22 Jan 2009 Awas Mitos Selingkuh!
 |  Category: Serba-serbi

Setiap buka internet explorer. Pasti otomatis kebuka www.yahoo.com. Iseng-iseng kubuka salah satu link tentang dating tips. Tapi yang ini bukan exactly tentang dating, tapi topic mengenai affairs alias selingkuh bahasa populernya. Mmm…menarik juga,ngasih insight baru. Yang mau lihat silakan intip di: http://dating.personals.yahoo.com/singles/relationships/24187/dating-101-everything-you-know-about-affairs-is-wrong. Gw terjemahin bebas ya buat yang males baca Inggrisnya.

“Sekali pengkhianat tetap pengkhianat…” (Apa bahasa yang enak untuk menyebut ‘cheater’? Penipu? Peselingkuh? Kok masih agak ganjil kedengarannya)

“Orang berselingkuh ketika mereka tidak bahagia di rumah.”

“Jika pasanganmu berselingkuh, kau pasti akan mengetahuinya.”

Itu anggapan yang umum terjadi, dan itu terasa menetramkan, dengan caranya yang aneh. Tapi anggapan itu semuanya salah, kata para ahli yang mempelajari tentang ketidak setiaan (infidelity). Mempercayai mitos ini berbahaya, karena mempengaruhi cara kita mencegah, melacak, dan pulih dari luka perselingkuhan (ya, pulih -bertentangan dengan anggapan umum- selingkuh tidak harus selalu menghancurkan suatu hubungan). Kami mengungkap riset mutakhir supaya Anda bisa melindungi hubungan anda berdasar fakta-fakta tersebut.

Mitos Pertama: Perselingkuhan hanya mungkin dilakukan oleh seseorang yang memang memiliki profil peselingkuh. (There is a ‘cheater’ profile).

Faktanya: Setiap orang potensial berselingkuh, bila didukung keadaan tertentu yang jadi pemicunya. “Ada sedemikian banyak profil peselingkuh sebanyak orang yang berselingkuh itu sendiri.” Kata Douglas Snyder, Ph.D. , seorang terapis masalah pasangan dan Professor Psikologi di A and M University. Mitos yang berlaku selama ini adalah kita merasa selalu dapat mengenali tipe orang yang potensial berselingkuh. Ini yang membuat Linda Mitchell, 43, seorang personal trainer terkejut ketika mengetahui bahwa pasangannya mempunyai affair. “Dia tidak pernah menunjukkan gelagat apapun yang mengarah kepada perselingkuhan. Selalu membawakan saya bunga dan selalu mengatakan betapa saya adalah pasangan yang hebat.”

Sementara ada orang yang memang pada tabiatnya seorang ‘petualang cinta’, pada banyak kasus, perselingkuhan terjadi karena ‘tidak sengaja’ atau tidak diniatkan sebelumnya. Orang yang ‘tidak sengaja’ terlibat perselingkuhan tidak punya niatan sebelumnya untuk menjadi tidak setia,” kata Snyder lagi. “Itu bahkan tidak konsisten dengan system nilai yang mereka anut, tapi kesempatan yang terbuka menghanyutkannya.” Mungkin partner kerja yang berbarengan dalam sebuah perjalanan bisnis ketika Anda sedang stress. Mungkin juga seorang tukang ganteng yang sedang bekerja di rumah memuji Anda ketika Anda baru saja berkelahi dengan pasangan.

* Seperti di film Unfaithful ketika Diane Lane jatuh berselingkuh dengan lelaki muda ganteng yang menabraknya secara tidak sengaja hingga terjatuh dengan lutut berdarah.*

“Ini cara terbaik untuk menangkal affair. Daripada bergagah diri mengatakan: ‘Aku tak akan pernah sekali-kali berselingkuh’ lebih baik memikirkan orang, situasi, atau suasana hati bagaimana yang membuat kita rentan berselingkuh”, kata Barry McCarthy, Ph.D, seorang terapis perkawinan dan pengarang buku “Getting It Right This Time: How to Create a Loving and Lasting Marriage

Mungkin Anda begitu bersikap penyayang dalam membantu tetangga yang istrinya baru saja meninggal. Atau bertemu cinta pertama Anda dalam situasi dan kondisi yang tidak Anda duga sebelumnya. Situasi itu terasa ‘mengancam’ dan menakutkan, tapi mengadakan perbincangan sulit mengenai ini dengan pasangan membantu Anda berdua mengenali situasi yang beresiko dan menjaganya jangan sampai terjadi.

