karena ruwet dengan segudang urusan hari ini.</p>
<p>Nabi mengajarkan untuk tidak berpanjang angan-angan karena manusia yang hidup pagi ini tidak sedikitpun boleh merasa aman bahwa ia akan tetap hidup nanti sore. Absurd memang bagaimana kita mencemaskan tingginya biaya pendidikan perguruan tinggi anak-anak kita sementara mereka masuk TK saja belum. Akhirnya kita tak pernah lepas dari kekhawatiran akan nasib masa depan dan sulit untuk menikmati karunia hidup saat ini.</p>
<p>Ini PR sekolah kehidupan yang tak pernah usai selama nyawa masih dikandung badan: <em>how to live your precious life with a self consciousness</em><strong>.</p>
<p>Sunday, January 31, 2010, 01.47<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/a-story/" title="A Story">A Story</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/08/triple-the-happiness/" title="Triple The Happiness">Triple The Happiness</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/10/tak-layak-berkata-lagi/" title="Tak Layak Berkata Lagi">Tak Layak Berkata Lagi</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/06/have-you-comb-your-hair-today/" title="Have You Comb Your Hair Today?">Have You Comb Your Hair Today?</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/06/lost-tempered/" title="Lost Tempered">Lost Tempered</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/03/own-the-now/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesan untuk Anakku</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/01/pesan-untuk-anakku/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/01/pesan-untuk-anakku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 21:27:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Family]]></category>
		<category><![CDATA[My Kids]]></category>
		<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=507</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja di tivi kudengar berita miris tentang seorang bapak memperkosa anak angkatnya karena menonton film porno. I sudden remember about all my children. Aku resah gelisah mencemaskan bagaimana mereka melewatkan masa puber nanti dengan konsisten berpegang pada aturan Allah. 
Hampir 8 tahun usia anak tertuaku sekarang. Waktu terbang begitu cepat. Sebagai orangtua kadang kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru saja di tivi kudengar berita miris tentang seorang bapak memperkosa anak angkatnya karena menonton film porno. I sudden remember about all my children. Aku resah gelisah mencemaskan bagaimana mereka melewatkan masa puber nanti dengan konsisten berpegang pada aturan Allah. </p>
<p>Hampir 8 tahun usia anak tertuaku sekarang. Waktu terbang begitu cepat. Sebagai orangtua kadang kita tergagap menghadapi perkembangan anak-anak yang begitu pesat. Bekalan belum cukup tapi perjalanan harus berlanjut. Masa terus dipergilirkan. Masa mereka akan berbeda dari masa kita. Mungkin dahulu waktu kita kecil, belum ada orang gila yang tega menyisipkan film porno dalam film anak-anak. Mungkin dahulu waktu kita remaja, belum lazim koneksi internet yang mudah diakses setiap orang. Tapi lihat sekarang? Semua hal yang ingin kamu cari ada di dunia maya itu, Anakku. Maka pesan Bunda untukmu: pilihlah input yang baik, sehingga yang keluar darimu adalah output yang baik. Jaga dirimu dari segala hal yang sia-sia dan merusak otakmu. Bergaullah dengan teman yang positif yang dapat menjagamu dari perilaku yang merugikan orang lain. Betapa banyaknya orang yang keberadaannya di dunia ini bernilai negatif hanya karena mereka salah dalam menentukan pilihan. Mereka salah dalam memilih apa yang mereka tonton, baca, dengar, gauli, sehingga otak mereka rusak dan tidak dapat berpikir hal lain selain keburukan. Gunakan masa mudamu untuk hal-hal yang bermanfaat. Kendalikan hormon masa muda yang meletup-letup dengan menyalurkannya ke berbagai aktivitas positif. Jadikan Al-Quran dan sunnah Nabi sebagai pegangan hidup. Yakin pada diri sendiri dan jangan melulu tunduk pada apa kata orang. Tanyalah nuranimu sebelum bertindak. Bila baik, maka berkeras hatilah melaksanakannya. Bila buruk, maka berusaha kuatlah menghindarinya. Ada Bunda dan Ayah di sini yang bersedia menjadi temanmu manakala kau butuh teman. Kami berusaha untuk tidak menghakimimu bila suatu saat kau membuat pilihan yang salah. Karena kesalahan ada agar kita dapat belajar tentang yang benar. Tapi jangan juga kau marah pada kami bila apa yang kami pikir benar ternyata tidak benar bagimu, karena sebagai orangtua, kami pun masih harus banyak belajar. Kehidupan adalah sekolah yang tak mengenal kata lulus, Anakku. Aku, ayahmu, kamu dan semua orang adalah murid sekolah kehidupan yang harus terus belajar sampai tiba hari diperhitungkan amal-amal. </p>
