Author Archive

27 Jun 2022 Wajah-Mu
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Wahai Jiwaku! Ingatlah bahwa tak selembarpun daun jatuh melainkan dengan seizin-Nya. Tiada suatupun menjadi basah atau kering melainkan semua dalam pengetahuan-Nya. Dengan demikian hatimu menjadi tenang atas segala yang berlaku. Berikan semua pada-Nya. Semua yang kau cintai, jiwa dan raga. Ridholah pada-Nya, agar Dia ridho pada-Mu. Tumpas egomu, tebas, dan serahkan pada Dia. Tunduk patuhlah pada-Nya. Sungguh, semua yang terjadi di duniamu biarlah menjadi urusan antara kau dan Dia. Berbuat baiklah, hingga kelak kau menjumpai Wajah-Nya tersenyum padamu.

23 Jun 2022 Ringan
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Bak mengayuh sepeda, segala sesuatu itu berat di awal. Ketika sepeda itu mulai bergerak, kayuhan berikutnya terasa ringan. Aku mulai lebih nyaman dengan keadaanku sekarang. Lebih paham selah bagaimana harus bertindak ketika hati sedang berat. Dan ini yang baru kusadari kemarin, hatiku berdegup lebih kencang saat memandangmu. Seperti ketika kita baru menikah dulu. Jauh lebih menghargai arti hadirmu. Setelah pekerjaan yang berat di luar sana, yang dirimu butuhkan pastinya tempatnya istirahat yang nyaman. Pasangan jiwa yang bisa mengayomi, memanjakan, dan melayani. Aku bahagia kita tetap bisa bercanda, bersenda gurau dan berceloteh ringan. Aku bahagia karena tidak pernah mengalami masa ‘dingin’ di kamar tidur. Aku bahagia karena dirimu tetap ada untuk anak-anak. Aku suka berpikir inilah berkahnya menjalani petunjuk Allah. Terasa sekali cinta di antara kita ditumbuh suburkan oleh Sang Maha Cinta. Terima kasih ya Cinta, untuk segalanya.

11 Jun 2022 Pusaran
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Kadang-kadang kita mendengar atau membaca kisah hidup seseorang, begini atau begitu. Dari sekian puluh tahun perjalanan hidup seseorang pasti ada benang merah garis besar kisah hidupnya yang bisa diambil sebagai perjalanan. Orang luar memandangnya sebagai kisah, hanya sebagai cerita, tapi pelaku yang menjalaninya saat itu pasti tak mudah. Cerita itu selesai ketika masa hidup di dunia selesai. Lantas kita tahu bagaimana akhir cerita itu secara pandangan manusiawi kita, meskipun cerita sesungguhnya bagaimana pelaku menjalani hidupnya hanya Allah yang bisa menilai.

Temanku pernah bercerita tentang neneknya. Seorang wanita sholihah hafizhoh yang selalu menjaga sholat malamnya. Ujian kehidupannya ialah, suaminya selalu menikah lagi, entah dengan berapa wanita, saat dirinya yang beranak banyak sedang nifas. Tapi di akhir usia, suaminya meninggal di sisinya. Bahkan ada anak dari istri lain suami yang dirawatnya. Kisah hidupnya diceritakan demikian singkat oleh cucunya yang adalah temanku itu. Tapi sesungguhnya itu adalah perjalanan sekian puluh tahun dari Si Nenek.

Aku berpikir bahwa saat ini aku berada di tengah pusaran kehidupan yang aku belum tahu akhir ceritanya bagaimana. Apakah aku akan tenggelam, atau akan keluar dengan selamat dari pusaran itu. Dan apakah anak cucuku nanti akan menceritakan tentang kisah hidupku. Dan bagaimana kelak mereka akan menceritakannya.

26 Mei 2022 Completely Fulfilled
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Aku lupa entah dari mana bermula percakapan kita saat jawaban ini terucap dari lisanmu. Aku menanyakan bagaimana aku bagimu, atau apa yang kau rasakan selama kau hidup denganku. I am completely fulfilled, you said.

Mungkin absurd bagi sebagian orang bagaimana seorang yang sangat mencintai pasangan hidupnya bisa menikah lagi. Menikah lagi bak membagi cinta dalam pandangan manusiawi. Tapi tahukah Sayang, aku yakin kau jujur saat mengucapkan itu. Bukan lip service. Aku tahu persis alasan mengapa kau menikah lagi. Kau tahu persis dan diapun tahu persis. Ada hikmah besar di balik ini semua. Allahu a’lam bishshowwaab.

Aku pernah mengatakan ini sebelumnya, dan aku katakan ini sekali lagi : “Terima kasih telah mencintaiku demikian rupa, sehingga hangatnya terasa ke dalam jiwa.”

23 Mei 2022 Hati yang Lapang
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Sabtu lalu, saat di mobil perjalanan pulang dari jalan-jalan ke taman, aku merasakan hati yang sangat lapang. Nyaman sekali. Semacam perasaan pemeliharaan Allah bahwa semua akan baik-baik saja. Seakan bagaimanapun keadaanku, apapun yang terjadi, ada tangan-Nya yang menangkapku. Seolah bila kujatuh, ada safety net yang menangkapku.

Hari Ahad, 22 Mei ini, aku bercerita kepada anakku yang 3 bulan lagi akan genap berusia 4 tahun. Menerangkan situasi dan kondisi Ayahnya dengan bahasa yang sesederhana mungkin. Bahwa Bunda adalah istri Ayah dan Ayah punya istri yang lain lagi. Aku sebutkan namanya. Dia tanpak mengerti. Jadi sekarang aku tak perlu ‘berbohong’ mengatakan Ayah sedang bekerja saat ia menanyakan ke mana ayahnya. Alhamdulillah 🙂