05 Nov 2016 Tuhan (13)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Posting ketiga. Sepertinya aku belum habis berbicara pada-Mu.

Ingin bertanya: Dengan segala keluasan semesta-Mu, tegakah Kau menolak satu jiwa yang tanpa kuasa ini?

Ingin memohon: Kemana kumengadu jika Engkaulah Tuhan Timur dan Barat dan segenap cakrawala?

Tuhanku oh Tuhanku, Engkau bukanlah Tuhan yang Pendendam. Walau seringkali dengan kejahilanku, tidak aku perlakukan Engkau dengan semestinya.

Aku ingin menangis dengan air mata yang tak pernah kering kala mengingat-Mu. Semoga air mata ini juga yang dapat memadamkan api kemarahan-Mu atas lalaiku.

Sabtu. 51116. 11.28

05 Nov 2016 Tuhan (12)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Duhai insan bodoh!
Mengaku berTuhan tanpa ada ketaatan

Mengaku beragama tanpa ada kekhidmatan

Mengaku berIslam tanpa ada pembuktian

Tinggal diri jadi sengsara
Saat di akhir nanti ditanya:

Mana ketaatanmu?

Mana kekhidmatanmu?

Mana pembuktianmu?

Sabtu. 51116. 11.16

05 Nov 2016 Tuhan (11)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Jika titiknya adalah saat ini
Adakah Kau mengampuni dosaku
Puluhan tahun ke belakang?

Jika saatnya adalah detik ini
Akankah Kau menghapus
Nodaku puluhan tahun ke belakang?

Duhai Tuhanku air mata yang
jatuh saat ini semoga bukan palsu
Aku ingin taubat kembali pada-Mu

Penghujung waktu di penghujung minggu
Sabtu. 51116. 1108.

06 Jun 2016 Tuhan (10)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Pikiranku dalam sunyi adalah Engkau
Bisikanku dalam sepi adalah Engkau
Pelipurku dalam gundah adalah Engkau

Tunjukilah aku selalu jalan-Mu
Meski sisi manusiaku melulu keliru

12 Mei 2016 Doa Musa
 |  Category: My Self, Refleksi  | Leave a Comment

Aku ingin berdoa seperti Musa.

“Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat membutuhkan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”.

“Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat membutuhkan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”.

“Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat membutuhkan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”.

“Robbiy inniy limaa anzalta ilayya min khoirin faqiir”