<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>nurulnoer.com &#187; Serba-serbi</title>
	<atom:link href="http://www.nurulnoer.com/category/serba-serbi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nurulnoer.com</link>
	<description>It's truth, it's whole truth, and nothing but the truth. Written by me as a woman, a spouse, and a mom.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Jun 2010 15:22:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Masalahku adalah Jalan Rejeki Bagi Orang Lain</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/01/masalahku-adalah-jalan-rejeki-bagi-orang-lain/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/01/masalahku-adalah-jalan-rejeki-bagi-orang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 21:22:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=503</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu minggu  lalu, mesin cuci kami rusak. Penyebabnya sepele saja. Paginya aku mencuci keset biru tebal berserabut. Karena sekarang musim penghujan, maka menurut perkiraanku keset tebal itu akan lama kering bila dicuci manual saja tanpa pengering. Ternyata tanpa disangka, kerontokan serabutnya sangat parah. Terbukti dari air bilasan penuh bulu yang keluar. Benar saja, setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu minggu  lalu, mesin cuci kami rusak. Penyebabnya sepele saja. Paginya aku mencuci keset biru tebal berserabut. Karena sekarang musim penghujan, maka menurut perkiraanku keset tebal itu akan lama kering bila dicuci manual saja tanpa pengering. Ternyata tanpa disangka, kerontokan serabutnya sangat parah. Terbukti dari air bilasan penuh bulu yang keluar. Benar saja, setelah mesin berhenti ternyata air masih menggenang di dalam. Pasti ada saluran yang mampat. Siang itu, kami memanggil tukang servis langganan yang sudah kami percaya. Bapak ini tampaknya penjual jasa yang jujur. Tidak mengatakan rusak apa-apa yang memang tidak rusak. Karena ada sebagian teknisi yang nakal, &#8216;memanfaatkan&#8217; ketidakmengertian customer soal mesin dengan menggonta ganti spare part yang sebenarnya tidak perlu diganti.</p>
<p>Aku jadi berpikir, betapa sempurnanya Allah mengatur pembagian rejeki makhluk-Nya. Jalannya sangat bermacam dan berliku. Siapa yang menggerakkan hatiku untuk mencuci keset pagi itu kalau bukan Allah?<br />
Instead of ngomel karena rusaknya mesin merepotkan kerjaku, aku mencoba melihat dari perspektif lain bahwa itu adalah jalan rejeki bagi orang lain. Sejumlah uang mungkin tak seberapa artinya bagi kita, tapi bisa jadi itu adalah uang makan beberapa hari bagi orang lain.</p>
<p>Maka  kini aku belajar untuk tidak mengeluh. Bila suatu saat kacamataku bengkok karena dimainkan anak-anak. Bila suatu saat sendalku putus di tengah jalan. Bila rumput di halamanku tumbuh sangat subur dalam waktu cepat. Bila suatu saat hariku kacau dan aku butuh bantuan orang lain. Aku harus selalu ingat bahwa masalahku adalah jalan rejeki bagi orang lain.</p>
<p>Sunday, January 3, 2010, 17.45<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/06/makan-tuh-gengsi/" title="Makan tuh Gengsi!">Makan tuh Gengsi!</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/10/tak-layak-berkata-lagi/" title="Tak Layak Berkata Lagi">Tak Layak Berkata Lagi</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/04/tanpa-asisten/" title="Tanpa Asisten">Tanpa Asisten</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/10/premonition/" title="Premonition">Premonition</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/06/suatu-sore-yang-cerah/" title="Suatu Sore yang Cerah">Suatu Sore yang Cerah</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/01/masalahku-adalah-jalan-rejeki-bagi-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alirkan Apa Yang Kau Punya</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2009/12/alirkan-apa-yang-kau-punya/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2009/12/alirkan-apa-yang-kau-punya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 15:59:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=492</guid>
		<description><![CDATA[Aku sedang berusaha mencermati bisikan-bisikan yang datang ketika ingin sedikit berbagi pada orang lain. Setan seperti tak pernah rela kita berbuat secuil kebajikan. Seolah ada 1001 alasan yang membenarkan/meligitimasi kita untuk urung melaksanakan niat baik itu.
Berikut contoh-contoh dalil setan yang terdengar jelas membisik di hatiku:
•“Jangan kasih yang itu, itu masih bagus” &#8211;> Akhirnya kita jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku sedang berusaha mencermati bisikan-bisikan yang datang ketika ingin sedikit berbagi pada orang lain. Setan seperti tak pernah rela kita berbuat secuil kebajikan. Seolah ada 1001 alasan yang membenarkan/meligitimasi kita untuk urung melaksanakan niat baik itu.</p>
<p>Berikut contoh-contoh dalil setan yang terdengar jelas membisik di hatiku:</p>
<p>•“Jangan kasih yang itu, itu masih bagus” &#8211;> Akhirnya kita jadi hanya memberi suatu barang yang kita sendiri pun memicingkan mata padanya (ayatnya di Qur’an surat berapa ya? Ada yang mau melengkapi)</p>
<p>•“Jangan kasih itu, kamu mungkin membutuhkannya sewaktu-waktu &#8211;> Padahal barang itu sudah mengonggok lama di lemari, diingat pun tidak, tapi begitu mau diberikan ke orang, kok sepertinya sayang ya…(Hmm…dahsyat bener bisikan setan).</p>
<p>•“Jangan kasih yang itu, harganya mahal loh…” &#8211;> Akhirnya kita cuma rela ngasih barang yang murahan.</p>
<p>•“Ngasih segitu kebanyakan, segini aja juga sudah cukup…” &#8211;> Akhirnya kita jadi ngasih secuil, padahal punya seabrek.</p>
<p>•“Kamu sendiri masih kekurangan, kok sok-sok belagu ngasih orang lain” &#8211;> Kalo nunggu sampe kaya banget, lantas kapan mau berbagi sama orang lain? Padahal sekaya apapun, bisikan itu pasti akan selalu datang.</p>
<p>•“Jangan ngasih terus-terusan, ntar jadi manja dan ngandelin loh” &#8211;> Padahal itu urusan dan tanggung jawab orang yang bersangkutan. Urusan kita hanya semata dengan Allah. {(Bagaimana dengan para pengemis yang terorganisir dan seperti memanfaatkan kebaikan kita? Kalo ngomongin ini jadi panjang, soal ini dikecualikan dulu ya). Tapi aku percaya bahwa memang ada ‘ilmu memberi’: (bagaimana memberi yang tepat sasaran, memberi kail dan bukan ikan, tidak memberi dengan alasan mendidik, etc). Lagi-lagi karena takut terlalu panjang dan melebar, tentang ini sebaiknya dikecualikan dulu}</p>
<p>•Atau malah sebaliknya. Bisikan itu mengencourage untuk memberi banyak dengan niat ingin dipuji, riya, bangga diri. Wadow…susah bener ya jadi orang ikhlas.</p>
<p><strong>Padahal kita telah diajari bahwa:</strong></p>
<p>•Allah sebaik-baik Pemberi Rezeki, yang menanggung rezeki semua makhluk-Nya.</p>
<p>•Allah sebaik-baik Pemberi Ganjaran, yang membalas kebaikan hamba-Nya dengan berkali-kali lipat banyaknya.</p>
<p>•Apa yang di Sisi Allah itu akan kekal, sementara apa yang ada di tangan kita akan rusak binasa.</p>
<p><strong>Tips of the day: lawan segala bisikan itu! </strong></p>
<p>•Kalau dibilang ‘nanti’ berarti ‘sekarang aja!’</p>
<p>•Kalau dia bilang ’segini aja’, jawab: ‘segitu aja deh….’ </p>
