Archive for the Category ◊ Uncategorized ◊

29 Jan 2015 Fit in
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Salah satu hal yang paling menyegarkan dalam hidup adalah mendengarkan nasihat dari dalam diri sendiri. Dan di keheningan malam, semua perenungan itu terdengar jernih bagai nasihat dari seorang suci.
Allah maafkan aku dan segala kekotoran hatiku. Maafkan aku dari segala iri dengki pada sesama temanku. Maafkan aku dari segala perkataan buruk yang aku katakan tentang temanku. Aku akan sendiri di kubur nanti. Aku tak bisa menyalahkan siapa-siapa atas dosaku. Aku bertanggung jawab atasku sendiri. Allah…ampuni aku. Allah…ampuni aku. Allah…ampuni aku. Ampuni kekejian hatiku.
It’s a weird thing how people trying so hard to fit in. For something that they may never meant to be fit in.
Dalam masa hidup yang terbatas ini, kiranya aku harus memilah betul mana yang bermanfaat bagiku. Mana yang harus jadi prioritas di jatah usia yang terbatas ini.

23 Jan 2015 The Known Universe
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

This is my all-time favorite youtube video:

The Knows Universe

Watch, and get amazed…

Maha Suci Engkau Tuhan lelangit dan bumi.

22 Jan 2015 Iseng
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

What a null day! Not so much thing to do. Got a car and a driver stand-by but nowhere to go.
Movie? Nothing interesting…
Massage? Done that not too long ago…
Shopping? Nothing that I need.

Ah, kenikmatan dunia segini aja. You full and then you fed up.

17 Jan 2015 Tuhan (3)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Uang kadangkala bisa menjadi hal yang pelik. Cara kita memperlakukan uang menunjukkan siapa kita. Baru saja diuji dengan suatu hal yang berkaitan dengan uang, lalu aku merasa berhak untuk kesal dan marah. Alhamdulillah rasa marah itu tak berlangsung lama. Kekesalan yang kurasa pun tak sempat tertumpah keluar. Mendadak sadar bahwa semua ini adalah ujian. Allah Maha Kaya, jangan takut miskin. Akhirat lebih baik dari dunia. Allah menolong hamba yang menolong kesusahan temannya. Harta benda itu ujian. Rezekimu adalah apa yang kamu sedekahkan, apa yang kamu makan hingga habis, apa yang kamu pakai hingga lusuh. Walaupun banyak dosaku ya Allah, kuharap kerelaanku melepas apa yang Kau rezekikan padaku bisa menjadi kafarat atas dosaku. Aku memohon syurga memanggilku dari pintu sedekah. Allah tidak tidur dan tidak lengah. Mencatat kebaikan den keburukan apapun walau sebesar biji sawi. Aku ridho pada-Mu ya Allah. Aku menerima segala ketentuan-Mu. Jadikan iman ini indah dalam hatiku ya Allah. Aku menujukan semua hanya pada-Mu. Semuanya berasal dari-Mu dan akan kembali pada-Mu. Bagaimana aku bisa sombong sedang dulu aku hanyalah sesuatu yang tak dapat disebut. Tiada sesuatupun kepunyaanku-ku-ku. Semua adalah milik-Mu-Mu-Mu.

13 Jan 2015 Tuhan (2)
 |  Category: Uncategorized  | Leave a Comment

Aku selalu suka malam hari. Sunyi senyapnya membuatku lebih jelas mendengar inner conscience. Merenungi hakikat kesejatian diri. Berpikir tentang Dia Allah Ta’ala.
Ya Allah, bagaimana kedudukanku di-Sisi-Mu? Kadang dalam masalah kecil yang selalu kuhadapi dengan reaktif, aku merasa jatuh dan merasa belum beranjak ke mana-mana…Öh, masih secetek inikah kadar diriku?”
Aku cuma bisa menangis mengingat dosaku kala menuliskan ini semua.
Duhai Tuhan…ampuni aku.
Adalah sebuah berkah bisa mengingat sepenggal ayat ini:
Ïnniy akhoofu in áshoytu Rabbiy ádzaaba yaumin adziim”. (6:15)(10:15)
“Sesungguhnya aku takut jika berma’siat kepada Tuhanku akan azab hari yang berat”.

Duhai Allah, jika sedang naik iman ini, tiap ayat dalam kitab suci-Mu sungguh bisa membuat mata ini mencucurkan air mata.

Aku suka mengingat-Mu sebelum waktu tidurku. Bagiku tak ada yang lebih membahagiakan kecuali bisa bercakap dengan-Mu sebelum kututup mataku. Hari ini, baik dan buruknya, kuserahkan semua kepada-Mu. Semoga Kau ampuni semua keburukannya. Semoga berkenan Kau terima dan lipatgandakan kebaikan di dalamnya. Dalam segala hal yang semua seutuhnya adalah hak dan milik-Mu, aku mohonkan kerahman kerahiman-Mu mengurus itu semua. Aku berserah diri kepada Engkau. Tiada sembahan selain Engkau.

Tubuh rapuh ini ya Allah…tak akan kuat menaggung siksa di hari-Mu yang berat. Aku tidak mati dan tidak hidup di sana. Kalau aku mati…maka tubuhku akan mati rasa tidak akan merasakan semua kesakitan itu. Kalau aku hidup…maka kepedihan siksa akan kurasakan sekali saja, selesai itu sudah…kesakitan itu akan berhenti. Tapi aku tidak mati dan tidak hidup di sana. Jadi aku merasakan sakit yang sangat dan itu terjadi berulang-ulang. Naúdzubillah…
Duhai…Yang Maha Pengasih Maha Penyayang, lindungi kami dari azab di hari-Mu yang berat.

Wahai Yang Empunya langit dan bumi…sesungguhnya mengampuni dosa adalah perkara yang teramat kecil bagi-Mu. Demi Kekuasaan-Mu yang tak berbatas…ampunilah diri yang zalim yang mengiba ampunan ini.

Allahumma Engkau Tuhanku
Tidak ada sembahan kecuali Engkau, Engkau menciptakanku
Dan aku adalah hamba-Mu
Dan aku berjanji mematuhi-Mu semampuku
Aku mengakui nikmat-Mu atasku
Aku mengakui pada-Mu akan dosaku
Maka ampunilah aku
Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa melainkan Engkau