<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>nurulnoer.com</title>
	<atom:link href="http://www.nurulnoer.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nurulnoer.com</link>
	<description>It's truth, it's whole truth, and nothing but the truth. Written by me as a woman, a spouse, and a mom.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Apr 2012 15:30:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Titipan</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2012/04/titipan/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2012/04/titipan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 15:30:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Family]]></category>
		<category><![CDATA[My Kids]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=529</guid>
		<description><![CDATA[Anak-anak itu telah Kau titipkan padaku, Tuhanku. Dengan segala kekuranganku kumenerima mereka titipan-Mu yang indah itu yang sering ku tak menyadari keindahannya. Kau izinkan mereka tumbuh dalam rahimku dengan Ke-Rahim-an- Mu. Ajari aku Tuhanku bagaimana mendidik dan membimbing mereka. Limpahkan kesabaran luar biasa yang tak terlupa meskipun badan dan ragaku tengah letih. Betapa aku menyayangi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anak-anak itu telah Kau titipkan padaku, Tuhanku. Dengan segala kekuranganku kumenerima mereka titipan-Mu yang indah itu yang sering ku tak menyadari keindahannya.</p>
<p>Kau izinkan mereka tumbuh dalam rahimku dengan Ke-Rahim-an- Mu. Ajari aku Tuhanku bagaimana mendidik dan membimbing mereka.</p>
<p>Limpahkan kesabaran luar biasa yang tak terlupa meskipun badan dan ragaku tengah letih.</p>
<p>Betapa aku menyayangi mereka: anak-anakku. Anugerah terindah dalam hidupku.</p>
<p>Terima kasih Tuhanku atas titipan-Mu.</p>
<h3  class="related_post_title">Tulisan Lainnya</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/06/lost-tempered/" title="Lost Tempered">Lost Tempered</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2011/12/mengapa-ibu-yang-wafat-saat-melahirkan-mendapat-syahid/" title="Mengapa Ibu yang Wafat saat Melahirkan mendapat Syahid">Mengapa Ibu yang Wafat saat Melahirkan mendapat Syahid</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/03/own-the-now/" title="OWN The NOW">OWN The NOW</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/03/25-random-things-about-me/" title="25 Random Things About Me">25 Random Things About Me</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/07/delapan-detik-di-lift/" title="Delapan Detik di Lift">Delapan Detik di Lift</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2012/04/titipan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kembali Pulang</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2012/01/kembali-pulang/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2012/01/kembali-pulang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 10:34:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[I guess I have to write down my priority. Time is running so fast. Mau nangis rasanya melihat hidup yang begini kacau balau. Tak tahu bagaimana nilainya di hadapan Yang Mencipta Hidup. Kadang terasa sangat sepi dan kosong makna. Jalannya hanya satu, kurasa. Mengembalikan semua kepada-Nya. Membenahi ibadah -membenahi statusku sebagai abdi-Nya. Membenahi hati -sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>I guess I have to write down my priority.</em> <em>Time is running so fast.</em> Mau nangis rasanya melihat hidup yang begini kacau balau. Tak tahu bagaimana nilainya di hadapan Yang Mencipta Hidup.</p>
<p>Kadang terasa sangat sepi dan kosong makna. Jalannya hanya satu, kurasa. Mengembalikan semua kepada-Nya. Membenahi ibadah -membenahi statusku sebagai abdi-Nya. Membenahi hati -sebagai sarana komunikasi dengan-Nya. Tuhan&#8230;tunjukkan yang benar sebagai kebenaran dan berilah kekuatan untuk mengikutinya. Aku tak mau terhanyut dalam buih dunia yang kosong dan tanpa makna. Yang membuatku hanyut entah ke mana. Tersesat jauh dari tujuan Kau menciptakan aku.</p>