<p>•Kalau dia bilang ‘nanti kamu butuh…’ Jawab aja: ‘Nanti insya Allah diganti sama Allah dengan yang lebih baik.</p>
<p><em>You give it and don’t ever look back.</em></p>
<p>Saya juga masih belajar. Amalkan apa-apa yang kamu ketahui, Allah akan mengajari apa-apa yang tidak kamu ketahui.</p>
<p>Thursday, December 17, 2009, 06.40<br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/apalah-arti-sebuah-nama/" title="Apalah Arti Sebuah Nama">Apalah Arti Sebuah Nama</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/01/part-of-my-2010-resolutions/" title="Part of My 2010 Resolutions">Part of My 2010 Resolutions</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/01/pesan-untuk-anakku/" title="Pesan untuk Anakku">Pesan untuk Anakku</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/06/memulai-dengan-sederhana/" title="Memulai dengan Sederhana">Memulai dengan Sederhana</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/07/happiness/" title="Happiness">Happiness</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2009/12/alirkan-apa-yang-kau-punya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bunga Rumput</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2009/06/bunga-rumput/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2009/06/bunga-rumput/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 21:12:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=440</guid>
		<description><![CDATA[Ada orang yang hidupnya kelihatan sangat biasa saja. Begitu datar dan tenang. Tak pernah menonjol di keramaian. Never been under the spotlight. Tak pernah jadi peran utama, hanya seperti figuran yang ada tiadanya tampaknya tidak terlalu berpengaruh. Pencapaian hidupnya biasa saja. Personifikasinya sangat umum tanpa ciri khusus. Kalau aku melihat beberapa teman yang seperti ini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada orang yang hidupnya kelihatan sangat biasa saja. Begitu datar dan tenang. Tak pernah menonjol di keramaian. <em>Never been under the spotlight</em>. Tak pernah jadi peran utama, hanya seperti figuran yang ada tiadanya tampaknya tidak terlalu berpengaruh. Pencapaian hidupnya biasa saja. Personifikasinya sangat umum tanpa ciri khusus. Kalau aku melihat beberapa teman yang seperti ini, aku sering menganalogikannya sebagai bunga rumput. Begitu simpel dan sederhana. Tidak seperti mawar yang merah merekah yang menarik perhatian setiap orang yang lewat. Tidak juga seperti melati yang memikat insan dengan harumnya. Hanya bunga rumput yang ringan dan mudah tertiup angin. Mungkin si empunya diri juga berpikir demikian.</p>
<p>Namun sejatinya tidak ada sesosok jiwapun yang kehadirannya tidak membawa arti. Kita hadir di dunia ini, <em>must be for some reasons</em>. Walaupun bagi orang kita biasa saja, tapi kita mesti memaknai kehidupan ini sebagai berkah. Menggali apa yang terbaik darinya. Mensyukuri dengan dalam adanya kita sebagai manusia.</p>
<p>Bunga rumput: dia seolah terlupa, tapi ada. </p>
<p><em>Written: Saturday, June 06, 2009, 03.31</em><br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/01/pesan-untuk-anakku/" title="Pesan untuk Anakku">Pesan untuk Anakku</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/09/selamat-ulang-tahun-anakku/" title="Selamat Ulang Tahun Anakku">Selamat Ulang Tahun Anakku</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/10/premonition/" title="Premonition">Premonition</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/ask-me-to-write-not-to-speak/" title="Ask Me to Write, Not to Speak">Ask Me to Write, Not to Speak</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/03/infotainment/" title="Infotainment">Infotainment</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2009/06/bunga-rumput/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seprai</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2009/05/seprai/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2009/05/seprai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 01:37:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=436</guid>
		<description><![CDATA[I’m not so much into something. Aku senang segalanya seadanya saja. Pagi ini aku terbangun jam 3 pagi dan membenahi beberapa pekerjaan yang ada. Usai mencuci piring dan menyetrika, aku membereskan pakaian ke dalam lemari. Hmm….rasanya lemari pakaian kami sudah agak kepenuhan. Padahal kupikir-pikir, kami termasuk jarang menambah koleksi lemari kecuali ketika Hari Raya saja.
Sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>I’m not so much into something</em>. Aku senang segalanya seadanya saja. Pagi ini aku terbangun jam 3 pagi dan membenahi beberapa pekerjaan yang ada. Usai mencuci piring dan menyetrika, aku membereskan pakaian ke dalam lemari. Hmm….rasanya lemari pakaian kami sudah agak kepenuhan. Padahal kupikir-pikir, kami termasuk jarang menambah koleksi lemari kecuali ketika Hari Raya saja.</p>
<p>Sebagai seseorang yang suka memikirkan sesuatu dalam-dalam, hal itu lantas menarikku ke dalam alam pikiran lain. Setelah kupikir-pikir, aku cukup nyaman dengan keadaanku saat ini. Rumah mungil yang sederhana. Memadai, simpel, mudah dibersihkan, <em>but feels so homy to us</em>. Barang-barang fungsional yang kami beli demi fungsi nyatanya. Jangan tanyakan aksesoris, karena kami tak punya aksesoris. Juga jangan tanyakan koleksi sepatu, karena kami tak akan membeli yang baru sebelum yang lama rusak atau kekecilan. Dan bisa ditebak, warnanya pasti hitam, karena warna itu netral dan bisa masuk dalam semua busana. </p>
<p>Aku pernah singgah ke rumah seorang kerabat dan segera mengidentifikasikan diri bahwa gayaku sama sekali berbeda dengan gayanya walau usia kami sebaya. Aku tidak bermaksud mengkritik, karena tiap orang punya gaya dan selera masing-masing. Dia punya puluhan koleksi sepatu dan sandal serta selemari penuh boneka-boneka lucu yang bagiku mungkin hanya menuh-menuhin rumah saja. ‘Nyemak’ (membuat seperti semak), demikian orang Medan biasa menyebutnya. Juga pernak-pernik lucu seperti bingkai-bingkai mungil dan indah yang karena terlalu banyak maka diletakkan bertumpuk begitu saja sehingga  tak tampak lucu lagi bagiku.</p>
<p>Memiliki suatu barang terlalu banyak, berarti harus siap juga dipusingkan dengan perawatan dan penyimpanannya. <em>I once read in a newspaper</em>, aktris senior Rae Sita punya 3-4 kamar di rumah mewahnya yang difungsikannya sebagai gudang untuk menyimpan barang-barangnya yang masih bagus tapi tak terpakai seperti karpet dan barang-barang lainnya. Dan dia masih saja mencari kamar tambahan lain yang siap dialihfungsikan lagi menjadi gudang berikutnya. Hmm…mungkin barang-barang tak terpakai di rumahnya bisa menjadi harta karun di tangan orang lain.</p>
<p>Yang terjadi padaku sebenarnya jauh lebih sederhana. Tapi itupun kadang-kadang agak membuat kewalahan karena lemariku nyaris tak bisa lagi memuatnya. Yang ingin kubicarakan di sini adalah soal seprai yang bagi sebagian orang mungkin tak seberapa jumlahnya.</p>