Anda juga bisa menjaga jarak aman dengan lawan jenis dengan tidak membicarakan masalah pribadi seperti mengeluhkan tentang pasangan dan tidak menyembunyikan hubungan pertemanan itu secara rahasia. “Anda tahu sendiri telah melampaui batas ketika Anda tidak menginginkan pasangan Anda mengetahui apa yang Anda bincangkan dengan orang lain.” Kata Tina Pittman Wagers, Psy.D, psikolog klinis dan instruktur di University of Colorado at Boulder. ” Jika mulai terasa seperti itu, Anda harus mulai menarik diri dari pertemanan itu dan mendekatkan kembali hubungan dengan pasangan.”

Mitos Kedua: Lelakilah yang berselingkuh.

Faktanya: Menurut riset terkini, jumlah wanita usia 20-an dan 30-an yang berselingkuh sama banyaknya dengan lelaki seusia mereka. Satu alasannya: Wanita bekerja di luar. Ketika Anda bekerja, Anda memiliki kebebasan finansial yang akan membuat Anda lebih berani mempertaruhkan hubungan Anda. Anda juga berpeluang untuk itu. Sekitar

46 % wanita dan 62 % pria berselingkuh dengan teman kerja.

Mitos Ketiga: Kebosanan dalam hubungan jangka panjang menyebabkan perselingkuhan.

Faktanya: Michael, 34, seorang pengacara di Tampa, mengatakan, istrinya berselingkuh saat usia pernikahan mereka belum lagi 2 tahun. “Saya tak pernah menduga ini akan terjadi”, kata Michael. Bahkan periode honeymoon ini ternyata termasuk beresiko tinggi. “Paling banyak orang berselingkuh dalam 2 tahun pertama pernikahan mereka dibandingkan dengan periode manapun”, kata McCarthy. Wanita mungkin saja coba-coba dengan perselingkuhan perbandingan. “Apakah aku akan lebih baik jika bersama pria ini? Apakah aku melakukan kesalahan dengan menikahi suamiku?”

Sementara itu, lelaki kerap berselingkuh dengan alasan yang tak ada kaitannya dengan hubungan mereka. Mungkin karena dalam dunia pergaulan laki-laki, perilaku demikian dianggap wajar saja. That’s just what guys do.

Mitos Keempat: Lelaki berselingkuh karena merasa tidak bahagia dalam hubungan mereka.

Faktanya: Adalah benar bahwa kebanyakan wanita yang berselingkuh karena tersakiti secara fisik atau emosional oleh pasangan mereka setidaknya setahun sebelum affair itu terjadi. Tetapi lebih dari setengah lelaki yang berselingkuh adalah mereka yang bahagia atau bahkan sangat bahagia dalam perkawinan mereka.Demikian hasil survey yang

didapat Shirley Glass, Ph.D, noted infidelity researcher and author of NOT “Just Friends.”

Banyak faktor yang mempengaruhi keputusan pria berselingkuh, termasuk di antaranya chemistry, kesempatan, dan control yang lemah atas dorongan/ hasrat sesaat.. “Saya menangani pasangan di mana rekan kerja wanita si suami menggodanya saat konferensi kerja dan dia menanggapinya”, kata Wagers. “Meski pria itu merasa dekat dengan istrinya dan merasa pernikahannya bahagia, ia tersulut dan tersanjung ketika wanita yang 15 tahun lebih muda darinya itu mengatakan dia menarik.”

