08 Dec 2019 Tuhan (34)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Ribuan hari sudah Engkau memberiku jatah usia di dunia fana ini
Tapi tak ada amalku yang pantas kusembahkan untuk-Mu
Karena kebodohanku, kuutamakan hal remeh temeh daripada terhubung dengan-Mu
Duhai Tuhanku Yang Maha Pemberi Ampun dan Penerima Taubat kenapa ya diri ini terus larut dalam maksiat kepada-Mu
Sesungguhnya hati ini lelah lari dari-Mu
Dalam rutinitas ibadah yang tanpa ruh, apakah Kau sudi melihatku?

Bodoh sekali hamba ini
Tak tahu beratnya hisab kiamat
Bodoh sekali hamba ini
Tak tahu panasnya neraka jahannam
Bodoh sekali hamba ini
Tak tahu anggota tubuhnya akan bersaksi terhadap dirinya
Bodoh sekali hamba ini
Tenggelam dalam kelalaian seolah hidup selamanya
Bodoh sekali hamba ini
Membaca Kitab tapi tak menjadikannya sebagai peringatan
Bodoh sekali hamba ini
Berani bermaksiat seolah Tuhan tidak melihat
Bodoh sekali hamba ini
Tak menyadari bahwa surga mahal harganya
Bodoh bodoh bodoh

Tuhan ampuni hamba-Mu yang bodoh ini

01 Dec 2019 Be Yourself
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Aku ingat dahulu kala, ‘Be Yourself!’ adalah kata mutiara favorite di buku agenda anak Sekolah Dasar di masaku. Kita menulis demikian saja tanpa tahu artinya. Kata yang setelah sekian puluh tahun berlalu baru kutahu berat artinya. Jadilah Diri Sejatimu. Karena barang siapa yang mengenal diri sejatinya akan mengenal Tuhannya.

Entah siapa yang berkata, ada 2 hari terpenting dalam hidup seorang manusia: Hari ketika ia dilahirkan dan hari di mana ia tahu kenapa.

Manusia seharusnya terus berjuang untuk tahu siapa diri sejatinya. Bersusah payah untuk menemukan jalan lurus menuju Allah Ta’ala.

Bayangkan dirimu sebagai sesosok jiwa di alam persaksian di mana Allah berkata: “Alastu birobbikum?” dan lantas kita menjawab: “Ya, kami bersaksi.” Lalu turunlah sesosok jiwa itu di rahim ibu. Berkembang menjadi bayi dan terlahir di dunia ini. Si Bayi lantas menjadi besar dan dewasa. Kehidupan dunia lalu membuatnya lupa akan kesaksiannya di alam jiwa dulu.

26 Nov 2019 Obat dari Segala
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Maukah kuberi tahu
Obat dari segala
Saat sesak di dada
Sebut saja
Allah Allah Allah

Dia Yang Satu
Tiada daya
Juga upaya
Melainkan dengan-Nya saja

Seluruh dunia
Mungkin melupakanmu
Seluruh dunia
Mungkin meninggalkanmu
Tapi Dia tentu tak pernah
Biarkanmu sendiri

Duhai Tuhan
Mengapa selalunya hamba ini lupa
Ingin mengatur dirinya sendiri
Seolah hidup selamanya

22 Nov 2019 Ingatkan Bagaimana Aku Mencintaimu Pertama Kali
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Ingatkan bagaimana aku mencintaimu pertama kali. Karena sekian tahun berlalu, hati ini terasa letih dengan rutinitas. Kita makan apa hari ini? Aku masak apa hari ini? Anak-anak sedang apa? Apa ada PR hari ini? Bagaimana kerjaan kantor hari ini?

Ingatkan bagaimana aku mencintaimu pertama kali. Saat belum juga berpisah tetapi hati ini menantikan pertemuan selanjutnya. Saat ngobrol berjam-jam terasa amat singkat dirasa.

Ingatkan bagaimana aku mencintaimu pertama kali. Karena aku sedang bosan dengan hidup yang sangat mekanik. Anak-anak sekolah. Kamu bekerja. Aku di rumah.

Ingatkan bagaimana aku mencintaimu pertama kali. Aku mencintaimu karena kau baik. Karena kau pintar. Aku selalu berangan punya pasangan pintar. Dan bila sekian tahun berlalu kau temui banyak kekurangan pada diriku, aku hanya bisa berkata: “Ingatlah bagaimana kau mencintaiku pertama kali.”

05 Nov 2019 Umur
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Aku kadang membayangkan jatah usia bagai sebuah jam pasir. Kita benar-benar tak tahu kapan pasir itu habis. Kapan ruh ditarik dan jiwa diperjalankan ke alam selanjutnya. Kematian itu pelajaran. Semua tahu itu. Tapi sedikit orang yang mempersiapkan dirinya dengan baik. Padahal kalau direnungkan mendalam, kengerian maut itu nyata. Tetapi kenapa hawa nafsu dan syahwat menipu diri sehingga terus-menerus berada dalam kelalaian dan kemaksiatan.