Archive for the Category ◊ Uncategorized ◊

08 Jan 2023 Pemilik Hati
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Allah adalah pemilik hati. Teruslah bermohon pada-Nya saat ada sesuatu yang mengganggu hatimu. Ketenangan dari-Nya kadang muncul segera dan tak terduga.

Saat sedih melanda, tiba-tiba muncul di newsfeed FB ceramah seorang Ustadzah tentang penyesalan istri sholehah yang merasa diri berdosa karena tak menuruti permintaan suaminya untuk berjumpa saat wukuf di Arafah. Tenda mereka terpisah. Sebenarnya tak jauh. Tapi entah kenapa Si Istri merasa suaminya terlalu manja selalu ingin dekat dengannya. Ternyata itu adalah permintaan terakhir suami sebelum berpulang selamanya. Istri merasa pengabdiannya selama 40 tahun bagai sia-sia belaka karena penutupan yang buruk. Ustadzah itu menjawab: itu cara Allah agar dengan rasa bersalahnya itu, Si Istri tak lepas selalu mendoakan suaminya. Pelayanan dan pengabdiannya selama bertahun-tahun kepada suami tidak akan hilang begitu saja pahalanya di sisi Allah.

Aku lalu menarik kisah itu dalam kehidupanku. Sesungguhnya aku mengikuti takdir dan jalan hidup suami karena baktiku sebagai seorang istri. Baktiku kepada suami adalah bukti taatku kepada Allah. Jangan risaukan semua kepedihan dan rasa sakit. Cinta itu perlu pengorbanan dan pembuktian.

Masya Allah, dengan cara pandang demikian seketika kesedihanku luruh. Puji syukurku pada Engkau Wahai Pemilik dan Penguasa Hati hamba-Mu ini.

16 Des 2022 Hati Ajaib
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Apakah hati adalah

Makhluk ajaib?

Yang ketika ia tergores patah hancur

Bisa menjelma utuh kembali?

Sebentar terluka menganga lalu

Pulih tanpa bekas?

Kadang terasa sempit menghimpit

Lalu sejurus lapang terkembang?

Hati memang makhluk ajaib

Ia adalah singgasana-Nya dalam

Diri manusia

18 Nov 2022 Know Where to Look At
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Hari Ahad pagi, ketika waktunya berjibaku dengan cucian, pikiran suka sibuk dengan berbagai pikiran. Kadang justru di saat itulah kudapati AHA! Moment yang memberi pencerahan.

Aku berpikir, orang seringkali merasakan kesulitan atau kesusahan karena salah arah dalam memandang. Hal demikian membuat jauh dari rasa syukur padahal banyak keadaan orang lain yang berada jauh di bawahnya. Misal lihat kemewahan artis ini dan itu yang rentan membuat iri, padahal keadaan kita hari ini sudah sangat tercukupi. Misal lihat cerita kehidupan penuh hura-hura kenikmatan dunia yang seperti melupakan agama, lantas merasa diri sudah baik karena sudah sholat 5 waktu, misalnya. Akhirnya standar soal agama menjadi minim sekali karena melihatnya ke bawah.

Jadi nasehatku untuk diriku sendiri: “Jangan salah arah dalam memandang ya. Tujuan dan fokus hidupmu bisa salah bila kau melihat ke arah yang salah.

10 Nov 2022 43
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Sudah 22 kali kita rayakan hari istimewa ini bersama. Dengan anggota keluarga yang semakin banyak seiring pertambahan masa.

Sudah sedemikian panjang perjalanan, kadang seperti terasa sudah kehabisan kata untuk mengungkapkan semua. Dan akhirnya memilih merayakannya di ruang pribadi saja.

Menulis tak pernah bisa dipaksakan. Tapi ketika menemani istirahatmu, memijiti kakimu dan merasakan panas demam tubuhmu, langsung terbit iba di hatiku. Kasihannya, pasti suamiku teramat lelah. Sering sekali belakangan suhu tubuhnya di atas normal. Lalu mengalirlah sederet doa untuk kebaikannya. Dengan air mata yang tak bisa kutahan mengalirnya.

Kau tidak berubah. Tetap baik seperti dulu kala. Tetap sabar menghadapi aku yang kadang keras kepala.

Semoga semakin berkah hidupmu, Suamiku. Semoga makin bermanfaat dan semakin mendekati ke kesejatian diri. Menjadi hamba Allah yang sebenar-benarnya hamba. Aamiin.

*Repost from FB

14 Okt 2022 Beautiful Feelings
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Tetiba teringat kenangan-kenangan indah antara kita yang menimbulkan perasaan indah. Saat-saat masa beratku kau merengkuhku dan mendekap kepalaku di dadamu. Kau selalu menyediakan dadamu untuk sedihku. Membiarkanku menumpahkan tangis sepuasku, dan setelah air mata itu habis aku lalu bisa tersenyum dan tertawa.

Kau selalu setia mendengar ceritaku. Menghentikan sejenak kegiatanmu untuk menyimak ceritaku. Cerita yang mungkin remeh bagimu. Tentang anak dan tentang keseharianku di rumah.

Kuyakin kau menyebutku dalam doa-doa panjangmu.

You’re my home. Yang membuatku selalu nyaman untuk kembali pulang.