Author Archive

23 Nov 2021 Khadijah
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Aku ingin seperti Ibunda Khodijah, yang karena keutamaannya yang teramat besar di sisi Sang Nabi, tetap dicemburui sepeninggal Beliau.

15 Nov 2021 Rasa Aneh
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Aneh, rasa yang timbul setelah melihat fotonya adalah iba dan kasihan. Bukan cemburu. Kasihan karena harus berjuang memenuhi hak semua. Sambil merasakan dalam hatinya pasti ada kerinduan pada buah hatinya yang saat ini sedang lucu-lucunya. Iba mengingat wajah letihnya, belum lagi bila diriku belum lapang dan menyambutnya dengan wajah ditekuk. Maafkan aku ya.

Kerinduan itu tersambung walau tak terkatakan. Aku tahu itu. Aku bersamamu separuh hidupmu. Rasa itu, tidak ada yang bisa mengambil alih.

01 Nov 2021 Janji Jiwa
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Wahai Diri,
Empat puluh tahun usiamu kini. Usia yang matang untuk bersungguh-sungguh menjalani arti keberadaanmu di dunia ini. Tinggalkan apa yang buruk. Tingkatkan segala yang baik. Jangan ngoyo, tapi juga jangan terlalu santai. Embrace yourself. Peluk segala karuniamu. Ada tujuh permata hati yang kau jaga dan rawat sedari kecil. Itu sungguh bukan tugas kecil!

Perbaikilah urusan dunia akhiratmu. Perbaikilah lahir batinmu. Bersiaplah untuk perjalanan panjang di hidup selanjutnya. Bukan di sini tempatnya menetap. Kita hanya singgah sebentar mencari bekal.

Dan seperti pesan yang terbaca pagi ini di kemasan segelas kopi:

TERIMA KASIH SUDAH MELAKUKAN YANG TERBAIK SETIAP HARI. KAMU HEBAT!

04 Oct 2021 Cinta itu Menguatkan
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Cinta itu menguatkan. Ketika pertama tahu tentang amr ilahiyah ini, aku langsung menerima. Meskipun ada tangis juga di sepanjang perjalanannya, tapi pada dasarnya aku menerima. Teringat jangkar-jangkar emosi yang dia tambatkan untuk menguatkanku. Misalnya memelukku yang menangis sepuasnya tanpa kata: dalam dan lama. Menerima semua emosi yang bergejolak dan tidak meremehkannya. “Ini memang berat, mari kita berjuang sama-sama.” Atau: “Sabar ya, dunia ini hanya sementara.” Lain waktu dia berkata: “Mas tidak berniat menyakiti. Maaf kalau Bunda tersakiti.”

Cinta itu menguatkan. Cinta bisa dinyatakan. Tapi prilaku keseharian yang membuktikan. Bagaimana menanggapi kemarahan dan kekecewaan pasangan dengan pas padahal terkadang ada rasa lelah dan frustasi juga menjalaninya. Menerima bait panjang omelan dan memakluminya sebagai bagian dari pasang surut emosi. Menerima dengan sepenuh hati bahwa ini adalah pasanganku, dengan segala lebih kurangnya.

Cinta itu menguatkan. Aku berterima kasih atas cintamu.

24 Sep 2021 Perempuan Itu …
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Perempuan itu…kadang…mematikan rasa demi menipiskan rasa kecewa.