27 Jun 2010 Teman Hidup
 |  Category: My Husband

Saat aku menulis ini, teman hidupku tengah beratus kilometer jaraknya. Mengemban tugas mulia yang diamanahkan di pundaknya. Kami berkembang dan mengejar mimpi bersama. Membesarkan anak-anak sebaik yang kami mampu. Mengasihi mereka dengan segenap kasih yang kami punya. Memberi kenangan indah bermakna dalam lembaran album kehidupan mereka.

Agak sulit membayangkan bagaimana hidup sendiri tanpa separuh nyawaku. Sunyi. Sendiri. Sepi. Bagai dunia kehilangan separo warna cerianya.

Padamu Sayang, kuabdikan diriku utuh.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

6 Responses

  1. wah mantaB… tulisannya .. 🙂

  2. Cie cie cie.., LDR nih ceritanya bu…,

  3. 3
    miyosi 

    emangnya ke mana mbk?

    sy kmarin jg LDR sm suami, tp skarang udah bareng lagi hehe

    bila berkenan mampir juga ke blog sya ya mbk 😀

  4. 4
    Amir 

    Wah, hebat ya.. Suami dan istri kompak, hobinya juga sama. Mba, saya masuk kesini lewat situs suami Mba, http://www.muhammadnoer.com/. Ya, saya mendoakan spy Mba dan suami, selalu mendapat kehidupan yang barokah.. Amiinn

  5. Insya Allah kompak terus ya mbak …. biar pada bisa nyontoh suami istri kreatif dan inspiratif

  6. 6
    Adin Abdullah 

    jadi ngiri,,,,,,

Leave a Reply » Log in