Author Archive

23 Feb 2013 Buih
 |  Category: My Self, Refleksi  | Leave a Comment

Buih adalah sesuatu yang ringan, kerap bergerombol, tidak berisi dan mudah menghilang. Lenyapnya tidak meninggalkan jejak, tiada yang tahu atau ingat bahwa ia pernah ada.

Aku kerap mempertanyakan hidupku. Mempertanyakan makna keberadaanku. Apakah akhirnya hanya seumpama buih yang hilang lenyap tanpa bekas begitu saja?

Kata-kata terucap ringan tanpa nilai… tanpa bekas tanpa jejak yang terekam. Ocehan tak bermakna yang hanya melintas saja dalam linimasa… Ketika aku mati, maka apa yang akan tinggal? Apakah semua akan seperti buih yang tak bernilai hilang terhempas angin? Adakah suatu pati yang menetap yang bisa kubawa ke hadapan-Nya?

Aku tak tahu. Aku sungguh tidak tahu.

Serangoon, Feb 23, 2013, 00.37

23 Jan 2013 Munajat
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Malam ini ingin kuhadapkan wajahku pada-Mu, hingga tak kupedulikan sesiapa lagi. Ingin kuadukan semua pada-Mu, hingga tak keluar keluh kesahku pada selain-Mu. Tuhan…kecil semua masalahku bila kubawa kepada Engkau Yang Maha Tinggi. Dunia menawanku, hingga urusan-urusannya menjelma jadi kerisauanku. Dosa memberatiku, hingga pekatnya menghijabi qalbi singgasana-Mu.

Aku berjalan tanpa tahu arah. Sekedar melangkahkan kaki dengan kerap kali kehilangan bimbingan-Mu. Berjalan dan terus berjalan tanpa tahu apa nilainya di sisi-Mu. Ampuni aku Tuhanku. Semoga dengan rahmat dan karunia-Mu Engkau berkenan menghadiahiku penutupan kehidupan yang baik.

 

30 Des 2012 Rumah Idaman
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Salah satu hobiku yaitu ngoprek-ngoprek internet liat-liat informasi tentang rumah dijual. Terus terang kadang aku merasa bersalah. Aku merasa ini termasuk kategori berpanjang angan karena belum saatnya aku mencari sehingga belum menjadi hakku. Suka merasa ngeri dengan syahwatku yang seolah ‘sok tahu’ ingin mengatur diri sendiri begini dan begitu. This is merely wasting my time. Pasalnya, aku masih tinggal di negeri orang sampai beberapa waktu lagi. Dan lagi kalaulah ketemu rumah yang cocok, susah juga untuk mengeksekusi pembeliannya saat ini.

Tapi rasanya semangat gitu tiap lihat rumah-rumah baru yang bersih dan nyaman. Sepertinya terbayang baitiy jannatiy, damai dalam suasana kekeluargaan yang hangat. And honestly…I set the standard pretty high. Pengennya tanah segini, banyak kamarnya segini, etc, etc. Dalam sadarku ada yang menegur: “Kok mentingin aspek fisiknya aja, keberkahan di dalamnya jauh lebih penting loh.”

Rumah besar percuma kalo menjadikan penghuninya jarang bercengkrama bersama dan sibuk di kamar masing-masing. Meletihkan juga bagi nyonya rumah bila harus sibuk seharian mengurus dan membersihkan rumah (especially me who’s like being a single fighter-red.).Lantas di mana letak kebahagiaan berumah besar? Kalau untuk dijadikan sarana bermegah-megahan pun akhirnya akan jadi sesalan saja di akhirat nanti.

Jadi mohon berkah-Nya saja dalam rumah kecil ataupun besar yang diperkenankan-Nya bagi kita. Serahkan semua pada-Nya saja. Semoga di rumah idaman kita tumbuh anak-anak yang sholeh dan sholehah dalam damai kekeluargaan.

30 Des 2012 2013: Tahun yang Sibuk
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

46 jam menjelang pergantian tahun. 2013 nampaknya akan jadi tahun yang sibuk. Anak-anak mulai masuk sekolah 2 Januari. Ada yang berangkat pagi buta tepat lepas Shubuh, ada yang mau mencoba keberanian dan menambah kemandirian dengan mengganti moda angkutan dari school bus menjadi public transport (yang pastinya harus kuantar dulu selama beberapa hari sebelum ia terbiasa pergi pulang sendiri), ada juga yang harus diantar sendiri. Hanya ada satu anak yang polanya tak banyak berubah dari tahun ajaran lalu. Wah, 4 anakku sudah sekolah. Tinggal Si Bayi yang masih tinggal di rumah.