<p>Kami mendapat  2 seprai sebagai kado pernikahan kami. Dan 1 seprai yang kudapat sebagai isi hantaran saat akad nikah. Selama 2 tahun itu mencukupi. Lantas ada tetangga yang menawari seprai secara kredit. Entah kasihan atau merasa butuh, akhirnya aku mengambilnya. Tak lama, ada saudara dekat yang butuh uang yang mau menjual seprai barunya yang didapat dari hasil arisan seprai. Jadilah 5 kepunyaan kami. Lantas menjelang kepulangan ke Medan untuk menghadari pernikahan adik, kami memborong 3 buah. Satu untuk adik, satu untuk paman yang menikah juga, dan satu untuk kami pakai sendiri: sebuah seprai sisa ekspor yang berbahan adem tapi berharga diskon.</p>
<p>Menjelang pindah ke Surabaya, ada mall yang baru buka di Cikarang yang menawarkan satu set bed cover plus seprai dengan harga amat murah. Aku membelinya. Meski kemudian si seprai jarang terpakai karena ternyata bahannya panas.</p>
<p>Lalu aku membeli 1 bed cover lagi. Tidak dengan seprai pasangannya, karena merasa sudah punya cukup banyak. Terakhir, saat kami pindah ke rumah  yang sekarang, ibu-ibu PKK di perumahan yang lama datang bersilaturrahmi dan dengan berbaik hati memberikan sebuah kado berupa seprai lagi.  Jadi sekarang ada 8 seprai bergantian dipakai untuk hanya sebuah kasur double di rumah kami. Ini di luar beberapa seprai untuk bed single anak-anak dan (mantan) asisten. Entah berapa aku lupa jumlahnya seprai single ini. Mungkin 6 atau 7. Sebagian punya Mas waktu masih kost sebagai mahasiswa dulu. Intinya, bagi kami ini sudah sangat mencukupi. Meski kadang tergiur juga untuk menambah yang baru lagi saat berjalan-jalan di pertokoan. Tapi aku yakin, itu lebih karena keinginan dibanding kebutuhan. Sederhana dalam kelebihan memang tak kalah sulit dibanding bersabar dalam kekurangan.</p>
<p>Sebagai penutup, ada kisah berhikmah tentang Nabi Isa a.s yang kubaca di buku Cinta Bagai Anggur karangan Syeikh Muzaffer Ozak.</p>
<p><em>“Nabi Isa as melepaskan dunianya. Ia menceraikan dunia ini sepenuhnya. Pada akhirnya, hanya ada dua buah benda yang dimilikinya-sebatang sisir yang biasa ia pakai untuk menyisir jenggotnya, dan sebuah gelas yang dipakainya untuk minum.</p>
<p>Sampai kemudian, suatu hari, Nabi Isa as berjumpa dengan seorang lelaki tua yang menyisir jenggotnya dengan tangan, maka ia pun membuang sisirnya. Lalu ia melihat seorang lelaki lain yang meminum air dengan tangannya, maka ia pun membuang gelasnya.” </em></p>
<p>Friday, May 29, 2009, 05.28</p>
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/friday-march-42005-0315/" title="Friday, March 4,2005, 03.15">Friday, March 4,2005, 03.15</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/04/nova-bu-rieny-dan-konsultasi-psikologi/" title="NOVA, Bu Rieny, dan Konsultasi Psikologi">NOVA, Bu Rieny, dan Konsultasi Psikologi</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/12/god-bless-you-my-dear/" title="God Bless You, My Dear &#8230;">God Bless You, My Dear &#8230;</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/03/freed/" title="Freed">Freed</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/10/tak-layak-berkata-lagi/" title="Tak Layak Berkata Lagi">Tak Layak Berkata Lagi</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2009/05/seprai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penurunan IQ Ibu, Benarkah?</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2009/05/penurunan-iq-ibu-benarkah/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2009/05/penurunan-iq-ibu-benarkah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 16:41:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=429</guid>
		<description><![CDATA[Entah pernah kubaca di mana, tapi katanya, berdasarkan riset,  ibu yang tengah hamil atau baru melahirkan kerap mengalami penurunan IQ beberapa point untuk sementara waktu. Entah karena pengaruh hormon, atau karena pengaruh psikologis dalam menghadapi situasi dan kondisi yang sama sekali baru dengan kehadiran sang bayi. 
Entah benar, atau tidak, yang jelas aku juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah pernah kubaca di mana, tapi katanya, berdasarkan riset,  ibu yang tengah hamil atau baru melahirkan kerap mengalami penurunan IQ beberapa point untuk sementara waktu. Entah karena pengaruh hormon, atau karena pengaruh psikologis dalam menghadapi situasi dan kondisi yang sama sekali baru dengan kehadiran sang bayi. </p>
<p>Entah benar, atau tidak, yang jelas aku juga pernah mengalami saat-saat krisis itu. Pada saat anak keduaku berusia kurang lebih 3 bulan, aku sempat merasa seperti orang linglung yang asing dengan keberadaanku sendiri. Merasa bagai hidup di negeri antah-berantah, <em>feeling disconnect </em>dengan kehidupanku bagai mengawang-awang dan tidak menapak di bumi. Merasa bodoh, agak pikun dan lebih cepat lupa. Apakah ini termasuk gejala penurunan kecerdasan atau  gejala baby-blues syndrome saja? </p>
<p>Suatu kali kami sekeluarga menjenguk teman yang baru saja melahirkan. Sang ibu yang kutahu seorang yang sangat cerdas mengatakan bahwa ia terlupa hari dan tanggal dan hanya ‘ngeh’ dengan jam karena berkaitan dengan jadwal menyusui bayinya.  </p>
<p>Entahlah, mungkin saja berlebihan bila dikatakan itu adalah salah satu contoh dari penurunan kecerdasan sementara seorang ibu. Mungkin itu hanya dikarenakan ia ‘tenggelam’ dalam dunia barunya yaitu sang bayi yang memerlukan perhatian penuh yang menyita hampir seluruh waktu sang ibu. Mengubah ritme kehidupan menjadi sama sekali baru.</p>
<p>Kalau memang benar ada penurunan kecerdasan secara temporer itu, maka pastilah ada aspek yang meningkat di sisi lain. Naluri keibuan, kesabaran, kepekaan dan perasaan kasih sayang pasti makin meningkat dan terasah dengan hadirnya sang buah hati.</p>
<p><em>But the good news is</em>, itu semua hanya bersifat temporer. Selang beberapa waktu kemudian, semua akan kembali normal. Tentu saja, bukankah menjadi seorang ibu itu memang harus cerdas?</p>
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/06/life-seeking-3/" title="Life Seeking 3">Life Seeking 3</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/01/pesan-untuk-anakku/" title="Pesan untuk Anakku">Pesan untuk Anakku</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/tak-habis-pikir-2/" title="Tak Habis Pikir (2)">Tak Habis Pikir (2)</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/01/tentang-usia-sekolah-part-ii/" title="Tentang Usia Sekolah (Part II)">Tentang Usia Sekolah (Part II)</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/03/25-random-things-about-me/" title="25 Random Things About Me">25 Random Things About Me</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2009/05/penurunan-iq-ibu-benarkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanpa Asisten</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2009/04/tanpa-asisten/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2009/04/tanpa-asisten/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 02:38:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Family]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa, sudah hampir 2 minggu sejak aku ‘kehilangan’ PRT ku yang sejak 2 tahun lebih ini menjadi bagian keluarga kami. Mulanya aku cukup shock dengan kepergiannya yang sangat mendadak, yang bahkan tidak kuduga 1 jam sebelumnya. Tiba-tiba she got all her things packed, ready to go. Maka kemudian aku tertatih menyesuaikan diri lagi.
