01 Okt 2026 Death’s Game
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Wah, udah lama ga nemu drakor yang seberkesan ini. Alurnya compact, cepat tapi rapi, penuh kejutan, dan banyak pelajaran di dalamnya. Cocok buat movie binge karena lumayan singkat, cuma 8 episode.

Drama ini bercerita tentang Choi Yee Jae (Seo In Guk). Pemuda dengan potensial promising career yang hidupnya tiba-tiba berantakan karena ketakutan melihat tabrakan tragis di depan matanya. Wawancara kerjanya di Taekang, sebuah perusahaan besar, gagal total. Untuk melunasi student loan dia harus bekerja serabutan. Setelah tujuh tahun berusaha, dia dapat kesempatan untuk wawancara di Taekang lagi, dan kembali gagal. Investasi ke temannya juga gagal, uangnya habis semua. Lalu dia ke rumah pacarnya Lee Ji Su (Go Youn Jeong) dan dilihatnya di depan pagar rumah seorang pria bermobil mewah memberikan buket bunga besar kepada Ji Su (yang di beberapa episode berikutnya dijelaskan bahwa itu adalah abangnya). Yee Jae yang merasa insecure dan merasa selalu menjadi beban akhirnya memutuskan hubungan mereka. Tiba di rumahnya, barang-barangnya sudah dikeluarkan karena dia telat membayar sewa. Hujan turun dan semua barangnya kebasahan. Everything goes wrong. Karena merasa masa depannya suram dan tak lagi punya harapan, dia memutuskan lompat dari gedung tinggi dan mengakhiri hidupnya.

Dia terbangun dan berhadapan dengan Maut (Death) yang diperankan apik oleh Park So Dam. Untuk menebus dosanya, dia akan ditembak di kepala dan mengalami 12 kali kehidupan di tubuh yang berbeda-beda. Aturannya adalah, dia tidak boleh membunuh atau bunuh diri lagi karena akan langsung masuk ke neraka.

Tubuh pertama yang dia masuki adalah Park Jin Tae (Choi Si Won) putra kedua konglomerat pemilik perusahaan Taekang yang tengah berada di pesawat jet pribadi mewah. Tiap kali dia memasuki tubuh seseorang, ada sebuah kristal yang muncul dan akan memasuki tubuhnya. Kristal itu berisi informasi pribadi, kisah hidup dari sosok yang dimasukinya.

Hampir semua tubuh yang dimasuki punya kaitan langsung atau tidak langsung dengan Park Tae Woo (Kim Ji Hoon), putra pertama pewaris Taekang. Seorang penjahat psikopat yang merasa dirinya dewa karena bisa membeli segalanya. Benang merah dari film ini adalah menghukum kejahatan Park Tae Woo sehingga dia hanya bisa terbaring di rumah sakit dengan kedua kaki putus sebatas lutut.

Deretan aktor terkenal berperan di drama ini. Sebut saja Lee Jae Wook, Lee Do Hyeon, Kim Jae Wook, Oh Jung Se, Jang Seung Jo. Cuma 2 karakter yang kurang nyambung dengan kejahatan Park Tae Woo, yaitu seorang bayi dan seorang bapak pengemis. Perannya kurang signifikan, hanya terasa sebagai tempelan saja.

Kehidupan ke-12 yang Yee Jae masuki adalah ibunya sendiri. Dia dibesarkan oleh seorang single mother karena ayahnya meninggal saat Yee Jae berusia 8 tahun. Di situ dia merasakan duka cita seorang ibu yang ditinggal mati anaknya dengan cara tidak wajar. Si Ibu sampai menyalahkan dirinya sendiri kenapa menjadi seorang yang miskin dan merasa gagal dalam membesarkan anak. Ibunya setiap hari sepulang kerja mengunjungi columbarium (rumah abu jenazah) untuk berdoa dan berbicara padanya. Yee Jae menebus kesalahannya dengan bersabar menjalani hidup sebagai ibunya selama 32 tahun sampai kematian alami mendatanginya.

Pelajaran dari drama ini adalah: hidup itu berharga. Memang ada hari berat tapi pasti banyak juga momen indah. Suatu kali saat menjadi Lee Do Hyeon dan mengingat dia berpegangan tangan dengan pacarnya dia berujar: “Ah, andai aku mengingat momen kecil ini saja, aku pasti punya alasan untuk menjumpai hari esok.”

Ketika keadaan terasa berat, jangan membuat keputusan salah untuk mengakhiri hidup. Ingat orang-orang tersayang yang akan merasa berat kehilangan kita. Saat sempit kita bisa saja merasa bahwa kita ini bukan apa-apa, bukan siapa-siapa. Tanpa kita sadari kita itu teramat berarti bagi orang-orang terdekat kita.

Akhir drama ini, Yee Jae dapat kesempatan kedua untuk hidup kembali menjadi dirinya sendiri. Adegan kembali ke saat sebelum dia melompat dan dia mengangkat telfon dari ibunya. Suicide note-nya terbang tertiup angin.