<p>Terima kasih atas secercah kesadaran yang Kau beri sore ini.</p>
<p>Sg, Monday, Jan 16, 2012</p>
<h3  class="related_post_title">Tulisan Lainnya</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/08/triple-the-happiness/" title="Triple The Happiness">Triple The Happiness</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/01/tentang-usia-sekolah-part-i/" title="Tentang Usia Sekolah (Part I)">Tentang Usia Sekolah (Part I)</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/wednesday-june-15-2005-1755/" title="Wednesday, June 15, 2005, 17.55">Wednesday, June 15, 2005, 17.55</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/tragic-story-sebuah-rekaan-based-on-a-true-story/" title="Tragic Story: Sebuah Rekaan based on A True Story">Tragic Story: Sebuah Rekaan based on A True Story</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/06/life-seeking-2/" title="Life Seeking 2">Life Seeking 2</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2012/01/kembali-pulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Insan Bermanfaat</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2012/01/insan-bermanfaat/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2012/01/insan-bermanfaat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 18:30:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[Menyendiri dapat membuka diskusi intens dengan pikiran kita sendiri. Aku duduk sendiri tanpa teman di bus umum pagi ini. Melihat Pak Sopir di belakang kemudi tiba-tiba terbersit pertanyaan: &#8220;Apa ia pernah bercita-cita menjadi sopir sewaktu kecil?&#8221; Pertanyaan kemudian berlanjut : &#8220;Akan jadi apakah anak-anakku nantinya?&#8221; Lalu bus melintasi sebuah gedung yang sedang dibangun dan terlihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyendiri dapat membuka diskusi intens dengan pikiran kita sendiri. Aku duduk sendiri tanpa teman di bus umum pagi ini. Melihat Pak Sopir di belakang kemudi tiba-tiba terbersit pertanyaan: &#8220;Apa ia pernah bercita-cita menjadi sopir sewaktu kecil?&#8221; Pertanyaan kemudian berlanjut : &#8220;Akan jadi apakah anak-anakku nantinya?&#8221;</p>
<p>Lalu bus melintasi sebuah gedung yang sedang dibangun dan terlihat beberapa pekerja berkulit hitam legam. Atas tenaga dan kerja keras merekalah gedung-gedung megah ini berdiri. Sungguh Allah menyiptakan berlainan keadaan kita agar kita dapat saling mempergunakan satu sama lain. </p>
<p>Sopir, pekerja bangunan, mungkin tak seberapa penghasilan mereka. Aku pun tak bisa menerka akan menjadi apa anakku nantinya. Yang pasti doaku adalah, mereka jadi manusia yang bermanfaat bagi sesamanya. Tidak penting seberapa penghasilan mereka nantinya, yang penting adalah kehadiran mereka membawa manfaat bagi orang lain.</p>
<p>Seperti manfaat yang kurasakan dari jasa Pak Sopir yang memungkinkan aku untuk sampai ke sekolah anakku pagi ini.</p>
<h3  class="related_post_title">Tulisan Lainnya</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2012/04/titipan/" title="Titipan">Titipan</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/tak-habis-pikir-1/" title="Tak Habis Pikir (1)">Tak Habis Pikir (1)</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/10/premonition/" title="Premonition">Premonition</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/08/aslamku/" title="Aslamku">Aslamku</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/06/syalom-in-the-home/" title="Syalom in The Home">Syalom in The Home</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2012/01/insan-bermanfaat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Ibu yang Wafat saat Melahirkan mendapat Syahid</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2011/12/mengapa-ibu-yang-wafat-saat-melahirkan-mendapat-syahid/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2011/12/mengapa-ibu-yang-wafat-saat-melahirkan-mendapat-syahid/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Dec 2011 15:49:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=519</guid>