Along the [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak terasa, sudah hampir 2 minggu sejak aku ‘kehilangan’ PRT ku yang sejak 2 tahun lebih ini menjadi bagian keluarga kami. Mulanya aku cukup shock dengan kepergiannya yang sangat mendadak, yang bahkan tidak kuduga 1 jam sebelumnya. Tiba-tiba <em>she <em>got all her things packed, ready to go</em></em>. Maka kemudian aku tertatih menyesuaikan diri lagi.</p>
<p><em>Along the way</em>, sampai saat ini, sudah 2 orang datang menawarkan diri untuk membantuku setengah hari tanpa menginap. Yang satu menawarkan untuk bekerja kira-kira 2-3 jam sampai pekerjaan seperti mencuci, menyetrika, dan beres-beres selesai. Sedangkan yang satu lagi, yang baru malam tadi datang kepadaku, menawarkan setengah hari penuh dari siang sampai sore hari. Hmm…tawaran yang menarik. <em>Suprisingly</em>, ketika penawaran itu datang, aku justru ragu dan mempertanyakan diri lagi apakah aku benar-benar telah sangat membutuhkan jasa mereka. Sejauh ini aku merasa masih cukup enjoy dengan kesendirianku. Anak bungsuku sudah cukup besar (26 bulan), sehingga  sudah bisa kutinggal bermain sendiri bersama abangnya, sementara aku mengerjakan pekerjaan rumah. Yang masih merepotkan hanya masalah BAB dan BAK yang masih suka sembarangan. Aku sering menaturnya setidaknya sejam sekali. Tapi ketika tiba ‘hari-hari hujan’ alias hari di mana dia sering sekali BAK dan aku mulai merasa stress ketika berualang kali harus membersihkannya, aku menyiasatinya dengan memakaikannya pospak. Sesekali saja.</p>
<p>Ada masanya ketika aku mudah sekali stress ketika tak ada bantuan asisten sama sekali. Seingatku mungkin pada saat anak keduaku masih berusia beberapa bulan. Rasanya seperti dalam keadaan ‘red alert’ setiap saat. Sangat susah untuk sejenak merasa santai tanpa dikejar-kejar pekerjaan rumah yang menyusul satu setelah yang lain. Seingatku aku tak bisa tidur nyenyak sebelum semua pekerjaan beres. Dan itu artinya mugkin saja aku masih  memaksakan diri untuk menyetrika pada jam 11 atau 12 malam, ketika sebenarnya badan sudah remuk redam.</p>
<p>But I take it more easy now. Aku menyempatkan diri untuk istirahat siang hari manakala memang merasa butuh untuk istirahat. Masa bodolah dengan pekerjaan yang segunung dan rumah yang berantakan bak kapal pecah. Toh ketika badan ini sudah segar setelah istirahat, semua insya Allah akan kuselesaikan juga dengan cepat, efektif dan efisien. Anak-anakku juga selamat dari omelanku yang rentan keluar terutama ketika badan sudah capek. Dan sekarang, aku bisa tidur malam dengan nyenyak bahkan ketika masih banyak piring kotor tergeletak <em>in my kitchen sink</em>, atau banyak baju kusut di bak setrika. Meskipun kadang-kadang akan kuselesaikan juga setelah bangun tidur jam 2 atau jam 3 dini hari. Dengan catatan kalau memang mata ini bisa terbuka dan sedang tidak merasa malas. <em>By the way</em>, aku memang pasti terbangun setiap malam rata-rata setiap 1- 1,5 jam sekali untuk membuat susu untuk bungsuku yang semalaman bisa minum sampai 8 botol. <em>And guess what</em>, seseorang memang bisa <em>be pushed to the limit </em>ketika dalam keadaan terdesak. Dulu, aku selalu melaundry bed coverku. Sekarang hitung punya hitung sudah 4 kali aku mencucinya sendiri. <em>Literally by my own hand</em>, karena memang mesin cuciku tengah rusak. Meski secara simpel saja yaitu dengan merendamnya dengan pewangi. Karena tidak terlalu kotor, hanya terkena sedikit rembesan pipis dari  diapers Halim yang sudah kepenuhan.</p>
<p><em>Well,</em> sampai saat ini, setidaknya sampai hamilku belum besar, insya Allah aku masih sanggup bekerja sendiri. Masa’ sih punya 3 anak aja ga bisa, sedangkan nenekku yang beranak 13 saja bisa. </p>
<p><em>By the way</em>, aku masih sempat buka facebook dan YM sesekali kok sebagai pelepas lelah. Just enjoy…</p>
<p><em>Sunday, April 26, 2009, 02.59</em><br />
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/06/life-seeking-2/" title="Life Seeking 2">Life Seeking 2</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/06/teman-hidup/" title="Teman Hidup">Teman Hidup</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/a-story/" title="A Story">A Story</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/02/surat-surat-itu-1/" title="Surat-Surat Itu&#8230; (1)">Surat-Surat Itu&#8230; (1)</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/10/premonition/" title="Premonition">Premonition</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2009/04/tanpa-asisten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>NOVA, Bu Rieny, dan Konsultasi Psikologi</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2009/04/nova-bu-rieny-dan-konsultasi-psikologi/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2009/04/nova-bu-rieny-dan-konsultasi-psikologi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 17:54:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oprah Show]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[Siapa bilang wanita tak butuh berita? Itulah tag line dari tabloid wanita mingguan NOVA. Seingatku sejak SD aku sudah mulai akrab dengan tabloid ini. Aku suka nimbrung membacanya kalau kebetulan ibu membelinya. Ibu memang tidak berlangganan secara khusus.