<p>Thursday, January 14, 2010, 03.15<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/06/syalom-in-the-home/" title="Syalom in The Home">Syalom in The Home</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/05/penurunan-iq-ibu-benarkah/" title="Penurunan IQ Ibu, Benarkah?">Penurunan IQ Ibu, Benarkah?</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/03/plin-plan/" title="Plin Plan">Plin Plan</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/03/surat-surat-itu-2/" title="Surat-Surat Itu&hellip; (2)">Surat-Surat Itu&hellip; (2)</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/06/life-seeking-3/" title="Life Seeking 3">Life Seeking 3</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/01/pesan-untuk-anakku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Part of My 2010 Resolutions</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/01/part-of-my-2010-resolutions/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/01/part-of-my-2010-resolutions/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 21:25:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=505</guid>
		<description><![CDATA[Pikiran yang mengusikku belakangan adalah aku terlalu berlebih-lebihan dalam banyak hal. Aku memperhatikan bahwa kebutuhan dasar manusia sebenarnya sedikit saja bila ia tidak rakus dan bisa menahan diri. Misalnya dalam soal pakaian. Aku memperhatikan bahwa yang baju harian yang dikenakan anakku hanya itu-itu saja, mungkin hanya berputar-putar di 4 baju teratas dari tumpukan bajunya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pikiran yang mengusikku belakangan adalah aku terlalu berlebih-lebihan dalam banyak hal. Aku memperhatikan bahwa kebutuhan dasar manusia sebenarnya sedikit saja bila ia tidak rakus dan bisa menahan diri. Misalnya dalam soal pakaian. Aku memperhatikan bahwa yang baju harian yang dikenakan anakku hanya itu-itu saja, mungkin hanya berputar-putar di 4 baju teratas dari tumpukan bajunya yang seabreg. Kering pake, kering pake. Ada orang bilang justru baju rombeng-rombeng yang nyaman dipakai karena dingin dan adem. Lantas baju lainnya kebanyakan hanya menganggur saja. </p>
<p>Peter Walsh, organizational expert yang sering menjadi nara sumber di Oprah Show, juga pengarang buku “It’s All Too Much” mengatakan bahwa, coba lihat isi lemari Anda. Apa yang tidak pernah Anda pakai selama setahun terakhir singkirkanlah. Bisa dengan menyumbangkannya atau menjualnya (kalau di AS garage sale adalah hal yang lumrah). Bila anda membeli 1 baju baru, maka 1 baju lama harus keluar. Aku berpikir sekarang ini justru orang Barat yang mengikuti wisdom of Islam, mengikuti sunnah Rasulullah. Aku pernah membaca bahwa Umar bin Khattab ra. hanya mempunyai 4 helai pakaian. Bila Beliau mendapat 1 baju, maka 1 baju lamanya diberikan kepada yang lebih butuh. </p>
<p>Resolusi 2010 ku adalah aku harus lebih banyak berbagi. Agar kecintaanku pada dunia bisa pupus sedikit demi sedikit. Belakangan nafsu belanjaku terutama dalam hal pakaian memang agak memudar. Sebenarnya dari dulu pun aku bukan orang yang segitunya dalam hal pakaian, tapi sekarang ini lebih ga bernafsu lagi. Yang ada saja sudah banyak, buat apa menambah yang baru lagi? So you are right, aku sama sekali bukan teman belanja yang asik. Yang doyan ngalor ngidul belanja mata di gerai pakaian dan factory outlet. Bukan di situ tempatku. </p>
<p>Sumbangkanlah apa yang berlebih. Karena apa yang menurutmu sampah, bisa jadi adalah harta karun di tangan orang lain. Buat apa menyimpan apa yang tak terpakai, lebih baik jadi bekal di negeri akhirat kelak. Lebih banyak berbagi, adalah part of my 2010 resolutions. </p>