		<description><![CDATA[Semua wanita yang pernah merasakan sendiri pengalaman melahirkan pasti tahu beratnya perjuangan mempertaruhkan nyawa demi kelahiran sesosok jiwa ke alam dunia ini. Tapi poin utama status ‘mati syahid’ yang hendak kutulis di sini tak hanya karena itu. Bayangkan bahwa tiap detik dalam hidup kita dapat diisi dengan berjuta kemungkinan aktivitas atau keadaan yang secara merdeka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semua wanita yang pernah merasakan sendiri pengalaman melahirkan pasti tahu beratnya perjuangan mempertaruhkan nyawa demi kelahiran sesosok jiwa ke alam dunia ini. Tapi poin utama status ‘mati syahid’ yang hendak kutulis di sini tak hanya karena itu.</p>
<p>Bayangkan bahwa tiap detik dalam hidup kita dapat diisi dengan berjuta kemungkinan aktivitas atau keadaan yang secara merdeka dapat kita pilih. Kita dapat memilih untuk tidur, makan, menulis, atau bahkan melamun saja. Dalam semua keadaan itu, bila perangkat hati kita belum sedemikian bersih, maka kita tidak tahu apakah yang kita pilih itu bersesuaian betul dengan Kehendak Allah per saat itu. </p>
<p>Life is a series of gambling. Amal baik belum tentu amal sholih. Dosa adalah segala sesuatu yang tidak disukai Allah. Setiap waktu ada amalnya dan setiap amal ada waktunya. Dalam kekelaman hati yang belum bisa membaca Kehendak-Nya, maka kita betul-betul dalam keadaan menebak dan meraba apa amal sholih yang dituntut per saat ini. Per detik ini.</p>
<p>Nah, keadaan sakit mulas yang luar biasa saat melahirkan adalah sesuatu yang alami datang tanpa diundang (well, sepertinya kukecualikan dulu ya persalinan dengan bantuan atau C-Section). Si bayi lahir ke fase alam dunia dengan Titah Sang Maha Kuasa: ‘Kun Fayakun’. So it’s just like hitting the centre point of a Russian Dart when it all happens: ‘Bull’s Eye!’ Per detik itu memang itulah yang menjadi Kehendak-Nya. Maka seorang Ibu yang wafat pada saat itu –dan tentu saja ikhlas menjalaninya- benar-benar dalam keadaan (state) menemui Dia Ta’ala dalam menjalani Kehendak-Nya per saat itu. Did you see my point? Dan karena kesesuaian yang sempurna antara makhluk-Kholiq itulah maka ia mendapat syahid. </p>
<p>Mungkin ada yang bisa melengkapi dengan dalil?</p>
<p><em>Just my two cents!</em></p>
<p>(37w4d &#8212; sedikit hari saja menjelang kehadiranmu)</p>
<p>Chiltern Park, Friday, Dec 2,2011, 02.39</p>
<h3  class="related_post_title">Tulisan Lainnya</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/muqollibal-quluub/" title="Muqollibal quluub">Muqollibal quluub</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/misteri-jodoh/" title="Misteri Jodoh">Misteri Jodoh</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/11/focusing-on-what-important/" title="Focusing on What Important">Focusing on What Important</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/09/si-kriwil/" title="Si Kriwil">Si Kriwil</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/06/lost-tempered/" title="Lost Tempered">Lost Tempered</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2011/12/mengapa-ibu-yang-wafat-saat-melahirkan-mendapat-syahid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teman Hidup</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/06/teman-hidup/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/06/teman-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 15:22:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Husband]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=517</guid>
		<description><![CDATA[Saat aku menulis ini, teman hidupku tengah beratus kilometer jaraknya. Mengemban tugas mulia yang diamanahkan di pundaknya. Kami berkembang dan mengejar mimpi bersama. Membesarkan anak-anak sebaik yang kami mampu. Mengasihi mereka dengan segenap kasih yang kami punya. Memberi kenangan indah bermakna dalam lembaran album kehidupan mereka. Agak sulit membayangkan bagaimana hidup sendiri tanpa separuh nyawaku. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat aku menulis ini, teman hidupku tengah beratus kilometer jaraknya. Mengemban tugas mulia yang diamanahkan di pundaknya. Kami berkembang dan mengejar mimpi bersama. Membesarkan anak-anak sebaik yang kami mampu. Mengasihi mereka dengan segenap kasih yang kami punya. Memberi kenangan indah bermakna dalam lembaran album kehidupan mereka.</p>