Rubrik yang kusuka dari dulu sampai sekarang adalah Rubrik Psikologi asuhan Dra. Rieny Hassan. Walaupun dulu aku masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Siapa bilang wanita tak butuh berita?</em> Itulah tag line dari tabloid wanita mingguan NOVA. Seingatku sejak SD aku sudah mulai akrab dengan tabloid ini. Aku suka nimbrung membacanya kalau kebetulan ibu membelinya. Ibu memang tidak berlangganan secara khusus.</p>
<p>Rubrik yang kusuka dari dulu sampai sekarang adalah Rubrik Psikologi asuhan Dra. Rieny Hassan. Walaupun dulu aku masih anak-anak, tapi aku sudah cukup mengerti persoalan yang dibahas dan sangat menikmati pula cara Bu Rieny memaparkan solusi atas permasalahan yang diajukan. Ulasannya begitu pas dan mengena. Sangat mencerahkan.</p>
<p>Setelah menikah kini, aku sesekali saja suka membeli NOVA. Karena terus terang aku agak kecewa dengan tampilan NOVA sekarang. Terlalu banyak iklan. Dalam hal berita dan peristiwa juga menurutku agak basi dan ketinggalan dibanding yang lain. Yang lebih mengecewakan lagi adalah bila, setelah membelinya, aku baru tahu bahwa pada edisi kali itu tidak ada rubrik Tanya Jawab Psikologi favoritku.</p>
<p>Sekarang kekecewaanku terobati karena aku tinggal meng-klik <a href="http://www.tabloidnova.com">www.tabloidnova.com </a>untuk mengakses tulisan-tulisan Bu Rieny. Gratis dan praktis <img src='http://www.nurulnoer.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
<p>Beberapa hari lalu aku puas membaca beberapa problema keluarga dan rumah tangga yang ada di NOVA online. Rupanya begitu beragam masalah yang dihadapi orang-orang dalam kehidupan mereka. Ada yang kewalahan dengan sikap suami yang keras dan pelit, ada yang mengalami ketidakcocokan dengan ipar dan mertua, ada pula masalah remaja yang hamil di luar nikah, sampai masalah mereka yang terjebak dalam drama perselingkuhan. Tampaknya setiap keluarga pasti memiliki masalahnya sendiri-sendiri. Meski dengan berbagai tingkatan intensitas, dari ringan sampai berat. <em>We never know what happen behind the closed door.</em> Begitu kata-kata yang sering disitir Oprah.</p>
<p>Banyak keluarga yang dari luar kelihatan sangat bahagia dan baik-baik saja, namun nyatanya menyimpan segudang permasalahan yang teramat  pelik. Yaa…namanya hidup, masalah tentu niscaya ada. Yang sangat disayangkan adalah bila masalah itu timbul dari sikap kita yang salah dan menyimpang.</p>
<p>Misalnya masalah anak atau orang tua yang mengidap penyakit tertentu. Kita bisa bilang bahwa ‘masalah’ itu datang dari-Nya sebagai ujian dan cobaan untuk kita. Tapi bila ada anak remaja yang hamil di luar nikah, atau rumah tangga yang berantakan karena tragedi perselingkuhan, maka bisa dibilang bahwa itu masalah yang ‘dicari sendiri’ atau diada-adakan. Kalau kita menjalani hidup dengan lurus-lurus saja, niscaya malapetaka itu bisa terhindarkan atau diminimalisir.</p>
<p>Mungkin sekali dua kali kita tergoda untuk menyimpang, tapi mudah-mudahan kita selalu ingat bahwa keluarga adalah yang utama. </p>
<p>Kembali ke masalah konsultasi psikologi. Sepertinya itu bukan hal yang aneh lagi di Barat (US) sana. Bahkan mungkin sudah termasuk ke dalam kebutuhan pokok. Seiring dengan tekanan hidup yang makin tinggi, stress yang dialami juga makin meningkat. Lantas orang butuh pelepasan untuk menyalurkan perasaannya, orang butuh orang lain yang bersedia untuk mendengarkan segala masalahnya. Bila tidak ada yang sukarela mau mendengar, maka terpaksa harus membayar jasa konsultan psikolog secara professional. Seingatku Oprah pernah bilang kata-kata yang intinya begini: “Alasan aku tidak membutuhkan untuk pergi ke psikolog adalah karena hampir tiap malam aku menceritakan semuanya kepada Gayle…” Gayle King is her best friend. Jadi, tiap orang pasti butuh seseorang atau sesuatu (misalnya hobi) untuk menyalurkan perasaannya.</p>
<p>Kalau  di Indonesia, sepertinya masih agak jarang ada orang yang mau mendatangi jasa psikolog. Alasannya adalah karena orang masih susah dengan <em>basic needs</em>, boro-boro memenuhi kebutuhan psikologis seperti itu yang mana termasuk <em>next level of needs</em>. Alasan lainnya, masih ada anggapan bahwa yang mendatangi psikolog hanyalah mereka yang punya masalah serius atau sakit jiwa<em>.(*Padahal pada hakikatnya, bukankah kita semua ini adalah orang yang jiwanya masih sakit?*)</em><br />
Kadang memang, kalau mengadu pada orang yang tidak tepat, bukannya masalah terselesaikan dengan baik, malah justru aib diri tersebar kemana-mana. Lagipun memang, ada orang-orang tertentu yang masukannya sangat pas dan enak didengar, sebaliknya banyak pula orang yang sebaiknya tidak kita mintai pendapat. <em>(*Lagi-lagi berkaitan dengan bakat diri*)</em>. Dan Bu Rieny menurutku adalah orang yang sangat mumpuni di bidang itu. Mungkin banyak orang bergelar Psikolog, tapi tidak banyak yang masukannya sangat mencerahkan. Seperti yang kudapat setiap membaca solusi dari Bu Rieny.</p>
<p>Maaf bila tulisan ini tidak fokus dan melebar kemana-mana. <em>It’s been soooo long since I done my last writing… </em> <img src='http://www.nurulnoer.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/06/makan-tuh-gengsi/" title="Makan tuh Gengsi!">Makan tuh Gengsi!</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/03/a-tiny-little-thing-about-us/" title="A Tiny Little Thing About Us">A Tiny Little Thing About Us</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/misteri-jodoh/" title="Misteri Jodoh">Misteri Jodoh</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/tahapan-hidup/" title="Tahapan Hidup">Tahapan Hidup</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/muqollibal-quluub/" title="Muqollibal quluub">Muqollibal quluub</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2009/04/nova-bu-rieny-dan-konsultasi-psikologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malik bin Dinar</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2009/04/malik-bin-dinar/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2009/04/malik-bin-dinar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 06:30:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Pergaulilah dunia sebagaimana Malik bin Dinar mempergaulinya:
Aku membagi dunia ini menjadi dua bagian: Apa yang memang untukku dan apa yang bukan untukku.
