14 Jan 2021 One Liner (11)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Ya Allah, hatiku ini cuma satu. Aku titipkan pada-Mu Tuhan satu-satunya.

08 Jan 2021 One Liner (10)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Ya Allah, I choose You over me.

(Words before My Dhuha)

17 Nov 2020 One Liner (9)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Terima kasih telah mencintaiku sedemikian rupa, hingga getarannya sampai ke jiwa.

08 Nov 2020 Jadwal Separuh, Suami Seutuhnya
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Aku berpikir, apa yang akan berubah nantinya, setelah akad suci itu terjadi? Dia tetap suamiku. Dia tetap ayah dari anak-anakku. Hanya saja dia kini juga menjadi bagian dari seseorang yang lain.

Harta dan materi walaupun mudah dibagi tentu tak harus dibagi bila jumlahnya mencukupi. Tapi keberadaan diri pastilah terbagi kecuali bisa menduplikasi diri.

Jadi apa yang berubah setelah ini? Cintanya tetap penuh. Kasih sayangnya tetap utuh. Walaupun dia membangun sebuah hubungan lain yang juga utuh di luar denganku. Seperti tulisan Keajaiban Cinta sebelumnya, cinta itu bisa dipungut out of thin air.

Terlebih lagi, Cinta kami kepada Allah mengukuhkan ini semua. Karena kami melakukannya hanya karena Allah. Kami melakukannya karena ingin mensyiarkan Sunnah Rasulullah dengan baik. Tentu tidak mudah, tapi ini mungkin untuk dilakukan.

Laa haula wa laa quwwata illaa biLlah.

04 Nov 2020 Jalan Terjal Mendaki
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Mencoba kembali ke diri dan bertanya pada hati kecil, untuk apa aku melakukan ini semua. Sebuah jalan terjal mendaki yang mungkin akan dicemooh oleh banyak orang. Mencoba merenungkannya pada malam-malam sepi saat bermunajat kepada-Mu, dan mendapatinya sebagai keyakinan bahwa ini ketentuan dari-Mu. Kami sungguh bukan Nabi atau orang suci. Ini tentu tak layak disandingkan dengan mimpi Nabi Ibrahim as menyembelih Ismail as kecil. Juga bukan sesuatu yang diwahyukan kepada Ummi Musa as untuk meletakkan bayi Musa ke dalam Tabut dan menghanyutkannya demi menyelamatkannya. Bukan. Ini pasti jauh dari itu. Tapi yang pasti ini adalah ikhtiar kami untuk mendekatkan diri kepada-Mu. Dan apakah ada yang lebih penting selain berupaya memperoleh cinta-Mu? Berupaya menjadi hamba yang didekatkan (al-muqorrobuun)?

Orang bisa berkata apa saja dan itu adalah hak mereka. Bukanlah kita akan dihisab bahkan untuk amalan sebesar biji sawi?

Ya Allah kuatkanlah kami menjalani semua ketetapan-Mu. Berikan penerimaan yang luas atas segala yang telah Engkau gariskan di Lauh Mahfuzh. Sesungguhnya kami hamba yang lemah. Tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dari-Mu.