<p>Agak sulit membayangkan bagaimana hidup sendiri tanpa separuh nyawaku. Sunyi. Sendiri. Sepi. Bagai dunia kehilangan separo warna cerianya.</p>
<p>Padamu Sayang, kuabdikan diriku utuh.</p>
<h3  class="related_post_title">Tulisan Lainnya</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/06/memulai-dengan-sederhana/" title="Memulai dengan Sederhana">Memulai dengan Sederhana</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/04/malik-bin-dinar/" title="Malik bin Dinar">Malik bin Dinar</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/01/pesan-untuk-anakku/" title="Pesan untuk Anakku">Pesan untuk Anakku</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/04/adaptadaptadapt/" title="Adapt&#8230;Adapt&#8230;Adapt&#8230;">Adapt&#8230;Adapt&#8230;Adapt&#8230;</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/06/master-of-ceremony/" title="Master of Ceremony">Master of Ceremony</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/06/teman-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Freed</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/03/freed/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/03/freed/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 22:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[Ini bukan merk mobil, hanya sebuah pernyataan pembebasan diri. Bukan juga kata perpisahan, hanya pengasingan diri sementara waktu. Aku mulai lelah bergaul di dunia maya. Banyak yang harus dibenahi. Sekarang saatnya &#8216;turun mesin&#8217;, overhauled, semadhi or whatever you wanna call. Menarik diri, berkontemplasi, memunguti apa yang terserak. Lebih hangat di hati bermain bersama anak-anak. Berjalan-jalan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini bukan merk mobil, hanya sebuah pernyataan pembebasan diri. Bukan juga kata perpisahan, hanya pengasingan diri sementara waktu. Aku mulai lelah bergaul di dunia maya. Banyak yang harus dibenahi. Sekarang saatnya &#8216;turun mesin&#8217;, overhauled, semadhi or whatever you wanna call. Menarik diri, berkontemplasi, memunguti apa yang terserak. </p>
<p>Lebih hangat di hati bermain bersama anak-anak. Berjalan-jalan, menemani bermain, membacakan buku dan bercerita. Waktu bagai berlari. Bertemu Senin tiba-tiba sampai ke Minggu. Anak bungsuku tak terasa sudah 4 bulan usianya. Aku tak mau kehilangan momen-momen berharga itu. Aku akan berusaha sebisa mungkin mengaktifkan dan menguatkan myelin mereka dengan pendampingan yang aktif. Apa guna seorang ibu berada di rumah kalau tidak hadir jiwa, raga dan pikiran? </p>
<p>Aku mencermati bahwa anak-anak tak butuh mainan mahal. Mereka bahagia selama ada orang tua yang menemani dan mencurahkan seluruh perhatian. Tidak asik sendiri dengan aneka gadget super canggih sementara anak terdiam melongo tanpa ditemani. Mudah-mudahan Allah mangampuni kesalahanku yang lalu. Semoga DIA Ta&#8217;ala berkenan mengajari dan membimbingku dalam mendidik anak-anakku. Sungguh mereka adalah anugrah yang tak layak disia-siakan dan dirawat &#8216;seadanya&#8217;. Rasanya aku sudah berusaha semaksimal mungkin selama ini. Aku hanya harus memilah lagi mana yang seharusnya menjadi prioritas, dan mana yang hanya selingan saja. Dan tentu saja, urusan anak bukan sesuatu yang pantas jadi sekadar selingan. Keluarga harus selalu jadi prioritas. </p>
<p>So, this is not goodbye. You can poke me or just stopping by to say hi when you want to hear from me, my dear friends&#8230; </p>
<p>Ditulis di Sidoarjo, Thursday, February 11, 2010, 05.15-06.00, tepat ketika Nuri ulang bulan ke-4.</p>
