Aku kembali pada-Mu Tuhanku. Dari segala kebisingan dunia ini, aku berpaling pada-Mu Tuhanku. Tuhanku Yang Maha Cinta yang dengan cinta menciptakan semua ini.
“Dan Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia yang lebih mengetahui siapa-siapa yang mendapat petunjuk.”
Aku pasrahkan hati ini kepada-Mu. Aku kosongkan hati ini dari selain-Mu. Hanya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Hanya Engkaulah hakim yang paling adil.
Terimalah aku dengan kemurahan-Mu, dengan kasih sayang-Mu. Janganlah Kau tutup pintu-Mu. Jika pintu-Mu tertutup, kemana lagi aku akan datang mengetuk?
Allah….Engkaulah Rabbku
Tiada sembahan selain Engkau
Engkau telah menciptakan aku
dan aku adalah hamba-Mu
dan aku memenuhi janjiku pada-Mu semampuku
Aku mengakui semua nikmat-Mu atasku
dan aku mengakui segala dosaku.
Ampuni aku
Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.
Archive for the Category ◊ Uncategorized ◊
Kucatat sebagai salah satu tanggal penting dalam hidupku. Anakku Nuri yang saat ini berusia 5,5 berkata padaku sebelum tidur: “Bunda mulai besok aku mau sholat Shubuh dan sholat semuanya. Bunda ajarin aku wudhu’nya dan semua doa-doanya ya….”
Alhamdulillah kejadian benar. Dia mudah sekali kubangunkan keesokannya. Dituntun niat wudhu, doa sehabis wudhu dan niat sholat. Dengan tertib dia berjamaah di belakangku.
Alhamdulillah sampai hari ini dia tetap semangat dan istiqomah menjalankan sholat.
“Robbij’alniy muqiimashsholaati wa min dzurriyatiy, robbanaa wa taqobbal du’a”
Bayangkanlah bila kita tinggal di suatu tempat di mana Raja yang berkuasa di tempat itu adalah seorang yang teramat kaya dan berkuasa, teramat pengasih dan pemurah, yang bisa mengabulkan apapun keinginan dan permintaan kita, maka sungguh merugilah bila kita tak meminta apa-apa darinya. Betapa bodohnya bila kita melewatkan kebaikan Sang Raja yang menawarkan segalanya dengan tangan terbuka.
Duhai Allah, Engkaulah Sang Raja itu. Dan akulah si jelata bodoh yang miskin tapi tak mau meminta.
Kau mohon ampunan akan Ku-beri. Kau memohon rahmat akan Ku-limpahi. Kau mohon perlindungan dari bahaya akan Ku-lindungi. Duhai hamba, kenapa tidak juga kau meminta?
Ya Allah ampuni aku. Ampuni kebodohanku. Ampuni kesalahanku. Ampuni kesombonganku.
Begitu banyak epic story dalam cerita hidup manusia yang kusimak belakangan ini. Mulai dari kisah klise sinetron di televisi tentang tokoh antagonis yang selamat sementara anak buahnya justru menemui ajal, kisah nyata pemabuk yang taubat, kisah pentolan genk yang berubah jadi alim…
Hhmmm…jadi berpikir, kenapa ya kadang Allah mengambil sosok yang paling ekstrim, yang paling jauh dari-Nya, untuk kemudian dibersihkan dan didekatkan pada-Nya? Sementara tokoh yang biasa-biasa saja seolah stagnan, tak bergerak dan lambat maju? Aku sungguh terusik dengan pemikiran itu lalu menerka-nerka jawabannya sendiri.
Mungkin Allah ingin mengajari, bila yang sedemikian kotor saja bisa dibersihkan kembali, yang sedemikian jauh saja bisa didekatkan kembali, maka pasti akan selalu ada jalan kembali bagi ‘the average people’. “Jadi, jangan berputus asa lah engkau wahai hamba-Ku!”
Jalan kembali itu sungguh terjal dan mendaki
penuh kerikil dan batuan yang jadi sandungan
berjalan dengan kaki telanjang tanpa alas
menyeret langkah walau tak tahu ada apa di atas
Duhai Allah akulah musafir itu
Yang terlalu banyak berleha
tanpa cukup usaha
mengumpul bekal
Duhai Allah akulah si bodoh itu
yang tak paham jauhnya pejalanan
lalu berpuas dengan sedikit bekal
Padahal aku tak tahu
Mungkin saja kantong bekalku itu kosong?
Mungkin saja kantong airku itu bocor?
Duhai Allah Raja Sang Maha Tujuan
Walau kosong bekal hamba
Kiranya jamuan-Mu Raja Yang Agung
Mampu memuaskan segala lapar dahaga