<p>Monday, January 04, 2010, 02.15<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/wed-march-162005-1737/" title="Wed, March 16,2005, 17.37">Wed, March 16,2005, 17.37</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/03/catatan-pertama-setelah-pernikahan/" title="Catatan Pertama setelah Pernikahan">Catatan Pertama setelah Pernikahan</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/06/what-do-i-expect-from-a-child/" title="What Do I Expect from A Child&#8230;">What Do I Expect from A Child&#8230;</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/03/surat-surat-itu-2/" title="Surat-Surat Itu&hellip; (2)">Surat-Surat Itu&hellip; (2)</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/tak-habis-pikir-1/" title="Tak Habis Pikir (1)">Tak Habis Pikir (1)</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/01/part-of-my-2010-resolutions/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masalahku adalah Jalan Rejeki Bagi Orang Lain</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/01/masalahku-adalah-jalan-rejeki-bagi-orang-lain/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/01/masalahku-adalah-jalan-rejeki-bagi-orang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 21:22:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=503</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu minggu  lalu, mesin cuci kami rusak. Penyebabnya sepele saja. Paginya aku mencuci keset biru tebal berserabut. Karena sekarang musim penghujan, maka menurut perkiraanku keset tebal itu akan lama kering bila dicuci manual saja tanpa pengering. Ternyata tanpa disangka, kerontokan serabutnya sangat parah. Terbukti dari air bilasan penuh bulu yang keluar. Benar saja, setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu minggu  lalu, mesin cuci kami rusak. Penyebabnya sepele saja. Paginya aku mencuci keset biru tebal berserabut. Karena sekarang musim penghujan, maka menurut perkiraanku keset tebal itu akan lama kering bila dicuci manual saja tanpa pengering. Ternyata tanpa disangka, kerontokan serabutnya sangat parah. Terbukti dari air bilasan penuh bulu yang keluar. Benar saja, setelah mesin berhenti ternyata air masih menggenang di dalam. Pasti ada saluran yang mampat. Siang itu, kami memanggil tukang servis langganan yang sudah kami percaya. Bapak ini tampaknya penjual jasa yang jujur. Tidak mengatakan rusak apa-apa yang memang tidak rusak. Karena ada sebagian teknisi yang nakal, &#8216;memanfaatkan&#8217; ketidakmengertian customer soal mesin dengan menggonta ganti spare part yang sebenarnya tidak perlu diganti.</p>
<p>Aku jadi berpikir, betapa sempurnanya Allah mengatur pembagian rejeki makhluk-Nya. Jalannya sangat bermacam dan berliku. Siapa yang menggerakkan hatiku untuk mencuci keset pagi itu kalau bukan Allah?<br />
Instead of ngomel karena rusaknya mesin merepotkan kerjaku, aku mencoba melihat dari perspektif lain bahwa itu adalah jalan rejeki bagi orang lain. Sejumlah uang mungkin tak seberapa artinya bagi kita, tapi bisa jadi itu adalah uang makan beberapa hari bagi orang lain.</p>
<p>Maka  kini aku belajar untuk tidak mengeluh. Bila suatu saat kacamataku bengkok karena dimainkan anak-anak. Bila suatu saat sendalku putus di tengah jalan. Bila rumput di halamanku tumbuh sangat subur dalam waktu cepat. Bila suatu saat hariku kacau dan aku butuh bantuan orang lain. Aku harus selalu ingat bahwa masalahku adalah jalan rejeki bagi orang lain.</p>
<p>Sunday, January 3, 2010, 17.45<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/05/seprai/" title="Seprai">Seprai</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/01/tentang-usia-sekolah-part-i/" title="Tentang Usia Sekolah (Part I)">Tentang Usia Sekolah (Part I)</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/06/what-do-i-expect-from-a-child/" title="What Do I Expect from A Child&#8230;">What Do I Expect from A Child&#8230;</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/tak-habis-pikir-2/" title="Tak Habis Pikir (2)">Tak Habis Pikir (2)</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/02/mencari-indah-dalam-hidup/" title="Mencari Indah dalam Hidup">Mencari Indah dalam Hidup</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/01/masalahku-adalah-jalan-rejeki-bagi-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>In What Should We Compete In?</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2009/12/in-what-should-we-compete-in/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2009/12/in-what-should-we-compete-in/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 19:27:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=485</guid>
		<description><![CDATA[Aku ingat betul saat anak-anakku masih bayi, aku selalu mencatat rinci berat badan mereka tiap kali ke klinik atau posyandu untuk imunisasi. Bila berada bersama ibu-ibu lain, ada rasa bangga menyelinap ketika membandingkan bahwa anakku kelihatan lebih montok dibandingkan bayi-bayi lain. Ketika mereka beranjak besar, urusan berat badan nampaknya tak penting lagi. 