<h3  class="related_post_title">Tulisan Lainnya</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/01/masalahku-adalah-jalan-rejeki-bagi-orang-lain/" title="Masalahku adalah Jalan Rejeki Bagi Orang Lain">Masalahku adalah Jalan Rejeki Bagi Orang Lain</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/my-worry/" title="My Worry">My Worry</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/06/fitrah/" title="Fitrah">Fitrah</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/05/humble-secuplik-tentang-dia/" title="Humble (Secuplik Tentang Dia)">Humble (Secuplik Tentang Dia)</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/07/mantan-sufi/" title="Mantan Sufi">Mantan Sufi</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/03/freed/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siklus</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/03/siklus/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/03/siklus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 22:01:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Family]]></category>
		<category><![CDATA[My Kids]]></category>
		<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=513</guid>
		<description><![CDATA[Kesibukan yang luar biasa kadang membuat kita lupa untuk menikmati hidup. Tadi pagi aku berjalan santai bersama anak-anak setelah, seingatku, nyaris 2 bulan lebih kami banyak berdiam diri di rumah dan hanya keluar ketika akhir pekan. Hangat rasanya diterpa mentari jam 10 pagi yang kebetulan tak bersinar terlalu garang. Kami berjalan santai sambil bercerita. Tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kesibukan yang luar biasa kadang membuat kita lupa untuk menikmati hidup. Tadi pagi aku berjalan santai bersama anak-anak setelah, seingatku, nyaris 2 bulan lebih kami banyak berdiam diri di rumah dan hanya keluar ketika akhir pekan. </p>
<p>Hangat rasanya diterpa mentari jam 10 pagi yang kebetulan tak bersinar terlalu garang. Kami berjalan santai sambil bercerita. Tentang daun dan rumput. Tentang tanah dan kupu-kupu. Tentang matahari dan bunga. Sepertinya aku yang mengajari mereka, malaikat-malaikat kecilku: Aslam, Halim dan Nuri yang tengah tenang dalam buaian. Tapi nyatanya justru aku yang banyak belajar. Aku bercerita tentang warna daun yang hijau, yang di sela-selanya ada daun yang telah kuning menua. Dan ada pula daun yang telah gugur ke atas tanah: rapuh, coklat, mengering. Tanpa sadar aku telah belajar tentang siklus hidup itu sendiri. Bagaimana kita kanak-kanak, remaja, dewasa, menua, hingga akhirnya ajal pun tiba. </p>
<p>Dadaku menghangat. Mataku berkaca. Aku terharu. Betapa Allah menaburkan tamsil pada segala sesuatu yang hadir di dunia ini. Kisah hidup daun itu sejatinya adalah kisah hidup kita juga. </p>
<p>Kita hidup dalam masa yang amat singkat: lahir, dewasa, menua. Tamsil itu telah nyata ada dalam Kitab-Nya, tapi amat sedikit orang yang mau mengambil pelajaran darinya. </p>
<p>Lumayan juga ‘oleh-oleh’ hasil jalan santai kami siang ini. Selain beberapa cemilan ringan dan minuman dingin, sedikit bekalan ajaran tauhid untuk anak-anak, aku juga membawa pulang segenggam pelajaran hidup. </p>
<p>Friday, February 05, 2010, 23.03</p>
<h3  class="related_post_title">Tulisan Lainnya</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/06/memulai-dengan-sederhana/" title="Memulai dengan Sederhana">Memulai dengan Sederhana</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/11/melek-asi/" title="Melek ASI">Melek ASI</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/08/cita-cita-menikahi-cowok-pintar/" title="Cita-cita : Menikahi Cowok Pintar!">Cita-cita : Menikahi Cowok Pintar!