06 Sep 2022 Usainya Sebuah Ujian
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Ujian dalam kehidupan itu pasti akan selalu ada. Selama hayat masih dikandung badan. Berat ringannya ujian tergantung penyikapan dan penerimaan kita. Ada yang diuji ringan, tapi karena dada sesak sempit, lalu jadi terasa berat. Ada yang diuji berat tapi karena keimanan yang kokoh, maka seolah ujian itu mudah saja dihadapi. Yang pasti setiap ujian itu ada waktu bermulanya, berlangsungnya, dan waktu berakhirnya. Sudah nature-nya begitu.

Kadang kita merasa ujian kesusahan yang kita hadapi rasanya lamaaa sekali, bertahun-tahun bahkan berpuluh-puluh tahun. Tapi sungguh itu waktu yang amat singkat bila dibandingkan dengan akhirat yang kekal abadi. Jadi, bersabarlah Wahai Diri dalam menghadapi segala ujian. Jangan pongah dan sombong dengan hanya mengandalkan diri sendiri. Berserahlah dan bergantunglah pada Allah Yang Maha Kuat. Semuanya ada dalam pengawasan Allah. Semuanya hanya bisa terjadi atas izin dan kehendak Allah. Laa hawla wa laa quwwata illaa biLlah.

16 Aug 2022 Aku yang Baru
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Berkaca di cermin. Tampak mulai memutih helaian rambutku. Ah, aku sudah tak muda lagi. Teringat juga penglihatanku yang memburuk belakangan ini. Juga nyeri di lutut saat menaiki tangga rumah. Stamina yang tak sekuat dulu. Perubahan fisik yang tak terhindarkan.

Lalu tersadar dengan bilangan tahun yang telah terlewati. 41. Oh, sudah selama itukah aku tinggal di muka bumi ini? Lantas bercermin dan berefleksi: Bagaimana keadaanku saat ini? Apa yang berubah setelah sekian perjalanan tahun.

Aku tersadar sesungguhnya aku tak punya apa-apa. Tak ada milikku yang memang benar-benar milikku. Sesungguhnya aku nihil. Kosong.

Kulihat anak-anakku yang semakin besar. Kelak mereka akan keluar dari rumah ini. Membangun kehidupannya sendiri. Kulihat harta yang aku kumpulkan sekian lama. Kelak akan aku tinggalkan dan tak kubawa mati. Kulihat orangtua dan pasangan hidupku, kelak mereka pun akan berpisah denganku. Bisa mereka yang meninggalkanku, atau justru aku yang meninggalkan mereka lebih dulu.

Sekian perjalanan tahun justru mengajarkanku untuk menjadi wadah kosong atas segala kehendak-Nya.

Aku menyerah kalah. Aku tak lagi mau mengatur diriku. Saat berat menghimpit dan aku tak tahu harus berbuat dan berdoa apa lagi. Aku hanya menyebut: “Allah, Allah, Allah.”

Aku lemah, Yang Kuat hanya Engkau. Aku bodoh, Yang Maha Ilmu hanya Engkau. Aku sesat, Sang Pemberi Petunjuk hanya Engkau.

Aku tak menyesali diriku yang dulu. Tiap jalinan kisahnya membawa ke siapa aku saat ini. Suka dukaku. Bahagia kecewaku. Pilihan-pilihan hidupku. Semuanya membawaku ke titik keberadaanku sekarang. Toh, semuanya terjadi atas izin Allah. Tidak ada yang sia-sia.

Aku yang baru bukanlah terbentuk sekejap mata bagai jentikan jari, tapi proses berpuluh-puluh tahun. Ada naik ada turun. Ditempa dengan sekian kesulitan dan rintangan. Harapanku satu. Penutupan hidupku adalah penutupan yang baik. Sebuah husnul khotimah. Dan perjalananku selanjutnya adalah bertujuan menjadi hamba-Nya yang didekatkan.

Aku yang baru, harapanku, adalah menjadi cermin sejati Dia Ta’ala. Aamiin.

15 Aug 2022 One Liner (20)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Apakah layak aku mengadukan Tuhanku pada makhluk?

05 Aug 2022 Afirmasi
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Truly, what people say might affect you in a way or another. But it’s up to us how to react upon it. Kebenaran dari yang dikatakan bisa kita nilai dan rasakan sendiri. Yang aku tahu alhamdulillah selama 21 tahun ini pernikahanku adem ayem, sangat jarang sekali sampai nyaris tak pernah kami bertengkar hebat. Kami selalu bisa menjadi tempat yang nyaman satu sama lain. A comfort place for each other.

Kalau aku sedemikian emosionalnya, mana mungkin 7 orang anak bisa bertumbuh kembang dengan baik. Nyaman di tengah kedua orangtuanya, tertib ibadahnya, baik prestasi sekolahnya.

Ketika sedang goyah, kadang diri perlu afirmasi seperti ini. Mencocokkan apa yang dikatakan orang dengan kenyataan yang kita rasakan sendiri. Orang bisa berkata apa saja. Tapi kebenarannya kita sendiri yang tahu. Mustahil memang, menyenangkan semua orang. Jadi anggap penting pada yang memang perlu dianggap penting. Sisanya, abaikan saja.

04 Aug 2022 Bukan Perempuan Biasa
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Perempuan biasa pasti akan murka ketika mengetahui suaminya akan menikah lagi. Jangan jadi perempuan biasa.

Perempuan biasa akan selalu mengeluh kerepotan mengurus anak. Jangan jadi perempuan biasa.

Perempuan biasa akan selalu menguatirkan bagaimanakah masa depan bila anakku banyak. Jangan jadi perempuan biasa.

Jadilah perempuan luar biasa dengan kesabaran luar biasa.