Ketika aku sekolah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku ingat betul saat anak-anakku masih bayi, aku selalu mencatat rinci berat badan mereka tiap kali ke klinik atau posyandu untuk imunisasi. Bila berada bersama ibu-ibu lain, ada rasa bangga menyelinap ketika membandingkan bahwa anakku kelihatan lebih montok dibandingkan bayi-bayi lain. Ketika mereka beranjak besar, urusan berat badan nampaknya tak penting lagi. </p>
<p>Ketika aku sekolah dulu, urusan ranking dan pencapaian nilai akademis rasanya penting sekali buatku pribadi. Terus terang aku jarang belajar, tidak cinta belajar dan mengakui bukan seorang pembelajar. Belajarku rasanya hanya sekedar mengejar nilai. Tidak sampai ke esensi belajar itu sendiri. Hanya sekedar hapalan untuk mengisi kertas ulangan.<br />
Dan ketika sudah ‘lulus’ seperti sekarang ini, urusan ranking yang dulu dikejar setengah mati, sekarang nampaknya tak penting lagi. </p>
<p>Sekarang apa lagi yang diperlombakan? AlQur’an menyitir bahwa manusia senantiasa berlomba-lomba dalam hal banyaknya harta dan anak. Bahasa gaulnya: <em>“Oh ya, gue udah punya ini, ini, dan ini. Lo punya apa?” </em>Atau: <em>“Anak gue segini segitu , yang satu udah jadi ini, yang satu lagi jadi entu, yang satu lagi jadi anu.” </em>Weleh, weleh… cappee deh… ga ada habisnya. </p>
<p><em>So, in what do we have to compete in?</em> Fastabiqul khoiroot, bahasa Qur’annya. Berlomba-lomba dalam kebaikan (aku ga punya cukup ilmu untuk mengelaborasi makna sebenarnya dari kata ‘khoiir’). </p>
<p>Kata Nabi SAW: “Orang yang cerdik adalah orang mampu menundukkan hawa nafsunya dan beramal untuk bekal sesudah mati. Orang yang lemah adalah orang yang menuruti hawa nafsunya dan berangan-angan muluk kepada Allah.” (HR. Abu Daud). </p>
<p>Sesungguhnya, segala pencapaian di dunia tak ada artinya bila itu tak dapat menjadi bekal untuk kehidupan akhirat. </p>
<p>Thursday, December 03, 2009, 02.18<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/dosa-ga-benjol/" title="Dosa Ga Benjol">Dosa Ga Benjol</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/a-story/" title="A Story">A Story</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/10/tak-layak-berkata-lagi/" title="Tak Layak Berkata Lagi">Tak Layak Berkata Lagi</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/06/life-seeking-2/" title="Life Seeking 2">Life Seeking 2</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/04/adaptadaptadapt/" title="Adapt&#8230;Adapt&#8230;Adapt&#8230;">Adapt&#8230;Adapt&#8230;Adapt&#8230;</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2009/12/in-what-should-we-compete-in/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jin Kura-kura</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2009/11/jin-kura-kura/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2009/11/jin-kura-kura/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 10:30:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[Aku ingin menulis tentang sedikit memoriku di waktu kecil. Di awal penayangannya dulu, aku dan adik-adik sangat antusias menantikan serial Dragon Ball yang ditayangkan setiap Minggu pagi. Lama-kelamaan, tentu saja kami menjadi bosan dengan ceritanya yang sangat panjang yang diputar kesana-kemari. Jadi semakin tak jelas juntrungannya. 