Yang kudapat adalah yang memang jadi milikku. Tak akan lepas dariku walaupun seisi dunia menolaknya.
Yang luput dariku adalah memang yang bukan milikku. Takkan kudapat walau seisi dunia mengusahakannya.
Tulisan Lainnya

Premonition
Reason of Living
Jalan Santai Minggu Pagi
Wed, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pergaulilah dunia sebagaimana Malik bin Dinar mempergaulinya:</p>
<p><em>Aku membagi dunia ini menjadi dua bagian: Apa yang memang untukku dan apa yang bukan untukku.</em></p>
<p><em>Yang kudapat adalah yang memang jadi milikku. Tak akan lepas dariku walaupun seisi dunia menolaknya.</em></p>
<p><em>Yang luput dariku adalah memang yang bukan milikku. Takkan kudapat walau seisi dunia mengusahakannya.</em></p>
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/08/cerita-lama-tentang-aku-dan-dia/" title="Cerita Lama tentang Aku dan Dia">Cerita Lama tentang Aku dan Dia</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/05/seprai/" title="Seprai">Seprai</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/11/bagaimana-besok/" title="Bagaimana Besok?">Bagaimana Besok?</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/dosa-ga-benjol/" title="Dosa Ga Benjol">Dosa Ga Benjol</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/wednesday-june-29-2005-0148/" title="Wednesday, June 29, 2005. 01.48">Wednesday, June 29, 2005. 01.48</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2009/04/malik-bin-dinar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Awas Mitos Selingkuh!</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2009/01/awas-mitos-selingkuh/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2009/01/awas-mitos-selingkuh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 13:03:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatansinurul.blog.friendster.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Setiap buka internet explorer. Pasti otomatis kebuka www.yahoo.com. Iseng-iseng kubuka salah satu link tentang dating tips. Tapi yang ini bukan exactly tentang dating, tapi topic mengenai affairs alias selingkuh bahasa populernya. Mmm&#8230;menarik juga,ngasih insight baru. Yang mau lihat silakan intip di: http://dating.personals.yahoo.com/singles/relationships/24187/dating-101-everything-you-know-about-affairs-is-wrong. Gw terjemahin bebas ya buat yang males baca Inggrisnya.

&#8220;Sekali pengkhianat tetap pengkhianat&#8230;&#8221; (Apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">Setiap buka internet explorer. Pasti otomatis kebuka <a href="http://www.yahoo.com/">www.yahoo.com</a>. Iseng-iseng kubuka salah satu link tentang dating tips. Tapi yang ini bukan exactly tentang dating, tapi topic mengenai affairs alias selingkuh bahasa populernya. Mmm&#8230;menarik juga,ngasih insight baru. Yang mau lihat silakan intip di: <a href="http://dating.personals.yahoo.com/singles/relationships/24187/dating-101-everything-you-know-about-affairs-is-wrong">http://dating.personals.yahoo.com/singles/relationships/24187/dating-101-everything-you-know-about-affairs-is-wrong</a>. Gw terjemahin bebas ya buat yang males baca Inggrisnya.</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">&#8220;Sekali pengkhianat tetap pengkhianat&#8230;&#8221; (Apa bahasa yang enak untuk menyebut &#8216;cheater&#8217;? Penipu? Peselingkuh? Kok masih agak ganjil kedengarannya)</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">&#8220;Orang berselingkuh ketika mereka tidak bahagia di rumah.&#8221;</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">&#8220;Jika pasanganmu berselingkuh, kau pasti akan mengetahuinya.&#8221;</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">Itu anggapan yang umum terjadi, dan itu terasa menetramkan, dengan caranya yang aneh. Tapi anggapan itu semuanya salah, kata para ahli yang mempelajari tentang ketidak setiaan (infidelity). Mempercayai mitos ini berbahaya, karena mempengaruhi cara kita mencegah, melacak, dan pulih dari luka perselingkuhan (ya, pulih -bertentangan dengan anggapan umum- selingkuh tidak harus selalu menghancurkan suatu hubungan). Kami mengungkap riset mutakhir supaya Anda bisa melindungi hubungan anda berdasar fakta-fakta tersebut.<span id="more-178"></span></p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;"><strong>Mitos Pertama: Perselingkuhan hanya mungkin dilakukan oleh seseorang yang memang memiliki profil peselingkuh. (There is a &#8216;cheater&#8217; profile).</strong></p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">Faktanya: Setiap orang potensial berselingkuh, bila didukung keadaan tertentu yang jadi pemicunya. &#8220;Ada sedemikian banyak profil peselingkuh sebanyak orang yang berselingkuh itu sendiri.&#8221; Kata Douglas Snyder, Ph.D. , seorang terapis masalah pasangan dan Professor Psikologi di A and M University. Mitos yang berlaku selama ini adalah kita merasa selalu dapat mengenali tipe orang yang potensial berselingkuh. Ini yang membuat Linda Mitchell, 43, seorang personal trainer terkejut ketika mengetahui bahwa pasangannya mempunyai affair. &#8220;Dia tidak pernah menunjukkan gelagat apapun yang mengarah kepada perselingkuhan. Selalu membawakan saya bunga dan selalu mengatakan betapa saya adalah pasangan yang hebat.&#8221;</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">Sementara ada orang yang memang pada tabiatnya seorang &#8216;petualang cinta&#8217;, pada banyak kasus, perselingkuhan terjadi karena &#8216;tidak sengaja&#8217; atau tidak diniatkan sebelumnya. Orang yang &#8216;tidak sengaja&#8217; terlibat perselingkuhan tidak punya niatan sebelumnya untuk menjadi tidak setia,&#8221; kata Snyder lagi. &#8220;Itu bahkan tidak konsisten dengan system nilai yang mereka anut, tapi kesempatan yang terbuka menghanyutkannya.&#8221; Mungkin partner kerja yang berbarengan dalam sebuah perjalanan bisnis ketika Anda sedang stress. Mungkin juga seorang tukang ganteng yang sedang bekerja di rumah memuji Anda ketika Anda baru saja berkelahi dengan pasangan.</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;"><em>* Seperti di film Unfaithful ketika Diane Lane jatuh berselingkuh dengan lelaki muda ganteng yang menabraknya secara tidak sengaja hingga terjatuh dengan lutut berdarah.*</em></p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">&#8220;Ini cara terbaik untuk menangkal affair. Daripada bergagah diri mengatakan: &#8216;Aku tak akan pernah sekali-kali berselingkuh&#8217; lebih baik memikirkan orang, situasi, atau suasana hati bagaimana yang membuat kita rentan berselingkuh&#8221;, kata Barry McCarthy, Ph.D, seorang terapis perkawinan dan pengarang buku &#8220;<a href="http://shopping.yahoo.com/p:Getting%20It%20Right%20This%20Time%3A%20How%20to%20Create%20a%20Loving%20and%20Lasting%20Marriage:3004440664">Getting It Right This Time: How to Create a Loving and Lasting Marriage</a>&#8220;</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">Mungkin Anda begitu bersikap penyayang dalam membantu tetangga yang istrinya baru saja meninggal. Atau bertemu cinta pertama Anda dalam situasi dan kondisi yang tidak Anda duga sebelumnya. Situasi itu terasa &#8216;mengancam&#8217; dan menakutkan, tapi mengadakan perbincangan sulit mengenai ini dengan pasangan membantu Anda berdua mengenali situasi yang beresiko dan menjaganya jangan sampai terjadi.