31 Aug 2021 Random Thoughts
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Aku diberi ruang menyendiri oleh Tuhanku. Untuk merenungi dan kembali ke dalam diri. Pagi ini membereskan laci-laci. Mendapati buku-buku bertumpuk yang belum dibaca. Aku berpikir, pada akhirnya kita harus memilih. Tak bisa mengambil semua. Teringat sebuah ungkapan dari Hasan Al-Banna. Al waajibaat aktsaru min awqootinaa. Kewajiban-kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia. Lalu selang beberapa waktu membaca lagi ungkapan dari Rumi: The art of knowing is knowing what to ignore. KZ di pengajian terakhir mengatakan–aku parafrasekan–untuk mengambil air, tangan itu harus tertutup rapat. Kalau terbuka tak ada air yang bisa diambil. Jadi kita harus fokus ke diri sendiri. Kalau fokus terpecah kemana-mana tak ada yang bisa diambil.

Beranjak lebih jauh. Ada posting seorang kawan tentang wafatnya rekannya. Seorang liberal yang punya pendapat nyeleneh. Aku tidak ingin menghakimi tapi melihat ke dalam diri. Bagaimana keadaan akhirat seorang yang menyelisihi aturan Allah? Ya Allah, aku tak ingin seperti itu. Jangan masukkan aku ke dalam golongan yang demikian. Tapi bagaimana tahu ‘pendapat’nya Allah? Baca Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah penyelamatmu di hari akhir nanti. Ya Allah, golongkanlah kami sebagai ahlul Qur’an.

Kemudian terdengar anakku Ihya sedang mendaras hafalannya. Mungkin dia sampai di Surat AtThaghoobun ayat 12: “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul…” Deg!! Ayat itu berat, Nak! Mudah-mudahan sepanjang hidupmu kau tak hanya sekedar merapalkan itu, tapi hidup dengannya. Mudah-mudahan ayat itu merasuk dalam hatimu.

Sekian random thoughts pagi ini.

25 Aug 2021 Kurir
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Aku masih berdiri bermunajat malam saat terdengar kurir mengetuk pintu tetangga berulang kali. Aneh, mengantar paket di dini hari begini. Aku menyingkap tirai. Terlalu gelap. Tak ada yang terlihat. Aku lanjutkan munajatku. Segala pikiran berkelebatan. Mungkin kurir itu mengantar paket dengan layanan sehari sampai, sehingga harus tiba hari ini juga dan dia didenda perusahaannya bila tugas tak rampung? Kasihan sekali kurir itu. Harus mengantar paket sampai dini hari. Sampai terselip doa: “Ya Allah berkahilah kurir itu yang bersusah payah bekerja mencari nafkah demi keluarga. Mudahkanlah rejekinya.”

Suara ketukan pintu atau pagar masih terdengar. Lalu aku teringat bertahun silam saat suamiku berjam-jam mengetuk pintu sepulang kerja karena istrinya ini tertidur pulas. Kami tinggal di Cikarang waktu itu. Lalu terbayang aku membukakan pintu. Aku dengan daster lusuhku. Dengan putra kami yang masih 2 orang. Lalu dengan kecepatan pikiran berkelebat semua kenanganku bertahun-tahun bersamanya. Dia yang amat sabar menjadi pendampingku. Aku menangis. Teringat beberapa jam yang lalu aku ngambek dalam pasang surut hubungan berumah tangga ini. Wahai Diri, apa sekian panjang kenangan manis terlupa begitu saja? Tak kau hargaikah dia yang selama ini begitu baik dan setia, menerima setiap salah dan kurangmu? Betapa naifnya aku.

Tak lama terdengar pintu tetangga terbuka. Nampaknya paket telah diterima. Deru suara motor kurir terdengar berlalu. Dan aku lalu menuntaskan munajatku. Tak sabar ingin menuliskan semua keharuan ini. Kunyalakan lampu. Jam menunjuk pukul 01.22. Rupanya kurir itu telah dikirim Allah Al-Lathief untuk memberi pelajaran buatku. Alhamdulillah.

22 Aug 2021 Kangen Sampai ke Jiwa
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Hai kamu yang di sana!
Aku kangen padamu sampai ke jiwa.
Terima kasih untuk segalanya.
Atas kata-kata selangitmu yang kuyakin bukan menggombal. Biarlah semua jadi rahasia kita. Jadi cerita kita berdua. Perjalanan ini, bagai mengupas cinta kita sampai ke inti. Runtuh duniaku tanpamu, itu katamu. Singkat tapi dalam. Lebih dari separuh hidup kujalani bersamamu. Semoga kekal melampaui dunia ini. Sabar ya, kita di sini hanya sebentar. Kita berjuang sama-sama ya. Kita berjuang melaksanakan kehendak Dia. Lalu kubisikkan doa-doaku padamu. Aku berdoa semoga segala kepedihan berbuah keridhoan-Nya. Semoga setiap tetes air mata digantinya dengan ganjaran kebaikan.

Aku selalu di sini, Sayang: mendampingimu.

Sunday, Aug 22, 2021, 19.58

19 Aug 2021 One Liner (14)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Hope you’ll always find me as your way home.

22.35

15 Jul 2021 Munajat Cinta
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Aku masuk dalam perkara ini setelah berpuluh-puluh malam bermunajat kepada-Mu. Dalam Istikhoroh yang tak putus-putus. Ya Allah aku mohon pilihkan untukku yang terbaik menurut ilmu dan pengetahuan-Mu tentang perkara yang ghoib. Engkau berkuasa dan aku tak punya kuasa apapun. Engkau Maha Tahu dan aku tak tahu apapun. Mudahkan kalau memang perkara ini baik untukku, untuk agamaku, untuk penghidupanku dan baik bagi amrku. Tetapkanlah, mudahkanlah dan berkahilah aku dalam perkara ini.

Ya Allah, apalah aku makhluk yang fana ini. Berharap kasih-Mu dengan persembahan yang tak seberapa. Mohon perkenan-Mu untuk masuk ke pelataran Cinta-Mu. Aku fana dan Engkau Kekal. Genggamlah hatiku Ya Allah. Hatiku hanya satu, kuserahkan pada Engkau Tuhan Yang Satu. Jangan palingkan Wajah-Mu dariku di akhirat nanti. Saat orang beriman bisa melihat-Mu Yang Maha Indah sejelas purnama.

Tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dari-Mu ya Allah. Aku berlindung pada-Mu dari diriku sendiri. Dari kejahatan dalam diri yang kotor ini. Allah aku faqir atas kebaikan dari Sisi-Mu. Allah, Allah, Allah. Kuserahkan diriku pada Engkau saja.