Author Archive

16 Des 2012 Keep On Moving
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

14 Desember lalu aku menyempatkan diri nonton The Hobbit: Unexpected Journey. What a great movie! Durasi 170 menit bagai tak terasa karena begitu seru dan menegangkannya jalan cerita dengan berbagai visual effect yang super canggih.

Film ini bercerita tentang perjalanan 13 Dwarf, Gandalf dan Bilbo Baggins merebut kembali homeland bangsa Dwarf yang dikuasai Dragon. Sepanjang perjalanan silih berganti aral rintang mereka temui. Troll, Orcs sampai living mountain rocks that may jeopardize their lives.

However, they keep on moving. Beberapa kali mereka terdesak, tetapi selalu ada bantuan tak terduga di saat-saat akhir yang paling pelik. Walau bagaimanapun sulitnya medan, tetap ada celah-celah sempit yang bisa mereka lalui setapak demi setapak. They may not know what difficulties lie ahead but however they’ll keep on going.

Banyak insight berharga kudapat usai menyaksikan film yang filosofis ini. No matter how wrecked your life is, just keep moving. There’s always a light in the end of the tunnel.

28 Sep 2012 Malam
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Aku suka malam. Karena ia memberiku ruang untuk sendiri. Karena ia memberiku jeda untuk bernapas dalam, berpikir dan berefleksi. Lupakan sejenak huru-hara siang hari, hiruk-pikuk kesibukan dunia yang kadang menulikan dari inner conscience.

Malam adalah waktunya pertanyaan hakiki menggema jelas: “What is the most important thing in your life?”
Malam adalah waktunya bersimpuh sujud lebih dalam, bertanya: “Sudikah Paduka Tuhan mengampuni diri yang penuh salah dosa ini?”
Malam adalah waktunya memandangi wajah-wajah polos dan mempertanyakan: “Apakah yang telah kuusahakan terhadap amanah luar biasa ini?”

Aku cinta malam. Karena ia mendekatkanku dengan-Mu.

05 Sep 2012 Malam Tanpa Tidur
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

1.40 dini hari dan aku masih terjaga. Menjaga bungsuku yang sesekali bangun dari tidurnya yang tidak nyenyak karena terserang batuk.
Pikiran berkelana mengingat masa lalu dan membayangkan masa depan.
Mana episode hidupku yang benar-benar terasa pahit sakit sekarang? Tidak ada. Setidaknya tidak saat ini terasakan. This too shall pass…

Seperti adegan dalam film, ketika ajal mendekat, mungkin kenangan hidup kita akan melintas satu demi satu bak film yang diputar kembali. Seperti sepotong adegan dalam ‘American Beauty’nya Kevin Spacey. Film yang sukses memasukkan -entah rasa apa- di dadaku. Rasa haru saat Tuhan memainkan sebuah plastik dengan angin kiriman-Nya.

Malam ini aku mencari di mana bahagiaku. Dan kemudian terpikir dan terasa betapa mudahnya menjadi bahagia. You can imagine all the things that can make you happy…

Misalnya bayangkan saja saat ini tengah berada di pantai yang indah, dengan siraman hangat mentari dan angin sepoi-sepoi. Atau di atas puncak gunung yang sejuk dengan udara yang segar. Or simply seeing a smile in your child’s happy face…

*Kuelus-elus lagi muka bayi 9 bulanku yang sedang mengigau. Kan kujaga kau, Nak, karena kau amanah Tuhan bagiku.*

Sepertinya malam ini akan jadi malam tanpa tidur.

Serangoon, September 5, 2012.

07 Jun 2012 Surga di Kepala
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Bosan melanda beberapa hari terakhir ini. Mungkin karena kesepian ditinggal anak-anak berlibur ke kampung halaman.
Terbayang asiknya berada di Indonesia. Aneh. Dulu sempat terpikir betapa nikmatnya seandainya bisa tinggal di luar negeri. Pikiranku lantas berputar mengurai serangkaian nama tempat dan negara yang kira-kira asyik ditinggali. Terbayanglah di benak pemandangan indah gunung, pantai, laut, sawah yang sering tergambar di kalender. Terbayang pengalaman main pasir di pantai Sanur Bali beberapa tahun lalu. Bayangannya sangat jelas sehingga seolah-olah aku bisa menghirup udara segar dan merasakan hangat mentarinya.
Sejenak merasa bahagia dalam bayang kenangan, dan tiba-tiba terpikir…betapa mudahnya bahagia diciptakan. Kita punya pikiran, benak, angan yang tak ada siapapun bisa membatasi. Kita bisa menciptakan surga di kepala kita sendiri.

26 Apr 2012 Titipan
 |  Category: My Family, My Kids, Refleksi  | Leave a Comment

Anak-anak itu telah Kau titipkan padaku, Tuhanku. Dengan segala kekuranganku kumenerima mereka titipan-Mu yang indah itu yang sering ku tak menyadari keindahannya.

Kau izinkan mereka tumbuh dalam rahimku dengan Ke-Rahim-an- Mu. Ajari aku Tuhanku bagaimana mendidik dan membimbing mereka.

Limpahkan kesabaran luar biasa yang tak terlupa meskipun badan dan ragaku tengah letih.

Betapa aku menyayangi mereka: anak-anakku. Anugerah terindah dalam hidupku.

Terima kasih Tuhanku atas titipan-Mu.