</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">Anda juga bisa menjaga jarak aman dengan lawan jenis dengan tidak membicarakan masalah pribadi seperti mengeluhkan tentang pasangan dan tidak menyembunyikan hubungan pertemanan itu secara rahasia. &#8220;Anda tahu sendiri telah melampaui batas ketika Anda tidak menginginkan pasangan Anda mengetahui apa yang Anda bincangkan dengan orang lain.&#8221; Kata Tina Pittman Wagers, Psy.D, psikolog klinis dan instruktur di University of Colorado at Boulder. &#8221; Jika mulai terasa seperti itu, Anda harus mulai menarik diri dari pertemanan itu dan mendekatkan kembali hubungan dengan pasangan.&#8221;</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;"><strong>Mitos Kedua: Lelakilah yang berselingkuh.</strong></p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">Faktanya: Menurut riset terkini, jumlah wanita usia 20-an dan 30-an yang berselingkuh sama banyaknya dengan lelaki seusia mereka. Satu alasannya: Wanita bekerja di luar. Ketika Anda bekerja, Anda memiliki kebebasan finansial yang akan membuat Anda lebih berani mempertaruhkan hubungan Anda. Anda juga berpeluang untuk itu. Sekitar</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">46 % wanita dan 62 % pria berselingkuh dengan teman kerja.</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;"><strong>Mitos Ketiga: Kebosanan dalam hubungan jangka panjang menyebabkan perselingkuhan.</strong></p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">Faktanya: Michael, 34, seorang pengacara di Tampa, mengatakan, istrinya berselingkuh saat usia pernikahan mereka belum lagi 2 tahun. &#8220;Saya tak pernah menduga ini akan terjadi&#8221;, kata Michael. Bahkan periode honeymoon ini ternyata termasuk beresiko tinggi. &#8220;Paling banyak orang berselingkuh dalam 2 tahun pertama pernikahan mereka dibandingkan dengan periode manapun&#8221;, kata McCarthy. Wanita mungkin saja coba-coba dengan perselingkuhan perbandingan. &#8220;Apakah aku akan lebih baik jika bersama pria ini? Apakah aku melakukan kesalahan dengan menikahi suamiku?&#8221;</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">Sementara itu, lelaki kerap berselingkuh dengan alasan yang tak ada kaitannya dengan hubungan mereka. Mungkin karena dalam dunia pergaulan laki-laki, perilaku demikian dianggap wajar saja. <em>That&#8217;s just what guys do.</em></p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;"><em> </em></p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;"><strong>Mitos Keempat: Lelaki berselingkuh karena merasa tidak bahagia dalam hubungan mereka.</strong></p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">Faktanya: Adalah benar bahwa kebanyakan wanita yang berselingkuh karena tersakiti secara fisik atau emosional oleh pasangan mereka setidaknya setahun sebelum affair itu terjadi. Tetapi lebih dari setengah lelaki yang berselingkuh adalah mereka yang bahagia atau bahkan sangat bahagia dalam perkawinan mereka.Demikian hasil survey yang</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">didapat Shirley Glass, Ph.D, noted infidelity researcher and author of NOT &#8220;Just Friends.&#8221;</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">Banyak faktor yang mempengaruhi keputusan pria berselingkuh, termasuk di antaranya chemistry, kesempatan, dan control yang lemah atas dorongan/ hasrat sesaat.. &#8220;Saya menangani pasangan di mana rekan kerja wanita si suami menggodanya saat konferensi kerja dan dia menanggapinya&#8221;, kata Wagers. &#8220;Meski pria itu merasa dekat dengan istrinya dan merasa pernikahannya bahagia, ia tersulut dan tersanjung ketika wanita yang 15 tahun lebih muda darinya itu mengatakan dia menarik.&#8221;</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">Banyak peselingkuh menyalahkan pernikahannya yang tidak bahagia., tapi peneliti mengatakan bawa mereka mengarang saja. Memang banyak orang yang tidak bahagia dalam tingkatan tertentu dalam pernikahan mereka, tetapi tidak semuanya berselingkuh. &#8220;Selingkuh bukalah satu-satunya jalan&#8221;, kata Wagers. &#8221; Jika Anda merasa tidak puas dengan pernikahan Anda, bicarakanlah dengan pasangan.&#8221;</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">Itulah mengapa para terapis mengatakan penting untuk tetap menjaga hubungan dengan pasangan. Bagi Anda, mungkin dengan berbincang bersisian selama 20 menit sebelum tidur , berbagi cerita tentang hari Anda, tentang impian Anda. Ide utamanya adalah menjaga kedekatan dan keterhubungan dengan pasangan. Semakin tak terhubung Anda dengan pasangan, semakin mudah bagi Anda tergelincir ke jurang perselingkuhan.</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;"><strong>Mitos Kelima: Anda bisa lebih bahagia hidup bersama dengan teman selingkuh Anda.</strong></p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">Faktanya: Meskipun tampak bahagia, biasanya pasangan selingkuh tak berlangsung lama. Sekitar 75% pasangan berselingkuh yang kemudian menikah berakhir dengan perceraian. Selama selingkuh, cinta membawa mereka tenggelam dalam euphoria asmara, ditambah lagi dengan ketegangan yang meningkat akibat kerahasiaan hubungan itu. Mereka bagai hidup dalam dunia fantasi yang hanya berfokus pada mereka berdua satu sama lain, tidak diberati dengan segala tetek bengek urusan sehari-hari seperti masalah tagihan dan anak.</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;"><strong>Mitos Keenam: Anda bisa tahu seberapa jauh pasangan Anda berselingkuh.</strong></p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">Faktanya: Dalam banyak kasus, pihak yang dikhianati biasanya berada dalam kegelapan. Tidak tahu apa-apa. &#8220;Biasanya peselingkuh pandai menyimpan rahasia dan lihai berbohong.&#8221; Demikan yang terjadi pada Dayle DeCillo, 39, ibu 5 anak di Mission Viejo, California. Ia sama sekali tidak punya kecurigaan pada suaminya yang dinikahinya selama 11 tahun, sampai ia mendapatinya sedang bersama wanita lain. &#8220;Saya benar-benar terbutakan.&#8221; Ia adalah seorang paramedic dan petugas pemadam kebakaran, ia sering keluar, entah untuk bekerja atau &#8216;bekerja&#8217;.</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">DeCillo berasumsi sederhana seperti kebanyakan orang. Anda berasumsi bahwa anda jujur dan demikian pula pasangan Anda. Kemungkinan bahwa ia telah berselingkuh bahkan tak terbetik dalam pikiran. Jadi Anda tidak curiga ketika ia pulang kantor terlambat, atau mengatakan sedang bermain golf dengan teman. Ketika perselingkuhan telah tersingkap, barulah pasangan yang dikhianati tersadar: Kita memang tak pernah bisa yakin apakah pasangan kita akan berselingkuh.