14 Okt 2022 Beautiful Feelings
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Tetiba teringat kenangan-kenangan indah antara kita yang menimbulkan perasaan indah. Saat-saat masa beratku kau merengkuhku dan mendekap kepalaku di dadamu. Kau selalu menyediakan dadamu untuk sedihku. Membiarkanku menumpahkan tangis sepuasku, dan setelah air mata itu habis aku lalu bisa tersenyum dan tertawa.

Kau selalu setia mendengar ceritaku. Menghentikan sejenak kegiatanmu untuk menyimak ceritaku. Cerita yang mungkin remeh bagimu. Tentang anak dan tentang keseharianku di rumah.

Kuyakin kau menyebutku dalam doa-doa panjangmu.

You’re my home. Yang membuatku selalu nyaman untuk kembali pulang.

07 Okt 2022 Fragile
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Di penghujung September ini dapat kabar bayi seorang kerabat jauh meninggal dunia. Keesokannya ada berita duka pula kematian anak usia setahun salah seorang teman di WAG. Dan keesokannya berita kematian orang tua dari teman yang lain.

How fragile life is. Nothing we have is really ours. Seperti Tragedi Kanjuruhan. Pergi nonton bola, pulangnya kehilangan nyawa. Atau kemalangan yang menimpa anak-anak di MTs 19. Paginya sekolah, sorenya sudah berpulang. Selamanya.

Semua sungguh dalam genggaman kekuasaan Allah. Manusia tak punya apa-apa. Tak mampu berbuat apa-apa.

Manusia boleh berencana ini dan itu tapi kehendak Allahlah yang akan terjadi.

25 Sep 2022 One Liner (21)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Berkah itu…membuat kita merasa tidak kehilangan apapun walaupun berbagi.

25 Sep 2022 Being With You
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Bersamamu selama lebih dari 2 dekade ini, dengan segala pasang surut yang ada, membuatku yakin untuk selalu berada di sisimu. Terima kasih atas obrolan-obrolan bernas kita yang berisi hikmah atau obrolan ringan yang penuh gelak tawa. Yang lantas membuatku merasa: “Oh My God, I want to spend the rest of my life with this man!” Dalam segala pahit perih sedih yang kulalui dan kurasakan, dia selalu memberiku penguatan lahir dan batin. Aku sadar jalanku bersamanya amat tidak mudah. Tapi menjalani semua sendiri juga terlebih amat tidak mudah. Dalam beberapa episode hidup belakangan yang membuatku menguras air mata, caramu menanganinya bermuara pada satu hal: “Kepedihanku menipis, rasa cintaku semakin mendalam.” Semoga Allah mengekalkan cinta kita hingga ke syurga-Nya kelak.

23 Sep 2022 Beri Hatimu Waktu untuk Berduka
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Kadang hatimu cuma butuh waktu untuk berduka. Sebuah jeda untuk menetralkan rasa. Bukan ini. Bukan itu. Hanya sebuah jeda.