Archive for the Category ◊ Uncategorized ◊

26 Feb 2015 Hikmah dari Kisah Anas bin Malik ra.
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Kadang sebuah pelajaran kehidupan langsung masuk meresap ke dalam hati dan membawa kesan mendalam. Kemarin aku mendengar cerita tentang perlakuan Rasulullah SAW ke pembantunya Anas bin Malik ra. Hadits ini sudah beberapa kali aku dengar sebelumnya, tapi ‘rasa’nya berbeda saat aku mendengarnya lagi kemarin. Selama 10 tahun Anas bin Malik menjadi pembantu Rasulullah SAW, tidak pernah sekalipun Rasul mengatakan padanya: “Mengapa kau lakukan ini dan tidak itu? Mengapa tidak kau lakukan ini dan tidak itu?”

Rasul tak pernah memarahinya, tak pernah bermuka masam padanya.
Demi Allah, hatiku langsung menghangat membayangkan akhlak Rasul yang sedemikian mulia itu. Dalam kedudukan Beliau SAW sebagai insan kamil dan cermin sempurna dari Ar-Rahman, langsung terasa kebaikan dan keluasan rahmat Allah Ar-Rahman. Hamba-Nya saja sedemikian luas kasih sayangnya, apalagi Dia Taála…

Spontan langsung terbuka bentangan luas pengharapanku atas ampunan-Mu.

Ya Allah…34 tahun aku hidup di bumi-Mu ini, amat banyak menggunung kesalahan yang kuperbuat, teramat banyak dosa yang dengan atau tanpa sengaja kulakukan. Tapi aku tak akan berputus asa dari luasnya rahmat dan kasih sayang-Mu ya Allah.

Allahummaghfirlanaa dzunuubanaa wa kaffir ánnaa sayyiaatinaa wa tawaffanaa maál abroor.

22 Feb 2015 Dalam Sebuah Perjalanan
 |  Category: Uncategorized  | One Comment

Dalam sebuah perjalanan, empat sekawan dalam satu kendaraan. Masing-masing sibuk dengan situasinya sendiri-sendiri. Walau mereka duduk berdekatan, bercakap satu sama lain, tapi apa yang dihukumi-Nya sungguh sangat berbeda satu sama lain. Semua tergantung apa yang bergejolak di dalam hati.
Ada orang yang termasuk golongan selamat. Hatinya tenang tulus ikhlas tanpa prasangka. Dia melakukan semua, dengan Allah di hatinya. Ada yang bak rumah kosong berdebu tak berpenghuni tanpa penjaga. Ada pula yang hatinya hitam kelam, penuh keluh kesah dan gejolak amarah. Meski mungkin senyuman menghias bibirnya tapi Allah menghukumi dosa yang dia perbuat dalam hatinya.
Sekilas dalam rasaku, bagai tengah di-zoom oleh Allah Ta’ala. Dihitung apa yang tengah terlintas dalam dada. Duhai Yang Maha Tahu, ampunilah dosaku.
Kita semua sejatinya dalam sebuah perjalanan, bukan?

10 Feb 2015 Tuhan (6)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Kubawa luka hatiku pada-Mu
Karena tiada penyembuhnya melainkan Engkau

Kubawa kekosongan hatiku pada-Mu
Karena tiada pengisinya kecuali Engkau

Kubawa suka gembira
Kubawa sedu sedanku
Kubawa segalaku
Karena semua milik-Mu
Dan hanya layak kembali pada-Mu

‘Wa zhonnuu an laa malja-a minaLlahi illaa ilaihii…’

Dan mereka menyangka bahwa tiada tempat lari dari-Nya melainkan hanya pada-Nya

08 Feb 2015 Kesungguhan Niat
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Ingin sejenak merefleksi sepenggal pengalaman pribadi.
Sebagai seorang santri, aku berjilbab sejak Tsanawiyah/ SMP. Usai 3 tahun nyantri, aku melanjutkan ke SMA umum. Alhamdulillah konsisten berjilbab sekeluarnya dari pesantren. Terus terang aku bukan termasuk akhwat berjilbab lebar. Tapi insya Allah tetap menutup jilbab sampai ke dada. Aku ingat selalu berdoa: Ÿa Allah….aku berusaha menutupi mahkota rambutku dengan berjilbab, maka lindungilah aku dari ‘insiden’atau ‘ketaksengajaan’yang membuat seorang pria non mahrom melihat auratku (terutama rambut)”.
And you know…it wasn’t easy. We live in a very small house. A tiny two-bedrooms-house. You can see through to my back door when you standing in the front door. So not so much space available ‘to hide’. My activities were revolved around that limited space. I was wearing jilbab at home most of the time, but of course…not all the time.
Masuk kuliah semester 3 mulai ada pria yang serius mau menikah denganku. Dalam masa sebelum menikah itu, cukup sering Mas bertandang ke rumah. Karena waktu itu HP belum sepopuler sekarang, jadi Mas kadang datang mendadak tanpa memberi kabar. Alhamdulillah-nya timing kedatangannya selalu pas ketika aku sedang berjilbab atau aku sedang dalam posisi yang memungkinkan untuk segera lari dan mengambil jilbab. Allah melindungi aku. Aku bertekad menutup aurat dan Allah mengabulkan niat baikku. Alhamdulillah…tak pernah sekalipun Mas melihatku tanpa hijab sebelum hari pernikahan kami. Tepat di usia 20, aku genapkan separuh agamaku.

04 Feb 2015 Tuhan (5)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Dosaku teramat banyak, tapi Engkau bukanlah Tuhan yang maha pendendam.
Robbanaa aamannaa, faghfirlanaa warhamnaa wa anta khoirur-roohimiin.