05 Nov 2019 Umur
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Aku kadang membayangkan jatah usia bagai sebuah jam pasir. Kita benar-benar tak tahu kapan pasir itu habis. Kapan ruh ditarik dan jiwa diperjalankan ke alam selanjutnya. Kematian itu pelajaran. Semua tahu itu. Tapi sedikit orang yang mempersiapkan dirinya dengan baik. Padahal kalau direnungkan mendalam, kengerian maut itu nyata. Tetapi kenapa hawa nafsu dan syahwat menipu diri sehingga terus-menerus berada dalam kelalaian dan kemaksiatan.

05 Nov 2019 Ibu
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Ibu, kau mungkin tak merasa
Tapi tiap suapan tanganmu menjadi daging dalam tubuh anakmu.

Ibu, kau mungkin tak merasa,
Tapi cerita dan nyanyimu adalah penyambung serabut otak dalam kepala anakmu.

Ibu, kau mungkin tak merasa,
Tapi sentuhan dan belaianmu adalah pemberi rasa aman dan penumbuh kepribadian kuat dalam diri anakmu.

Ibu, seringkali kau merasa bukan apa-apa, bukan siapa-siapa, tenggelam dalam cerita-cerita besar bersejarah dunia. Tapi Tuhan tahu, sesungguhnya kau adalah wakil-Nya di bumi pelindung anak-anakmu.

19 Sep 2019 Paradox
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

When you write
You speak to nobody
But it turns out
You speak to everybody

Kisahmu
Adalah mungkin juga kisah orang lain
Darinya mereka bisa berkaca
Berefleksi
Membawa sesuatu ke hidup mereka sendiri

We human
So different
But so alike
Bergumul dalam kisah hidup yang berlainan, terkadang dalam tema yang sama.
Berjuang dalam kekecewaan yang hadir dalam banyak wajah.

Oh Tuhan,
Ada kosong di sini yang hanya bisa diisi oleh-Mu.
Dalam harapan sepinya hanya bisa berharap pada-Mu.
Aku merapal lagi
Laa haula wa laa quwwata illa biLlah
Lamat-lamat kudengar Dia berbisik
Kecewamu pada manusia adalah agar kau kembali pada-Ku.

15 Sep 2019 Luka
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Luka yang tak diobati tak akan pernah sembuh. ‘Luka’ yang tak dibahas tak akan pernah sembuh. Ini kenyataan pahit yang mengagetkanku. Betapa satu peristiwa yang tak mengenakkan saat ini tiba-tiba membangkitkan kenangan tentang peristiwa yang tak mengenakkan lain di masa lalu. Akhirnya rasa benci dan tak suka itu berakumulasi dalam hati. Aku tahu membenci itu dilarang. Maka dari itu aku hanya bisa menangis. Oh Dear Allah, ringankanlah sesak dadaku. Aku tak ingin membenci.

05 Sep 2019 Jurnal Kebersyukuran
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

We had a coffe chat this afternoon, and my husband urged me to write again in my blog.
Jadi dalam rangka mengikuti anjuran My Dear Husband, aku menulis Jurnal Kebersyukuran ini.

1. Aku bersyukur punya suami yang luar biasa bijaksana, pengertian, sabar dan baik.
2. Aku bersyukur punya anak-anak yang baik dan patuh pada orang tua.
3. Aku bersyukur masih mempunyai kedua orang tua dan mertua yang dapat menjadi pintuku untuk berbakti.
4. Aku bersyukur punya adik-adik dan ipar-ipar yang baik.
5. Aku bersyukur lahir dalam keluarga beragama Islam.
6. Aku bersyukur lahir dalam keadaan sehat.
7. Aku bersyukur dapat mengenyam pendidikan tinggi.
8. Aku bersyukur punya teman-teman yang baik.
9. Aku bersyukur berada dalam keadaan ekonomi yang baik.
10. Aku bersyukur tidak harus bekerja di luar dan dapat mengurus anak-anakku sendiri.
11. Aku bersyukur atas panca indra yang dapat berfungsi baik.
12. Aku bersyukur atas anak-anak yang sehat.
13. Aku bersyukur diberi jalan thoriqoh yang mengajak ke jalan yang lurus dan jalan taubat.
14. Aku bersyukur menikah di usia muda dan pernikahanku berjalan bahagia.

Ya Allah, banyak sekali nikmat yang Engkau berikan pada hamba-Mu ini. Berikanlah aku petunjuk dan kekuatan untuk beramal sholeh yang Engkau ridhoi dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang sholeh.