Apa ya keinginanku di 2013? Inginnya sih membenahi sholat, lebih rajin nulis to get connected more with my inner self. Membenahi hati agar hal lain otomatis jadi ikut baik dengan sendirinya. Mau menghilangkan rasa malas dan kebiasaan menunda perbuatan baik. Pernah ngerasa ga sih kalo mau mengerjakan sesuatu yang baik pasti ada bisikan untuk menundanya? Kalau mau baca Qur’an, ada bisikan: “Nanti aja, habis Maghrib lebih enak bacanya.” Tiba waktu Maghrib lain lagi godaannya: “Ba’da Shubuh lebih syahdu loh tilawahnya.” Tiba waktu Shubuh, mata sepet susah dibuka, pinginnya tidur lagi sesudah sholat. Atau diburu-buru pekerjaan tipikal ibu-ibu seperti membuat sarapan dan menyiapkan anak ke sekolah dan suami ke kantor. Waduh!

Rasanya memang itu tipu muslihat setan terbesar. Ia selalu membisikkan: “Masih ada nanti. Masih ada lain waktu. Masih ada hari esok.” Tiba-tiba sampai ke ajal kan? Kalo keterusan ga sadar bisa jadi orang merugi kan? Yang tidak cukup mengusahakan kebaikan selama masa hidupnya. Na’udzubillah min dzalik.

I should be ashamed of myself. Bilangan umur sudah banyak tapi kualitas sholat rasanya masih sama seperti waktu pertama belajar sholat ketika SD dulu. Masih banyak pikiran yang berseliweran saat sholat. Belum khusyu’ dan thuma’ninah. Belum merasa tersambung dengan Allah. Duh, ampuni hamba-Mu yang lalai ini ya Gusti… :'(

Semoga 2013 semua jadi lebih baik. Allahu musta’aan…

17 Des 2012 Tentang Masak
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Warning!! You won’t find a single recipe despite of the title above 😀

Ibu-ibu umumnya doyan masak, but I guess I am not included one of them. Bukannya aku ga pernah masak loh, tiap hari sih masak, tapi selalu yang standar, never a sophisticated one. Bagiku suatu kepuasan luar biasa bila masakanku -yang standar itu- ludes habis disantap suami dan anak-anakku.

Kalo bikin kue? Jangan ditanya….kepikiran aja nggak. Pernah sekali sih buat kaastengel Lebaran beberapa tahun lalu, lumayan sukses (at least eatable, haha :D) tapi males ah kalo disuruh buat lagi. Kayaknya bukan walayahku di bidang masak-memasak ini. Kalo orang bilang masak itu mudah, gampang dipelajari, tinggal contek resep yang di mana-mana juga ada…but to me, it’s just like telling a bird how to swim (berlebihan ya..tapi itu analogi yang saat ini kepikiran :D). It’s hard and never enjoyable.

Orang bilang makan kue bikinan sendiri membawa kepuasan tersendiri, mungkin bener ya bagi pecinta kreasi kuliner (maksudnya yang suka masak, tidak sekedar penikmat -red) tapi itu ga berlaku tuh buatku. I prefer going to the nearest supermarket to buy some doughnuts or cookies rather than baking it myself. Playing with flour, sugar, and eggs is not my favorite, I can tell you.

Kesukaan memasak ga berbanding lurus dengan peralatan masak canggih yang kita punya. Terus terang aku ga ngerasa my cooking will improve much even if I have microwave oven, food processor or high-pressured pan. It’s not about all of those appliances, but it’s about the passion within myself. Punya wajan yang diiklananin sama Jeng Happy Salma aja masih kurang diberdayakan tuh…hehe.

But honestly, I never felt less despite of this. Bagiku tiap orang emang beda-beda sih. Aku punya kekurangan di sini, tapi aku pasti punya kelebihan di hal lain. Aku ga suka di bidang ini, tapi aku pasti punya kesukaan di hal lain. Mudah-mudahan ini bukan excuse untuk ga belajar lebih jauh di bidang masak-memasak ini ya. But hey, Kalo ga ada orang kayak gw gini, ntar toko kue ga laku donk! Qiqi…more excuse 😀