</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/06/teman-hidup/" title="Teman Hidup">Teman Hidup</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/12/alirkan-apa-yang-kau-punya/" title="Alirkan Apa Yang Kau Punya">Alirkan Apa Yang Kau Punya</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/03/siklus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OWN The NOW</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/03/own-the-now/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/03/own-the-now/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 22:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=511</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kebijaksanaan terbesar dalam pembelajaran kehidupan adalah bagaimana menjadi ‘manusia hari ini’. Sepemahamanku per saat ini, itu berarti menjadi total dan fokus pada segala apa yang dihadirkan Allah pada saat ini. Menjalani itu sungguh bukan hal yang mudah. Pikiran senantiasa berlari dengan betikan ide yang berganti demikian cepat, switching in nano seconds perhaps. Sehingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu kebijaksanaan terbesar dalam pembelajaran kehidupan adalah bagaimana menjadi ‘manusia hari ini’. Sepemahamanku per saat ini, itu berarti menjadi total dan fokus pada segala apa yang dihadirkan Allah pada saat ini. Menjalani itu sungguh bukan hal yang mudah. Pikiran senantiasa berlari dengan betikan ide yang berganti demikian cepat, <em>switching in nano seconds perhaps</em>. Sehingga kadang kita lupa pada ‘sekarang’ dan terus-menerus mengejar ‘nanti’. Belum apa-apa sudah mencemaskan yang terjadi esok sehingga melemahkan upaya kita untuk berbuat yang terbaik hari ini. Belum apa-apa sudah kuatir ini itu sehingga luput mensyukuri segala nikmat hari ini. </p>
<p>Kearifan ajaran Nabi SAW sebenarnya mengajarkan tentang ini semua. Bagaimana untuk sholat yang khusyu’ dengan pikiran hanya tertumpu pada Allah semata (tidak sepertiku yang dalam sholat masih berpikir sehabis ini mau berbuat apa). Nabi mencontohkan bagaimana menghadapkan seluruh tubuh dan wajah ketika berbicara dengan orang lain sehingga lawan bicara sampai-sampai merasa bahwa dialah orang yang paling dicintai Nabi. Tidak sepertiku yang sering ‘menyambi’ anak dengan keasikan pada aktivitasku sendiri. Sering abai menyimak obrolan mereka dengan seksama dan tidak menghadirkan diriku utuh saat tengah bermain bersama mereka. Suka lupa bagaimana <em>really enjoying time with them without worrying other stuff</em>. Suka lupa memasang wajah ceria dan penuh senyum pada anak-anak karena ruwet dengan segudang urusan hari ini.</p>
<p>Nabi mengajarkan untuk tidak berpanjang angan-angan karena manusia yang hidup pagi ini tidak sedikitpun boleh merasa aman bahwa ia akan tetap hidup nanti sore. Absurd memang bagaimana kita mencemaskan tingginya biaya pendidikan perguruan tinggi anak-anak kita sementara mereka masuk TK saja belum. Akhirnya kita tak pernah lepas dari kekhawatiran akan nasib masa depan dan sulit untuk menikmati karunia hidup saat ini.</p>
<p>Ini PR sekolah kehidupan yang tak pernah usai selama nyawa masih dikandung badan: <em>how to live your precious life with a self consciousness</em><strong>.</p>
<p>Sunday, January 31, 2010, 01.47</p>
<h3  class="related_post_title">Tulisan Lainnya</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/10/tak-layak-berkata-lagi/" title="Tak Layak Berkata Lagi">Tak Layak Berkata Lagi</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2010/01/masalahku-adalah-jalan-rejeki-bagi-orang-lain/" title="Masalahku adalah Jalan Rejeki Bagi Orang Lain">Masalahku adalah Jalan Rejeki Bagi Orang Lain</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/07/my-new-bike/" title="My New Bike">My New Bike</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/new-year%e2%80%99s-eve-jan-12005-140/" title="New Year’s Eve, Jan 1,2005 ; 1.40">New Year’s Eve, Jan 1,2005 ; 1.40</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/06/tragedi-kunci-antara-cikarang-dan-srengseng/" title="Tragedi Kunci (Antara Cikarang dan Srengseng)">Tragedi Kunci (Antara Cikarang dan Srengseng)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/03/own-the-now/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Plin Plan</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/03/plin-plan/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/03/plin-plan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 21:56:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Self]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[Lately I feel very thin. Suka kurang fokus dan bagai lemah tanpa daya. Bisa dikira sebabnya apa kan? Terlalu letih lelah kurang tidur kurang makan banyak kerja. I think I am forcing my self too much. Overload. Overwhelmed. Kalau siang ketika keadaan rumah tengah huru hara berantakan aku ingin sekali memanggil assistant on demand yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lately I feel very thin. Suka kurang fokus dan bagai lemah tanpa daya. Bisa dikira sebabnya apa kan? Terlalu letih lelah kurang tidur kurang makan banyak kerja. I think I am forcing my self too much. Overload. Overwhelmed.</p>
