24 Aug 2007 Triple The Happiness
 |  Category: My Kids

Aku banyak membaca blog yang dibuat oleh para mommy dedicated to their beloved children. Untuk melihat, mencatat dan mencermati pertumbuhan dan perkembangan Sang Buah Hati. Untuk mencatat every milestone yang dilalui putera puteri mereka hari demi hari. Rasanya bahagiaaa sekali menjadi seorang ibu. Children are their centre of universe.

Melihat senyum dan mendengar tawa renyah anak-anak memang bagai heaven on earth bagi seorang ibu.

Setelah melongok sejenak ke kehidupan orang lain melalui jendela blog, aku jadi seolah dipahamkan bahwa banyak sekali yang harus kusyukuri dalam hidup ini.

Meski kadang jenuh berada di rumah saja, tapi aku pun mungkin akan banyak mengeluh juga jika seharian harus berada di luar, jauh dari anak-anak.

Ketika akan memejamkan mata malam tadi aku menangis. Terharu memandangi wajah polos anak-anakku yang pulas di sampingku. Teringat betapa mereka adalah the most precious things in my whole life.

Jika seorang ibu bisa begitu bahagia dengan kehadiran seorang anak, maka tidakkah seharusnya aku jauh lebih bahagia dengan 3 buah hati yang dihadirkan-Nya untukku?

I should triple the happiness…

*dedicatedforAlfath,Aslam,Halim,theloveofmylife*

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

One Response

  1. 1
    Poppie 

    Dnikmati selagi bisa dinikmati!
    Jaman ketika saya mulai bekerja sebagai staff pengajar… tidak terlalu dituntut seperti sekarang. Saya masih bisa mengatur jam mengajar saya sehingga waktu anak2 berangkat sekolah, saya masih di rumah. Bagitupun ketika mereka pulang sekolah, saya sudah di rumah dan makan malam saya masih bisa makan bersama mereka kecuali di-saat2 saya harus ikut sidang sarjana. Padahal saya mengajar di 3 perguruan tinggi (1 sebagai dosen tetap dan 2 sebagai dosen ‘biasa di luar’ ha ha ha).
    Alm.suami ketika itu lebih sibuk, lha wong jadi week end husband sih!! Pulang ke rumah Jum’at malam, sabtu dan minggu seharian di lapangan golf….
    Ketika anak2 sudah besar dan pergi jauh dari kita (2 di Melb, 1 di Belanda), mulailah suami merasa kesepian. Apalagi alm.sudah gak bisa lagi keluar kota se-enaknya akibat stroke yang diderita (meskipun kemudian sembuh). Bisa seharian hari Sabtu dan minggu nilponin anak2nya karena kesepian itu….
    Saya gak tau apakah alm. bisa menikmati hari2 akhirnya dikelilingi anak2, mantu2 dan cucunya karena mendapat serangan brain stem stroke. Tapi saya bersyukur anak2 tetapi menyayangi ayahnya sampai detik2 terakhir. Bahkan anak tertua (laki satu2nya) mengorbankan hidupnya yang sudah mapan di Melb. dan mulai dari nol di Bandung ini untuk dapat menemani saya…….

Leave a Reply » Log in