</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;"><strong>5 tips penting untuk mencegah affair:</strong></p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;"><strong>1. Jadi teman no.1 bagi pasangan.</strong> Jangan berbagi pemikiran pribadi pada orang lain yang tidak Anda bagi kepada pasangan.</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;"><strong>2. Luangkan waktu setiap hari untuk berkomunikasi secara rutin.</strong> Momen sehari-hari yang akrab membantu Anda membangun kebersamaan dan berbagi impian bersama.</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;"><strong>3. Jangan biarkan &#8216;waktu keluarga&#8217; melalaikan &#8217;waktu berdua&#8217; Anda.</strong> Hubungan yang terlalu berfokus semata pada anak sangat rentan terhadap perselingkuhan.</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;"><strong>4. Kenali saat-saat Anda rentan dan mudah tertarik pada orang lain.</strong> Misal ketika sedang tidak akur dengan pasangan, atau bertemu seseorang yang menarik hati Anda.</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;"><strong>5. Kelilingi diri dengan orang yang peduli pada Anda dan hubungan Anda.</strong> Jika Anda sedang tergoda, dan tidak bisa membicarakannya dengan pasangan, Anda dapat membicarakannya dengan orang ini. Dan jika salah satu dari Anda sedang &#8216;tersesat&#8217;, Anda punya kelompok pendukung yang dapat membantu Anda berdua utuh kembali.</p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;"><em>By <a href="http://dating.personals.yahoo.com/singles/relationships/24187/dating-101-everything-you-know-about-affairs-is-wrong#author_bio%23author_bio"><strong>Dana Hudepohl for Redbook</strong></a></em><em>Updated: Dec 19, 2008</em></p>
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;">
<p style="margin:0cm 0cm 0pt;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0cm 0cm 0pt;"><span style="font-size:small;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/01/tentang-usia-sekolah-part-ii/" title="Tentang Usia Sekolah (Part II)">Tentang Usia Sekolah (Part II)</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/05/seprai/" title="Seprai">Seprai</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/08/aslamku/" title="Aslamku">Aslamku</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/10/premonition/" title="Premonition">Premonition</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/06/memulai-dengan-sederhana/" title="Memulai dengan Sederhana">Memulai dengan Sederhana</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2009/01/awas-mitos-selingkuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Premonition</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2007/10/premonition/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2007/10/premonition/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Oct 2007 01:57:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatansinurul.blog.friendster.com/2007/10/premonition/</guid>
		<description><![CDATA[Sekali-sekali nulis resensi film aah. Aku nonton film ini beberapa bulan lalu. Film ini mengisahkan tentang Linda Hanson (diperankan oleh Sandra Bullock), seorang wanita yang bersuamikan Jim (Julian McMahon) dan dikaruniai 2 orang putri cantik.Rumah tangganya kelihatannya bahagia sampai ia mendengar kabar mengejutkan tentang kematian suaminya dalam sebuah kecelakaan mobil. 
Jujur aja,&#160; kalo aku ga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekali-sekali nulis resensi film aah. Aku nonton film ini beberapa bulan lalu. Film ini mengisahkan tentang Linda Hanson (diperankan oleh Sandra Bullock), seorang wanita yang bersuamikan Jim (Julian McMahon) dan dikaruniai 2 orang putri cantik.<br />Rumah tangganya kelihatannya bahagia sampai ia mendengar kabar mengejutkan tentang kematian suaminya dalam sebuah kecelakaan mobil. </p>
<p>Jujur aja,&nbsp; kalo aku ga baca /tahu prolog film ini mungkin agak twisting karena alurnya bolak-balik silih berganti. Wong, garis besar ceritanya memang begitu: Linda ini bingung karena one morning she wakes up as a widow and the following morning she finds her husband is very much alive. Begitu terus silih berganti.</p>
<p>Sampai akhirnya dia belajar sesuatu bahwa yang dialaminya memang nyata (but I still don&#8217;t know why this can be happen, karena part of the film yang menerangkan ini ga ada teksnya dan ngomongnya ga jelas ;o maklum soalnya dvd bajakan).<br />Dan bahwa endingnya akan terjadi sebagaimana dia menjalani beginningnya. Bingung? Maksudnya gini, suatu hari dia mendapati dirinya sebagai seorang yang terganggu jiwanya alias menderita mental illness karena ga siap menerima kematian suaminya. Ketika dia terbangun lagi keesokan pagi dalam keadaan suaminya masih hidup, artinya dia masih punya kesempatan untuk menyiapkan diri menghadapi kejadian yang akan datang dengan melakukan the best she can do. Ini termasuk menyelamatkan pernikahannya dari perselingkuhan yang terjadi antara suaminya dengan teman kantornya.</p>
<p>Akhir cerita menurutku happy ending. Karena meski suaminya memang mati dalam kecelakaan mobil sesuai the premonition, tapi ketika menjelang ajal Jim tengah membatalkan janji kencannya dengan The Mistress alias selingkuhannya lewat HP. Artinya ketika akan meninggal, resultan arah&nbsp; hatinya Jim&nbsp; menuju kepada istri dan anak-anaknya&nbsp; dan bukan kepada WIL nya. Dan Linda, akhirnya digambarkan tengah hamil anak ketiganya sebagai buah cintanya dengan suami pada malam terakhir suaminya hidup.</p>
<p>Pesan moral film ini menurutku, ketetapan umur atau nasib kita memang sudah tertentu dari sananya (baca: dari Allah). Yang terpenting adalah bagaimana kita menggunakan dengan sebaiknya jatah hidup yang ada. Mengisinya dengan cinta, mencurahkan the best of ourselves untuk orang-orang yang kita cintai.</p>
<h3>Tulisan Lainnya</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/humble-secuplik-tentang-dia/" title="Humble (Secuplik Tentang Dia)">Humble (Secuplik Tentang Dia)</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/05/seprai/" title="Seprai">Seprai</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/12/alirkan-apa-yang-kau-punya/" title="Alirkan Apa Yang Kau Punya">Alirkan Apa Yang Kau Punya</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/11/focusing-on-what-important/" title="Focusing on What Important">Focusing on What Important</a></li>
<li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/11/bagaimana-besok/" title="Bagaimana Besok?">Bagaimana Besok?</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2007/10/premonition/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