<p>Kalau siang ketika keadaan rumah tengah huru hara berantakan aku ingin sekali memanggil assistant on demand yang pernah sekali datang ke rumah. Tapi dia tidak bisa dihubungi siang hari karena tidak memegang HP. HP ada di tangan suaminya. Ketika malam ketika HPnya nyambung, keadaan rumahku sudah rapi sehingga niat minta bantuan pupus lagi. Begitu terus selama berhari-hari. Berbulan-bulan sampai akhirnya hingga kini aku masih saja sendiri.</p>
<p>Entah kenapa, aku harus berpikir berulang kali ketika akan memencet tombol HP untuk minta bantuan. Bukan, bukan karena sayang pada rupiah yang akan keluar. Tapi -this is my bad- agak sulit menerima cara kerja orang lain. Semua harus pake &#8216;cara gue&#8217;. Which is impossible kecuali aku bisa menduplikasi diri dengan mengkloning. Pepatah Arab yang pernah kupelajari di pesantren dulu mengatakan bahwa: man tholaba akhon bilaa &#8216;aibin baqiya bilaa akhin. Barang siapa mencari teman yang tak bercela cacat maka mustahil akan menemukan teman. Yaa&#8230;demikianlah kira-kira keadaanku.</p>
<p>Padahal banyak rencana-rencana masa depan yang ingin aku wujudkan, yang pastinya agak sulit terlaksana bila kondisiku masih terus begini. Mas berulang kali bilang, delegasikan pekerjaan yang bisa dikerjakan orang lain. Tapi kok ya susah. Aku suka kesal bila melihat cucian yang sedikit bernoda karena, misalnya, ART kurang kuat menyikat. Padahal &#8216;kesalahan&#8217; serupa sering aku perbuat dan aku tidak menjadi kesal karenanya (mana mungkin kesal pada diri sendiri?). I have to learn a lot to let go. Not to be so perfectionist. Tapi kok ya susah. Ini perjuanganku sekarang.</p>
<p>Aku mencermati bahwa diriku termasuk tipe &#8216;all or none&#8217;. Kukerjakan total atau tidak sama sekali. Kalau sedang rajin semua kukerjakan dengan rapi detil. Tapi kalau sedang malas, bisa tak kulirik sama sekali.<br />
Kalau rajin semua baju kucuci manual. Kalo malas, bahkan clodi pun sekarang masuk ke mesin.</p>
<p>Aku tahu aku bukan pemalas. Aku sudah sangat kuat berusaha. Tapi memang beban kerjaku kelewat berat. Aku tahu itu. Tapi tetap saja ego yang menang. Merasa bisa meng-handle semua sendiri. I really have to learn to let go.</p>
<p>Jadi sampai sekarang masih plin plan. Pake ART, ngga, pake, ngga, tokek, tokek. Haha&#8230;</p>
<p>Sunday, January 17, 2010, 21.13</p>
<h3  class="related_post_title">Tulisan Lainnya</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/01/tentang-usia-sekolah-part-i/" title="Tentang Usia Sekolah (Part I)">Tentang Usia Sekolah (Part I)</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/wednesday-june-15-2005-1755/" title="Wednesday, June 15, 2005, 17.55">Wednesday, June 15, 2005, 17.55</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/tak-habis-pikir-2/" title="Tak Habis Pikir (2)">Tak Habis Pikir (2)</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/01/tentang-usia-sekolah-part-ii/" title="Tentang Usia Sekolah (Part II)">Tentang Usia Sekolah (Part II)</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2008/06/makan-tuh-gengsi/" title="Makan tuh Gengsi!">Makan tuh Gengsi!</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/03/plin-plan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesan untuk Anakku</title>
		<link>http://www.nurulnoer.com/2010/01/pesan-untuk-anakku/</link>
		<comments>http://www.nurulnoer.com/2010/01/pesan-untuk-anakku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 21:27:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurulnoer</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Family]]></category>
