Archive for the Category ◊ Uncategorized ◊

05 Nov 2016 Tuhan (13)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Posting ketiga. Sepertinya aku belum habis berbicara pada-Mu.

Ingin bertanya: Dengan segala keluasan semesta-Mu, tegakah Kau menolak satu jiwa yang tanpa kuasa ini?

Ingin memohon: Kemana kumengadu jika Engkaulah Tuhan Timur dan Barat dan segenap cakrawala?

Tuhanku oh Tuhanku, Engkau bukanlah Tuhan yang Pendendam. Walau seringkali dengan kejahilanku, tidak aku perlakukan Engkau dengan semestinya.

Aku ingin menangis dengan air mata yang tak pernah kering kala mengingat-Mu. Semoga air mata ini juga yang dapat memadamkan api kemarahan-Mu atas lalaiku.

Sabtu. 51116. 11.28

05 Nov 2016 Tuhan (12)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Duhai insan bodoh!
Mengaku berTuhan tanpa ada ketaatan

Mengaku beragama tanpa ada kekhidmatan

Mengaku berIslam tanpa ada pembuktian

Tinggal diri jadi sengsara
Saat di akhir nanti ditanya:

Mana ketaatanmu?

Mana kekhidmatanmu?

Mana pembuktianmu?

Sabtu. 51116. 11.16

05 Nov 2016 Tuhan (11)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Jika titiknya adalah saat ini
Adakah Kau mengampuni dosaku
Puluhan tahun ke belakang?

Jika saatnya adalah detik ini
Akankah Kau menghapus
Nodaku puluhan tahun ke belakang?

Duhai Tuhanku air mata yang
jatuh saat ini semoga bukan palsu
Aku ingin taubat kembali pada-Mu

Penghujung waktu di penghujung minggu
Sabtu. 51116. 1108.

06 Jun 2016 Tuhan (10)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Pikiranku dalam sunyi adalah Engkau
Bisikanku dalam sepi adalah Engkau
Pelipurku dalam gundah adalah Engkau

Tunjukilah aku selalu jalan-Mu
Meski sisi manusiaku melulu keliru

06 Okt 2015 Tuhan (9)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Go find a youtube video: The Biggest Stars in The Universe by The Science Channel.

SubhanaLlah… langsung terasa kecil dan tak berartinya diri ini di hadapan Allah Sang Maha Pencipta. Luruh semua kesombongan diri: “Kita punya apa yang pantas dibanggakan?”

Tapi entah mengapa timbul suatu keoptimisan dan pengharapan dalam diri ini, sebuah roja’ sebagai satu dari dua sayap penghambaan kepada-Mu, Duhai Rabb Yang Maha Besar…sesungguhnya dosaku yang seisi bumi ini, tidak ada artinya dibanding pengampunan-Mu yang seluas langit tanpa batas.

Kecil besar itu amat relatif. Segelas air bagi seekor semut laksana samudera dalam yang tak tampak dasarnya. Tapi bagi manusia, segelas itu bak seciduk air yang dapat tertampung kedua tangan.

Aku menangis tiap kali membaca nukilan ayat suci-Nya….
“Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya. Padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.”
(Az-Zumar (39):67)

Dalam semesta yang dapat dilipat oleh-Nya, semuaku terasa kecil. Harga diriku kecil, kesombonganku kecil, masalahku kecil, dosaku kecil. Tidak….maksudku bukan kecil untuk kemudian diremehkan, tapi supaya diriku sadar bahwa His mercy far beyond all my sins. Rahmat-Nya mendahului murka-Nya. Ya Allah, andai secuplik kesadaran di detik ini bisa menjadi penyelamatku di hari yang berat nanti…