Banyak peselingkuh menyalahkan pernikahannya yang tidak bahagia., tapi peneliti mengatakan bawa mereka mengarang saja. Memang banyak orang yang tidak bahagia dalam tingkatan tertentu dalam pernikahan mereka, tetapi tidak semuanya berselingkuh. “Selingkuh bukalah satu-satunya jalan”, kata Wagers. ” Jika Anda merasa tidak puas dengan pernikahan Anda, bicarakanlah dengan pasangan.”

Itulah mengapa para terapis mengatakan penting untuk tetap menjaga hubungan dengan pasangan. Bagi Anda, mungkin dengan berbincang bersisian selama 20 menit sebelum tidur , berbagi cerita tentang hari Anda, tentang impian Anda. Ide utamanya adalah menjaga kedekatan dan keterhubungan dengan pasangan. Semakin tak terhubung Anda dengan pasangan, semakin mudah bagi Anda tergelincir ke jurang perselingkuhan.

Mitos Kelima: Anda bisa lebih bahagia hidup bersama dengan teman selingkuh Anda.

Faktanya: Meskipun tampak bahagia, biasanya pasangan selingkuh tak berlangsung lama. Sekitar 75% pasangan berselingkuh yang kemudian menikah berakhir dengan perceraian. Selama selingkuh, cinta membawa mereka tenggelam dalam euphoria asmara, ditambah lagi dengan ketegangan yang meningkat akibat kerahasiaan hubungan itu. Mereka bagai hidup dalam dunia fantasi yang hanya berfokus pada mereka berdua satu sama lain, tidak diberati dengan segala tetek bengek urusan sehari-hari seperti masalah tagihan dan anak.

Mitos Keenam: Anda bisa tahu seberapa jauh pasangan Anda berselingkuh.

Faktanya: Dalam banyak kasus, pihak yang dikhianati biasanya berada dalam kegelapan. Tidak tahu apa-apa. “Biasanya peselingkuh pandai menyimpan rahasia dan lihai berbohong.” Demikan yang terjadi pada Dayle DeCillo, 39, ibu 5 anak di Mission Viejo, California. Ia sama sekali tidak punya kecurigaan pada suaminya yang dinikahinya selama 11 tahun, sampai ia mendapatinya sedang bersama wanita lain. “Saya benar-benar terbutakan.” Ia adalah seorang paramedic dan petugas pemadam kebakaran, ia sering keluar, entah untuk bekerja atau ‘bekerja’.

DeCillo berasumsi sederhana seperti kebanyakan orang. Anda berasumsi bahwa anda jujur dan demikian pula pasangan Anda. Kemungkinan bahwa ia telah berselingkuh bahkan tak terbetik dalam pikiran. Jadi Anda tidak curiga ketika ia pulang kantor terlambat, atau mengatakan sedang bermain golf dengan teman. Ketika perselingkuhan telah tersingkap, barulah pasangan yang dikhianati tersadar: Kita memang tak pernah bisa yakin apakah pasangan kita akan berselingkuh.

5 tips penting untuk mencegah affair:

1. Jadi teman no.1 bagi pasangan. Jangan berbagi pemikiran pribadi pada orang lain yang tidak Anda bagi kepada pasangan.

2. Luangkan waktu setiap hari untuk berkomunikasi secara rutin. Momen sehari-hari yang akrab membantu Anda membangun kebersamaan dan berbagi impian bersama.

3. Jangan biarkan ‘waktu keluarga’ melalaikan¬†‘waktu berdua’ Anda. Hubungan yang terlalu berfokus semata pada anak sangat rentan terhadap perselingkuhan.

4. Kenali saat-saat Anda rentan dan mudah tertarik pada orang lain. Misal ketika sedang tidak akur dengan pasangan, atau bertemu seseorang yang menarik hati Anda.

5. Kelilingi diri dengan orang yang peduli pada Anda dan hubungan Anda. Jika Anda sedang tergoda, dan tidak bisa membicarakannya dengan pasangan, Anda dapat membicarakannya dengan orang ini. Dan jika salah satu dari Anda sedang ‘tersesat’, Anda punya kelompok pendukung yang dapat membantu Anda berdua utuh kembali.

By Dana Hudepohl for RedbookUpdated: Dec 19, 2008

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.
Leave a Reply » Log in