		<category><![CDATA[My Kids]]></category>
		<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nurulnoer.com/?p=507</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja di tivi kudengar berita miris tentang seorang bapak memperkosa anak angkatnya karena menonton film porno. I sudden remember about all my children. Aku resah gelisah mencemaskan bagaimana mereka melewatkan masa puber nanti dengan konsisten berpegang pada aturan Allah. Hampir 8 tahun usia anak tertuaku sekarang. Waktu terbang begitu cepat. Sebagai orangtua kadang kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru saja di tivi kudengar berita miris tentang seorang bapak memperkosa anak angkatnya karena menonton film porno. I sudden remember about all my children. Aku resah gelisah mencemaskan bagaimana mereka melewatkan masa puber nanti dengan konsisten berpegang pada aturan Allah. </p>
<p>Hampir 8 tahun usia anak tertuaku sekarang. Waktu terbang begitu cepat. Sebagai orangtua kadang kita tergagap menghadapi perkembangan anak-anak yang begitu pesat. Bekalan belum cukup tapi perjalanan harus berlanjut. Masa terus dipergilirkan. Masa mereka akan berbeda dari masa kita. Mungkin dahulu waktu kita kecil, belum ada orang gila yang tega menyisipkan film porno dalam film anak-anak. Mungkin dahulu waktu kita remaja, belum lazim koneksi internet yang mudah diakses setiap orang. Tapi lihat sekarang? Semua hal yang ingin kamu cari ada di dunia maya itu, Anakku. Maka pesan Bunda untukmu: pilihlah input yang baik, sehingga yang keluar darimu adalah output yang baik. Jaga dirimu dari segala hal yang sia-sia dan merusak otakmu. Bergaullah dengan teman yang positif yang dapat menjagamu dari perilaku yang merugikan orang lain. Betapa banyaknya orang yang keberadaannya di dunia ini bernilai negatif hanya karena mereka salah dalam menentukan pilihan. Mereka salah dalam memilih apa yang mereka tonton, baca, dengar, gauli, sehingga otak mereka rusak dan tidak dapat berpikir hal lain selain keburukan. Gunakan masa mudamu untuk hal-hal yang bermanfaat. Kendalikan hormon masa muda yang meletup-letup dengan menyalurkannya ke berbagai aktivitas positif. Jadikan Al-Quran dan sunnah Nabi sebagai pegangan hidup. Yakin pada diri sendiri dan jangan melulu tunduk pada apa kata orang. Tanyalah nuranimu sebelum bertindak. Bila baik, maka berkeras hatilah melaksanakannya. Bila buruk, maka berusaha kuatlah menghindarinya. Ada Bunda dan Ayah di sini yang bersedia menjadi temanmu manakala kau butuh teman. Kami berusaha untuk tidak menghakimimu bila suatu saat kau membuat pilihan yang salah. Karena kesalahan ada agar kita dapat belajar tentang yang benar. Tapi jangan juga kau marah pada kami bila apa yang kami pikir benar ternyata tidak benar bagimu, karena sebagai orangtua, kami pun masih harus banyak belajar. Kehidupan adalah sekolah yang tak mengenal kata lulus, Anakku. Aku, ayahmu, kamu dan semua orang adalah murid sekolah kehidupan yang harus terus belajar sampai tiba hari diperhitungkan amal-amal. </p>
<p>Thursday, January 14, 2010, 03.15</p>
<h3  class="related_post_title">Tulisan Lainnya</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/friday-june-24-2005-2005/" title="Friday, June 24, 2005, 20.05">Friday, June 24, 2005, 20.05</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2011/12/mengapa-ibu-yang-wafat-saat-melahirkan-mendapat-syahid/" title="Mengapa Ibu yang Wafat saat Melahirkan mendapat Syahid">Mengapa Ibu yang Wafat saat Melahirkan mendapat Syahid</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2009/08/aku-tak-mengapa-tuhanku/" title="Aku Tak Mengapa Tuhanku">Aku Tak Mengapa Tuhanku</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/04/aslams-birth-2/" title="Aslam&#8217;s Birth">Aslam&#8217;s Birth</a></li><li><a href="http://www.nurulnoer.com/2007/11/melek-asi/" title="Melek ASI">Melek ASI</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nurulnoer.com/2010/01/pesan-untuk-anakku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