Entah kenapa aku teringat pada Jin Kura-kura. Guru Sun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku ingin menulis tentang sedikit memoriku di waktu kecil. Di awal penayangannya dulu, aku dan adik-adik sangat antusias menantikan serial Dragon Ball yang ditayangkan setiap Minggu pagi. Lama-kelamaan, tentu saja kami menjadi bosan dengan ceritanya yang sangat panjang yang diputar kesana-kemari. Jadi semakin tak jelas juntrungannya. </p>
<p>Entah kenapa aku teringat pada Jin Kura-kura. Guru Sun Go Kong yang nyentrik dengan kacamatanya dan dikenal genit terhadap wanita. Di awal pengajarannya, Jin Kura-kura mempersyaratkan Go Kong membawa beban yang teramat berat di punggungnya. Mulanya Go Kong merasa sangat keberatan dan kepayahan. Untuk berjalan pun ia susah, apalagi berlatih jurus andalan.Tapi semakin hari Sang Guru terus menambah beban latihan muridnya itu. Lama-kelamaan Go Kong menjadi mahir berloncatan di atas pepohonan dengan membawa beban berat itu. Sampai tiba masanya Go Kong diperbolehkan melepas beban itu. Ajaib, ia langsung merasa tubuhnya ringan bagai angin. Ia bahkan mampu melompat setinggi langit dengan amat lincah. Tanpa sadar, kemampuannya telah meningkat berlipat ganda. Dengan diberi beban berat, ia ditempa menjadi kuat.</p>
<p><em>And there goes my story.</em> Dulu, waktu baru punya 1 anak, aku merasa terikat tak bebas berbuat apa-apa. Repot sekali harus mengurus seorang anak bersamaan dengan menjalani kesibukan kuliah. Seringkali, anak kutitipkan ke orang tua kalau sedang ada quiz, ujian, atau tugas makalah. Lalu lahirlah anak kedua, ketiga, dan keempat yang baru lahir sebulan lalu. Memang repot dan melelahkan. Bohong kalau aku berkata mengurus 4 anak itu tidak repot. Melayani kebutuhan dan permintaan mereka yang seakan tak ada habisnya. <em>But I survive anyway.</em> Apa yang awalnya terasa amat berat, perlahan menjadi  makin mahir kulakoni. Serupa Sun Go Kong dalam cerita di atas. Dengan diberi beban berat, aku ditempa semakin kuat. Alhamdulillah.</p>
<p>Sunday, November 15, 2009, 07.15</p>
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/05/jalan-santai-minggu-pagi/" title="Jalan Santai Minggu Pagi">Jalan Santai Minggu Pagi</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/02/welcome-to-nurulnoercom/" title="Welcome to nurulnoer.com">Welcome to nurulnoer.com</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/07/how-i-manage-my-routines/" title="How I Manage My Routines">How I Manage My Routines</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/01/awas-mitos-selingkuh/" title="Awas Mitos Selingkuh!">Awas Mitos Selingkuh!</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/01/masalahku-adalah-jalan-rejeki-bagi-orang-lain/" title="Masalahku adalah Jalan Rejeki Bagi Orang Lain">Masalahku adalah Jalan Rejeki Bagi Orang Lain</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2009/11/jin-kura-kura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Besok?</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2009/11/bagaimana-besok/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2009/11/bagaimana-besok/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 11:12:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=473</guid>
		<description><![CDATA[Aku mengalami ini tepat pada malam Senin, malam sebelum kepulangan orangtuaku ke Jakarta. Nuri terjaga agak lama. Wajar, dia sudah  tertidur pulas seharian. Ia tidur bila kugendong, dan membelalak begitu dibaringkan. Tengah malam itu aku sudah sangat lelah. Berharap suamiku dapat bergantian menjaga. Tapi rupanya saat itupun dia sangat lelah dan tak mampu bangkit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku mengalami ini tepat pada malam Senin, malam sebelum kepulangan orangtuaku ke Jakarta. Nuri terjaga agak lama. Wajar, dia sudah  tertidur pulas seharian. Ia tidur bila kugendong, dan membelalak begitu dibaringkan. Tengah malam itu aku sudah sangat lelah. Berharap suamiku dapat bergantian menjaga. Tapi rupanya saat itupun dia sangat lelah dan tak mampu bangkit dari tidur.  Lantas aku menggendong sambil duduk menangis, memohon kekuatan dari Dia Sang Maha Kuat.</p>