03 Jun 2026 Worldview Changing
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

I used to think that spending money for something intangible like vacation or travel for the sake of experience is just a waste. Sekarang pandanganku mulai berubah. Lihat orang tua dan sudah menua dan sakit-sakitan, membuatku berpikir, hidup itu singkat ya. Nikmatin, jangan pelit sama diri sendiri. Ga perlu terlalu banyak nyimpen asset. Spend some, enjoy some. Anak-anak nanti ada rejekinya sendiri. Nikmatin selama badan masih sehat, jalan masih enak. Karena kalau cari waktu yang tepat, ga akan pernah ketemu waktu yang tepat itu.

09 Mar 2026 About Me
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Today is my 45th birthday. Quite a long time since I last visiting this blog. Five months ago I suppose. When I reflect, something I realizing about my self. Most of the time, I always keep everything simple and back to basic. Here are the examples.

I never put on any make up at all when going out, and I feel confident about it. Ketika menulis, aku membiarkannya polos, tak menghiasi tulisanku dengan hiasan atau gambar sama sekali. Ketika makan bakso, aku membiarkannya bening tanpa tambahan. Of course always there’s a downside in this. Less sensitive, indecisive because so many things feel indifferent to me. Ga mau repot, enggan going extra miles for something that is less important or is not my passion. Positifnya, aku ga menuntut banyak juga. Bare minimum will do for me.

Hmm… apalagi ya? 🤔

Enough for now I guess.

01 Okt 2025 Trip to Bali
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Perjalanan kali ini tujuannya adalah mengantar anak ketiga kami untuk menuntut ilmu di Pulau Bali tepatnya di Universitas Udayana.

Karena belum pernah, Ummi sudah bilang jauh-jauh hari untuk diajak ikut serta. Akhirnya pergilah kami berempat meskipun pulangnya ga bisa bersamaan.

Ini recap dari perjalanan kami yang berlangsung sejak Rabu, 30 Juli – Selasa, 5 Agustus 2025:

  1. Rabu: Flight Trans Nusa 10.30, delay s/d 16.30.
  2. Kamis: visit Fakultas Pertanian Rusunawa Unud, sarapan Resto Mak Jo, GWK, Waroeng Kampoeng.
  3. Jum’at: Sarapan Bakmi Akiu, Pantai Melasti, cari oleh-oleh di Krishna, ayah Halim Jumatan, maksi Handoo nasi komplit, makan malam gofood Bakmi Akiu.
  4. Sabtu: Desa Panglipuran, ayah ke Bandara, pindah ke Mora Residence jalan abis Maghrib ke Sidewalk Jimbaran, beli Kopi Kenangan, Halim beli makan malam nasi padang.
  5. Ahad: sarapan Indomie rebus, ke rusunawa, balik ke Mora trus checkout, dapat kunci masuk Rusunawa, check in ke Gaing Mas, makan di Handoo sop iga, belanja ke Bandung Collection, elektronik dan Nirmala, balik ke Rusunawa bersih-bersih, Halim beli nasgor di Handoo.
  6. Senin: Sarapan gofood Akiu, ke Rektorat, ke Bebek Selamet ketemu Iva, ke Tanah Lot, makan malam gofood Nasi Ayam Hangry.
  7. Selasa: sarapan gofood Ayam Hangry, berangkat bandara, maksi di Solaria Soeta.

Foto-foto sudah diabadikan di FB. Yang penting sudah cukup tahu keadaan di Bali. Kembali lagi mungkin ketika Halim wisuda nanti. Insya Allah 2029 ya Mas Halim. Mudah-mudahan masih ada umur dan rejeki. Aamiin.

17 Jun 2025 Mission Impossible
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Sabtu, 14 Juni lalu aku berkesempatan nonton Mission Impossible: The Final Reckoning di Cinepolis. Setelahnya jadi penasaran mengulik film-film lama IM. Ada beberapa yang sudah kutonton tapi lupa betul bagaimana jalan ceritanya. Ternyata seluruhnya ada 8 film yang dibintangi Tom Cruise sebagai agent Ethan Hunt.

Tulisan ini sebenarnya bukan hendak membahas film. Cuma kepikiran aja panjangnya rentang waktu dari film pertama tahun 1996 sampai ke film terakhir di 2025 (29 tahun lho!). Dari zaman Tom Cruise masih muda kinyis-kinyis berusia 34 tahun, sampe dia udah kelihatan tuanya di usia hampir 63 tahun. Dulu mungkin ga terpikir olehnya bikin installment movie segitu banyak. Tapi satu demi satu dibikin. Tahun 1996, 2000, 2006, 2011, 2015, 2018, 2023, dan akhirnya 2025.

Karya demi karya tercipta. Dibuat dengan sebaik-baiknya. Banyak yang sukses blockbuster tapi ada juga yang kurang sukses. Begitulah hidup. Hari demi hari dijalani saja satu per satu. Bagaimana ke depan kita ga pernah tahu. Eh tiba-tiba udah nyampe puluhan tahun aja. Apa yang terjadi di masa lalu jangan pernah disesali karena itulah yang membentuk kita di masa kini.