<p>Di ruang tivi, Aslam dan Halim tidur ditemani kakeknya. Halim yang memang manja kepada kakek neneknya rewel tak henti-henti. Tidurnya tak tenang. Minta ini dan itu. Minta ‘putih dingin’ alias air putih dingin. Minta garuk. Minta elus. Minta susu berulang kali. Aku saja sampai sebal mendengarnya. Tapi ayahku melayani sebisa mungkin dengan sabar. </p>
<p>Lantas terpikir: Bagaimana besok seandainya orangtuaku sudah tak ada? Rasanya tak sanggup kalau aku harus menjaga semuanya sendirian. Padahal hanya malamlah waktu istirahatku. Siang hari ada setumpuk pekerjaan menunggu. Terlebih, usai kepulangan orangtuaku, aku benar-benar jadi single fighter. Bagaimana besok seandainya…? Bagaimana besok sekiranya…? Tiba-tiba aku sadar telah berpanjang angan. Setan telah mempertakutiku dengan kekhawatiran akan masa depan. Aku telah tak berpijak pada kekinian. Mengapa harus menangisi kesusahan akan datang yang belum tentu terjadi? Lucu sekali aku ini. Lantas aku menghapus air mataku. Ketakutan akan hari esok kadang membuat kita menjalani ‘sekarang’ dengan kurang kebersyukuran.</p>
<p>Kenyataannya, keesokan malamnya, Halim tidak serewel yang aku kira. Ia hanya terbangun sesekali. Jauh dari yang sebelumnya aku khawatirkan. Alhamdulillah ya Allah, atas pelajaran hari ini.</p>
<p>Thursday, November 05, 2009, 17.34</p>
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/pembantu-juga-manusia/" title="Pembantu Juga Manusia">Pembantu Juga Manusia</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/tak-habis-pikir-2/" title="Tak Habis Pikir (2)">Tak Habis Pikir (2)</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/apalah-arti-sebuah-nama/" title="Apalah Arti Sebuah Nama">Apalah Arti Sebuah Nama</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/03/freed/" title="Freed">Freed</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/08/beli-suasana/" title="Beli Suasana">Beli Suasana</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2009/11/bagaimana-besok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Focusing on What Important</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2009/11/focusing-on-what-important/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2009/11/focusing-on-what-important/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 01:50:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=471</guid>
		<description><![CDATA[Terus terang, aku agak eneg mendengar berita yang terus-menerus membahas tentang Cicak vs Buaya, tentang penahanan BSR dan CMH. Belum lagi ajakan untuk bergabung dengan grup ini dan itu di fesbuk yang seringkali aku ga ngerti esensinya itu apa. Kemarin mendadak terselip pikiran: Saat ditanya di akhirat nanti tentang &#8220;Man Robbuka?&#8221;,  apakah &#8216;hot news&#8217; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terus terang, aku agak eneg mendengar berita yang terus-menerus membahas tentang Cicak vs Buaya, tentang penahanan BSR dan CMH. Belum lagi ajakan untuk bergabung dengan grup ini dan itu di fesbuk yang seringkali aku ga ngerti esensinya itu apa. Kemarin mendadak terselip pikiran: Saat ditanya di akhirat nanti tentang &#8220;Man Robbuka?&#8221;,  apakah &#8216;hot news&#8217; yang kita ributkan di dunia ini memang benar bermakna bagi kehidupan akhirat nanti. You can call me ignorant, tidak pedulian atau apa lah. Yang jelas aku malas untuk ikutan latah, ikut arus, dan mengurusi apa yang bukan urusanku.<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/a-story/" title="A Story">A Story</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/01/cita-cita-yang-tak-pernah-padam/" title="Cita-cita yang Tak Pernah Padam">Cita-cita yang Tak Pernah Padam</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/tak-habis-pikir-1/" title="Tak Habis Pikir (1)">Tak Habis Pikir (1)</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/06/master-of-ceremony/" title="Master of Ceremony">Master of Ceremony</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/11/melek-asi/" title="Melek ASI">Melek ASI</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2009/11/focusing-on-what-important/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
